<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458</id><updated>2012-01-12T08:57:58.811+07:00</updated><category term='Yang Lucu-Lucu'/><category term='Puisi'/><category term='Islam'/><category term='Pendidikan'/><category term='Tokoh Inspirator'/><category term='Cerita Kehidupan'/><category term='Motivasi'/><category term='Sejarah Nabi Muhammad'/><category term='Untuk Indonesia'/><category term='Wirausaha'/><category term='otomotif'/><category term='Tokoh Pelopor'/><title type='text'>Berbagi Semangat, Berbagi Ilmu</title><subtitle type='html'>Membangun Paradigma Emas</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-342042925316200255</id><published>2012-01-12T08:50:00.000+07:00</published><updated>2012-01-12T08:57:58.847+07:00</updated><title type='text'>REFLEKSI KELAS DUNIA</title><content type='html'>Oleh: Rhenald Kasali di harian Seputar Indonesia&lt;br /&gt;Menurut PBB, tahun ini adalah tahun koperasi. Bangsa-bangsa besar,tak ketinggalan Thailand dan Malaysia, berlomba-lomba menunjukkan kepada dunia, mereka pun memiliki koperasi kelas dunia.Bagaimana Indonesia? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kita lagi asyik dengan UMKM nonkoperasi? Untuk menjadi pegangan para pelaku koperasi, International Cooperative Alliance (ICA) mengeluarkan peta yang berisi daftar 300 koperasi kelas dunia. Di dalam daftar itu terdapat koperasi-koperasi besar seperti Credit Agricole Group (Prancis), Zen Noh (Jepang), Rabo Bank (Belanda), California Dairies (Amerika Serikat/ AS), IFFO (India), Fair Price (Singapura), dan Bank Rakyat (Malaysia). Semula saya berharap akan ada beberapa koperasi Indonesia yang masuk dalam daftar itu,tetapi saya harus kecewa menerima kenyataan tidak ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kurang apa ya negeri ini? Penduduk prasejahtera masih banyak, kementerian yang menangani khusus koperasi juga ada,APBN-nya pun disediakan. Tidak ada badan hukum usaha lain yang diajarkan di sekolah sejak SD selain koperasi.Koperasi juga dijadikan praktik di sekolah-sekolah. Indonesia juga tidak kurang mengenal tokoh-tokoh koperasi, termasuk pendiri negeri ini Bung Hatta. Sementara di Inggris, Belanda, dan AS yang sangat kapitalis, koperasi justru berjaya.Ada apa gerangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideal dan Komersial &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Harvard, bila Anda sempat, mampirlah ke toko buku dan suvenir kampus. Anda akan menemukan sebuah toko besar yang dikelola secara profesional. Mahasiswa dan pengunjung menyebutnya COOP yang artinya koperasi.Adalah hal yang biasa bila orang menyebut coop-number yang berarti nomor keanggotaan dalam koperasi. Mereka adalah pemegang saham sekaligus pelanggan, mengeluarkan uang dan mendapat dividen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris,gerakan koperasi juga tak kalah hebatnya.Adalah biasa orang menyebut vivid number yang berarti nomor keanggotaan koperasi. Salah satu kelompok usaha berbasis koperasi yang besar adalah The Co-Operative Group yang bergerak dalam spektrum usaha yang sangat luas dengan 3 juta anggota dan 4.500 gerai. Mereka bergerak dalam bidang ritel, makanan, asuransi, perbankan, travel, farmasi, jasa pemakaman, jasa hukum, investasi, toko online, listrik, dan hotel. Di Indonesia kita mengenal Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) yang masih memiliki gedung bertingkat di jalan bergengsi di Jakarta, tetapi kiprahnya sudah lama tak terdengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Puskowan Jati yang sangat populer di Jawa Timur, Koperasi Unit Desa Setia Kawan di Nangkojajar, koperasi-koperasi susu, Inkopad, Inkopal dan Inkopol serta Inkopau. Tapi semakin hari koperasi di sini mulai jarang disebut.Apalagi, dukungan pemerintah pada sektor pertanian menyusut, lahanlahan pertanian menyempit, dan usaha yang sarat subsidi (seperti pupuk) berpindah ke tangan para makelar dan orang-orang partai politik. Mudah-mudahan saya salah dan saya berharap koperasikoperasi kita gegap gempita seperti di era Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amun,di sisi lain,saya mendengar ada secercah harapan, yaitu berkembangnya koperasikoperasi simpan pinjam (KSP) yang banyak menggarap sektor microfinance. KSP-KSP ini bisnisnya berkembang karena dikelola secara profesional dengan manajemen mirip perbankan. Hanya saja tak semua sektor microfinancedikuasai koperasi. KSP harus bekerja lebih keras lagi karena mereka harus berhadapan dengan bank-bank besar, bank-bank asing, lembaga- lembaga keuangan mikro, BPR,dan tentu saja KSP asing dari Bangladesh, India, dan Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi Kelas Dunia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ICA menyebutkan di seluruh dunia, usaha koperasi menyangkut kepentingan lebih dari 1 miliar penduduk dunia yang terlibat baik sebagai anggota, konsumen maupun pengurus dan pegawai. Dari global 300 koperasi dunia saja, penghasilan yang diciptakan telah mencapai USD1,6 triliun,yang berarti setara dengan produk domestik bruto (PDB) salah satu negara nomor 9 terbesar di dunia. Ke-300 koperasi kelas dunia itu ada di 25 negara dengan penghasilan terbesar,yaitu ada di Prancis (28%), AS (16%), Jerman (14%), Jepang (8%), Belanda (7%), Inggris (4%), Swiss(3,5%), Italia (2,5%) Finlandia (2,6%),Korea (2%) dan Kanada (1,75%). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di negara-negara kapitalisme itu saja koperasi bisa menjadi besar, mengapa di Indonesia tidak? Apakah mungkin karena koperasi telah salah dibina birokrat-birokrat yang tak paham bisnis sehingga terlalu kental aturan dan masalah ideal saja? Atau jangan-jangan cara pengelolaannya yang masih–– maaf–– primitif, berpikir kecil,merasa miskin dan kurang berani merekrut kaum profesional? Atau bisa juga bidangbidang usaha yang ditekuni sangat terbatas pada bidangbidang usaha bernilai tambah rendah sehingga masih bermimpi mengandalkan tangan pemerintah? Semua mungkin saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi marilah kita berefleksi dengan melihat apa yang dilakukan oleh koperasi-koperasi kelas dunia. Pada dasarnya, kata kelas dunia itu sendiri adalah kata yang rancu dan sangat mudah dipakai sekadar untuk “kerenkerenan” saja. Padahal, kata kelas dunia mencerminkan sesuatu yang “besar”. Kata “besar” itu sendiri bisa berwujud luas,mulai dari aset,pasar,pendapatan, jumlah pegawai hingga jangkauan usaha dan seterusnya. Namun belakangan saya melihat kecenderungan kata “besar” dalam status kelas dunia mulai ditinggalkan karena banyak usaha-usaha yang besar menimbulkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Besar” dari ukuran-ukuran tadi ternyata identik dengan kerakusan, skandal, arogansi, tidak bersahabat (dengan pelanggan dan society), dan bahkan “besar” identik dengan kesejahteraan semu (illusionary wealth). Setiap kali terjadi krisis, lembaga-lembaga usaha yang “besar” selalu menjadi beban bagi suatu bangsa karena tidak fleksibel, terlalu hierarkis, terlalu I-Centric,banyak utang,terlibat masalah-masalah etika dan salah urus.Padahal “besar” juga berarti magnet, yang menarik orang-orang terbaik, lulusan universitas-universitas terkemuka dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah pengertian kelas dunia mulai bergeser. Ia bukanlah urusan besar dan peringkat prestasi keuangan melulu.Para ahli melihat, kata “respect”,“admire” (dihormati, dikagumi) menjadi lebih bermakna dan lebih diterima.Jadi, ukurannya bukan lagi sekadar value (nilai, angka), melainkan juga values (bernilai, bermakna, kearifan). Value adalah sasaran dari kapitalisme, sedangkan gabungan value dan values adalah miliknya koperasi. Koperasi kelas desa biasanya terpukau dengan “values” belaka sehingga jalan di tempat, sedangkan koperasi kelas dunia menyeimbangkan keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dengan bekal values–nya itu, mereka berjuang keras menjadi role model dalam industri masing-masing seperti menjalani prinsip-prinsip crackership dalam konsep Cracking Zone. Saya masih punya rekaman kuat saat tinggal beberapa minggu di sebuah desa di kaki Gunung Bromo lebih dari 20 tahun lalu. Di sana saya berdialog dengan para peternak susu dan pengurus Koperasi Susu Setia Kawan.Sebuah desa yang hidup, ceria, dan penduduknya sejahtera karena koperasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus-pengurus koperasi aktif mencari formula- formula baru dalam berbagai hal.Mereka mencari cara agar sapi-sapi mereka sehat dan produktif, mengembangkan teknologi, pakan ternak, dan alat transportasi susu yang terbebas dari kerusakan kualitas dan seterusnya. Tapi di sisi lain,mereka juga aktif membangun masyarakat, merekatkan nilai-nilai, mengubah perilaku-perilaku buruk warisan Ken Arok dan Kebo Ijo (dalam sejarah Singosari), membuat para peternak nakal lebih jujur dan tak mencampur susu dengan air atau santan, menciptakan kegembiraan di antara penduduk saat menyetor susu, serta membentuk cara-cara pengelolaan uang yang sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyatnya sehat dan sejahtera, koperasi juga sehat dan sejahtera.Tapi untuk menjadi role model, tuntutannya tentu lebih besar lagi.Koperasi tak boleh berpuas diri menjadi pemain- pemain kelas desa,sebab seperti KSP-KSP, mereka juga berhadapan dengan sistem ekonomi liberal yang memaksa mereka unggul dalam bersaing. Koperasi harus kompetitif dan dikelola dengan mengikuti zamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi harus menjadi matahari dengan magnet yang kuat untuk menarik the best talent, the best produk,dan the best system . Selamat merayakan Tahun Internasional Koperasi dan jadilah warga dunia berkelas yang dihormati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-342042925316200255?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/342042925316200255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2012/01/refleksi-kelas-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/342042925316200255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/342042925316200255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2012/01/refleksi-kelas-dunia.html' title='REFLEKSI KELAS DUNIA'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-9091391429043551680</id><published>2011-12-21T08:42:00.004+07:00</published><updated>2011-12-21T09:15:31.963+07:00</updated><title type='text'>Kisah Nyata: Sri Sultan HB IX Kena Tilang di Pekalongan</title><content type='html'>Sumber: GPMR@yahoogroups.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960-an menyambut fajar dengan kabut tipis, pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya. Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Becak dan delman amat dominan masa itu , persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir.Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman. Brigadir Royadin memandang dari kejauhan,sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju ke arahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mobil menepi , brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan&lt;br /&gt;memberi hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna. “Boleh ditunjukan rebuwes!” Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan , pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ojWhkk4HGSA/Toz6G05ffFI/AAAAAAAAH7k/NfYBX04Y_lU/s320/Sri%2BSultan%2BHB%2BIX.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ojWhkk4HGSA/Toz6G05ffFI/AAAAAAAAH7k/NfYBX04Y_lU/s320/Sri%2BSultan%2BHB%2BIX.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa pak polisi?” Tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget, ia mengenali siapa pria itu . “Ya Allah…sinuwun!” kejutnya dalam hati. Gugup bukan main namun itu hanya berlangsung sedetik , naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak melangar verbodden , tidak boleh lewat sini, ini satu arah !” Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dirinya tak habis pikir , orang sebesar sultan HB IX mengendarai sendiri mobilnya dari jogja ke pekalongan yang jauhnya cukup lumayan, entah tujuannya kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat rebuwes, Brigadir Royadin mempersilahkan Sri Sultan untuk&lt;br /&gt;mengecek tanda larangan verboden di ujung jalan, namun sultan menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ..saya salah, kamu benar, saya pasti salah!” Sinuwun turun dari sedannya dan menghampiri Brigadir Royadin yang tetap menggengam rebuwes tanpa tahu harus berbuat apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi…?” Sinuwun bertanya, pertanyaan yang singkat namun sulit bagi&lt;br /&gt;brigadir Royadin menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Em..emm ..bapak saya tilang , mohon maaf!” Brigadir Royadin heran, sinuwun tak kunjung menggunakan kekuasaannya untuk paling tidak bernegosiasi dengannya, jangankan begitu, mengenalkan dirinya sebagai pejabat Negara dan Rajapun beliau tidak melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik..brigadir, kamu buatkan surat itu, nanti saya ikuti aturannya, saya harus segera ke Tegal!” Sinuwun meminta brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang. Dengan tangan bergetar ia membuatkan surat tilang, ingin rasanya tidak memberikan surat itu tapi tidak tahu kenapa ia sebagai polisi tidak boleh memandang beda pelanggar kesalahan yang terjadi di depan hidungnya. Yang paling membuatnya sedikit tenang adalah tidak sepatah kata pun yang keluar dari mulut sinuwun menyebutkan bahwa dia berhak mendapatkan dispensasi. “Sungguh orang yang besar…!” begitu gumamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat tilang berpindah tangan, rebuwes saat itu dalam genggamannya dan ia menghormat pada sinuwun sebelum sinuwun kembali memacu Sedan hitamnya menuju ke arah barat, Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit sinuwun melintas di depan stasiun pekalongan, brigadir Royadin menyadari kebodohannya, kekakuannya dan segala macam pikiran berkecamuk. Ingin ia memacu sepeda ontelnya mengejar Sedan hitam itu tapi manalah mungkin. Nasi sudah menjadi bubur dan ketetapan hatinya untuk tetap menegakkan peraturan pada siapapun berhasil menghibur dirinya.****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aplusan di sore hari dan kembali ke markas, Ia menyerahkan rebuwes kepada petugas jaga untuk diproses hukum lebih lanjut,lalu kembali ke rumah dengan sepeda abu-abu tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat apel pagi esok harinya, suara amarah meledak di markas polisi Pekalongan, nama Royadin diteriakkan berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh-gopoh menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Royadin , apa yang kamu lakukan ..sa’enake dewe ..ora mikir ..iki sing mbok tangkep sopo heh..ngawur. .ngawur!” Komisaris mengumpat dalam bahasa jawa , di tangannya rebuwes milik sinuwun pindah dari telapak kanan ke kiri bolak-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang aku mau tanya, kenapa kamu tidak lepas saja sinuwun..biarkan&lt;br /&gt;lewat, wong kamu tahu siapa dia, ngerti nggak kowe sopo sinuwun?”&lt;br /&gt;Komisaris tak menurunkan nada bicaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap pak , beliau tidak bilang beliau itu siapa , beliau ngaku salah..dan memang salah!” brigadir Royadin menjawab tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya tapi kan kamu mestinya ngerti siapa dia ..ojo kaku-kaku, kok malah mbok tilang..ngawur ..jan ngawur….Ini bisa panjang, bisa sampai Menteri !”&lt;br /&gt;Derai komisaris. Saat itu kepala polisi dijabat oleh Menteri Kepolisian Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brigadir Royadin pasrah, apa pun yang dia lakukan dasarnya adalah posisinya sebagai polisi, yang disumpah untuk menegakkan peraturan pada siapa saja. .memang Koppeg(keras kepala) kedengarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala polisi pekalongan berusaha mencari tahu dimana gerangan sinuwun,masih di Tegalkah atau tempat lain? Tujuannya cuma satu , mengembalikan rebuwes. Namun tidak seperti saat ini yang demikian mudahnya bertukar kabar, keberadaa sinuwun tak kunjung diketahui hingga beberapa hari. Pada akhirnya kepala polisi pekalongan mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes tanpa mengikutsertakan Brigadir Royadin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mendapat marah , Brigadir Royadin bertugas seperti biasa , satu minggu setelah kejadian penilangan, banyak teman temannya yang mentertawakan bahkan ada isu yang ia dengar dirinya akan dimutasi ke pinggiran kota Pekalongan selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, saat belum habis jam dinas, seorang kurir datang menghampirinya di persimpangan soko yang memintanya untuk segera kembali ke kantor. Sesampai di kantor beberapa polisi menggiringnya keruang komisaris yang saat itu tengah menggengam selembar surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Royadin….minggu depan kamu diminta pindah !” lemas tubuh Royadin, ia membayangkan harus menempuh jalan menanjak dipinggir kota pekalongan setiap hari karena mutasi ini, karena ketegasan sikapnya dipersimpangan Soko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap pak!” Royadin menjawab datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersama keluargamu semua, dibawa!” pernyataan komisaris mengejutkan,untuk apa bawa keluarga ketepi pekalongan selatan, ini hanya merepotkan diri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sanggup setiap hari pakai sepeda pak komandan, semua keluarga biar tetap di rumah sekarang !” Brigadir Royadin menawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngawur…Kamu sanggup bersepeda pekalongan – Jogja ? pindahmu itu ke jogja bukan disini, sinuwun yang minta kamu pindah tugas kesana, pangkatmu mau dinaikkan satu tingkat!” Cetus pak komisaris, disodorkan surat yang ada di genggamannya kepada brigadir Royadin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat itu berisi permintaan bertuliskan tangan yang intinya: “ Mohon dipindahkan brigadir Royadin ke Jogja, sebagai polisi yang tegas saya selaku pemimpin Jogjakarta akan menempatkannya di wilayah Jogjakarta bersama keluarganya dengan meminta kepolisian untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat.” Ditanda tangani sri sultan hamengkubuwono IX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan brigadir Royadin bergetar, namun ia segera menemukan jawabannya. Ia tak sangup menolak permntaan orang besar seperti sultan HB IX namun dia juga harus mempertimbangkan seluruh hidupnya di kota pekalongan .Ia cinta pekalongan dan tak ingin meninggalkan kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mohon bapak sampaikan ke sinuwun , saya berterima kasih, saya tidak bisa pindah dari pekalongan, ini tanah kelahiran saya , rumah saya . Sampaikan hormat saya pada beliau ,dan sampaikan permintaan maaf saya pada beliau atas kelancangan saya!” Brigadir Royadin bergetar, ia tak memahami betapa luasnya hati sinuwun Sultan HB IX, Amarah hanya diperolehnya dari sang komisaris namun penghargaan tinggi justru datang dari orang yang menjadi korban ketegasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 2010, saat saya mendengar kepergian purnawirawan polisi Royadin kepada sang khalik dari keluarga di pekalongan, saya tak memilki waktu cukup untuk menghantar kepergiannya. Suaranya yang lirih saat mendekati akhir hayat masih saja mengiangkan cerita kebanggaannya ini pada semua sanak family yang berkumpul. Ia pergi meninggalkan kesederhanaan perilaku dan prinsip kepada keturunannya, sekaligus kepada saya selaku keponakannya. Idealismenya di kepolisian Pekalongan tetap ia jaga sampai akhir masa baktinya, pangkatnya tak banyak bergeser terbelenggu idealisme&lt;br /&gt;yang selalu dipegangnya erat-erat, yaitu ketegasan dan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat amat sangat kepadamu Pak Royadin, Sang Polisi sejati. Dan juga kepada pahlawan bangsa Sultan Hamengkubuwono IX yang keluasan hatinya melebihi wilayah negeri ini dari sabang sampai merauke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok June 25′ 2011&lt;br /&gt;Aryadi Noersaid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Update terakhir tentang penulis artikel*: Bp Aryadi Noersaid saat ini&lt;br /&gt;tinggal di Depok, Saya sempat konfirmasi via SMS kepada penulis untuk&lt;br /&gt;memastikan dan meminta comment atau pernyataan dari beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://jogjakini. wordpress. com/2011/ 12/09/kisah- nyata-ketika- sri-sultan- hb-ix-terkena- tilang-di- pekalongan/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-9091391429043551680?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/9091391429043551680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/12/kisah-nyata-sri-sultan-hb-ix-kena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/9091391429043551680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/9091391429043551680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/12/kisah-nyata-sri-sultan-hb-ix-kena.html' title='Kisah Nyata: Sri Sultan HB IX Kena Tilang di Pekalongan'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ojWhkk4HGSA/Toz6G05ffFI/AAAAAAAAH7k/NfYBX04Y_lU/s72-c/Sri%2BSultan%2BHB%2BIX.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-2441702077475931893</id><published>2011-11-24T11:36:00.003+07:00</published><updated>2011-11-24T13:27:49.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Keajaiban Sabar</title><content type='html'>&lt;strong&gt;A TRUE STORY, THE MIRACLE OF SABAR..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;NURUDDIN AL INDUNISSY - RIYADH 2011&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/Nuruddin.Al.Indunissy.OfficialPage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brother and Sisters in Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat sahabat mulia yang dimuliakan Allah dalam jemaah Ramadhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup diluar negeri itu memang berat, bisa jadi teramat berat jika kita tidak memiliki keahlian tertentu yang membuat diri kita memiliki 'nilai jual'. &lt;br /&gt;Bekerja diluar negeri itu keras..&lt;br /&gt;Apa lagi berada diantara dikerasnya nuansa timur tengah. &lt;br /&gt;Jika masih ada pilihan lain, sebaiknya jangan mencoba menjatuhkan pilihan di negeri yang tak ramah ini. Negeri sendiri adalah tempat terbaik yang tidak akan pernah tergantikan. &lt;br /&gt;Teman saya, mengatakan "Di desa itu justru indah. Disana kita bisa menanam padi untuk makan, disana ada danau atau sungai dimana kita bisa mengambil ikan sebagai teman nasi, kalau kita butuh sayur juga tinggal tanam atau beli dengan harga murah.."&lt;br /&gt;Saya bergumam dalam hati, "Iyah benar.." Di Indonesia masih bisa santai saat ac mati. Tapi di timur tengah?&lt;br /&gt;Kulit pasti tak akan tahan, udara rata rata kadang hingga 50 derajat celcius.&lt;br /&gt;Negeri ini adalah hamparan gurun tandus,badai debu bisa datang kapan saja menyelimuti kota, menyesakan nafas nafas dan memperpendek jarak pandang.&lt;br /&gt;Disini beda dengan suasana di Ciwalk - Bandung..&lt;br /&gt;Setiap sore hingga malam seru dengan pejalan kaki santai..&lt;br /&gt;Si akang tukang cireng laris dikerumuni remaja atau mahasiswa hingga larut malam. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi ditimur tengah?&lt;br /&gt;Disini tak ada pedagang asongan, jangan harap bisa menemukan warteg dengan paket nasi goreng plus teh botol..&lt;br /&gt;Disini hampir tidak terlihat pejalan kaki..&lt;br /&gt;Disini tidak ada mikrolet atau angkot kuning jurusan setiabudi - cicaheum..&lt;br /&gt;Disini hanya ada taksi, dan tak ada cerita jalan kaki..&lt;br /&gt;Kehidupan jalan tak ramah. &lt;br /&gt;Gedung gedung garang dan angkuh. &lt;br /&gt;Kota ini tidak ramah&lt;br /&gt;Tak ada celah bagi yang belum siap berjuang dengan segala keahlian untuk menaklukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi meski demikian..&lt;br /&gt;Banyak para pekerja yang datang ke negeri ini.. &lt;br /&gt;Di hotel tempat saya bekerja saja ada sekitar 700 orang dari 17 Negara berbeda..&lt;br /&gt;Saya mengenal banyak dari mereka.&lt;br /&gt;Ada beberapa dari Palestina, Bahrain, Jordan, Syiria, Pakistan, India, Srilanka dan kebanyakan dari Mesir dan Saudi Arabia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa dari mereka dari suku Arab yang tinggal dibenua Afrika. Salah satunya adalah teman dari Negara Sudan, Afrika. Saya mengenalnya dengan nama Ammar Musthafa, dia salah satu Muslim kulit hitam yang juga bekerja di Hotel ini. &lt;br /&gt;Beberapa bulan ini saya tidak lagi melihatnya berkerja.&lt;br /&gt;Biasanya saya melihat ia bekerja bersama pekerja lainnya menggarap proyek renovasi hotel di tengah terik matahari kota riyadh yang membakar kulit.&lt;br /&gt;Hari itu Ammar tidak terlihat. &lt;br /&gt;Karena penasaran, saya coba tanya kepada Iqbal tentang kabarnya. Iqbal adalah teman saya, seorang Muslim dari Srilanka.&lt;br /&gt;"Oh kamu tidak tahu?"&lt;br /&gt;Jawab iqbal balik bertanya, memakai bahasa Ingris khas India yang bercampur dengan prononsiasi urdhu yang pekat. &lt;br /&gt;"Iyah beberapa minggu ini dia gak terlihat di Mushola ya?" Jawab saya. &lt;br /&gt;Selepas itu, tanpa saya duga ikbal bercerita panjang lebar tentang Ammar.&lt;br /&gt;Dia menceritakan tentang hidup Ammar yang pedih dari awal hingga akhir, semula saya keheranan melihat matanya yang menerawang jauh.&lt;br /&gt;Seperti berusaha memanggil kembali sosok teman yang beberapa waktu tinggal menumpang dikamar apartemennya.&lt;br /&gt;Saya mendengarkan dengan seksama.&lt;br /&gt;Ternyata Amar datang ke kota Riyadh ini lima tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 2004.&lt;br /&gt;Ia datang ke Negeri ini dengan tangan kosong, dia nekad pergi meninggalkan keluarganya di Sudan untuk mencari kehidupan di Kota ini. &lt;br /&gt;Saudi arabia memang memberikan free visa untuk Negara Negara Arab lainnya termasuk Sudan, jadi ia bisa bebas mencari kerja disini asal punya Pasport dan tiket.   &lt;br /&gt;Sayang, kehidupan memang tidak selamanya bersahabat. &lt;br /&gt;Do'a Ammar untuk mendapat kehidupan yang lebih baik di kota ini saat itu belum terkabul. Dia bekerja berpindah pindah dengan gaji yang sangat kecil, uang gajinya tidak sanggup untuk membayar apartemen hingga ia tinggal di apartemen teman temannya.&lt;br /&gt;Meski demikian, Ammar tetap gigih mencari pekerjaan untuk keluarganya di Sudan. Ia tetap mencari celah dan kesempatan agar bisa mengirim uang untuk keluarganya di Sudan.&lt;br /&gt;Bulan pertama berlalu kering, bulan kedua semakin berat...&lt;br /&gt;Bulan ketiga hingga tahun tahun berikutnya kepedihan Ammar tidak kunjung berakhir..&lt;br /&gt;Waktu bergeser lamban dan berat, telah lima tahun Ammar hidup berpindah pindah di Kota ini. Bekerja dibawah tekanan panas matahari dan suasana Kota yang garang. &lt;br /&gt;Amar tetap bertahan dalam kesabaran. &lt;br /&gt;Kota metropolitan akan lebih parah dari hutan rimba jika kita tidak tahu caranya untuk mendapatkan uang, dihutan bahkan lebih baik. Di hutan kita masih bisa menemukan buah buah atau seteguk air dari sungai..&lt;br /&gt;Kota adalah belantara penderitaan yang akan menjerat siapa saja yang tidak mampu bersaing.&lt;br /&gt;Riyadh adalah ibu kota Saudi Arabia.&lt;br /&gt;Hanya berjarak 7 jam dari Dubai dan 10 Jam jarak tempuh dengan bis menuju Makkah. Dihampir keseluruhan kota ini tidak ada pepohonan untuk berlindung saat panas. Disini hanya terlihat kurma kurma yang berbuah satu kali dalam setahun..&lt;br /&gt;Amar seperti terjerat di belantara Kota ini. &lt;br /&gt;Pulang ke Sudan bukan pilihan terbaik, ia sudah melangkah, ia harus membawa perubahan untuk kehidupan keluarganya di negeri Sudan. &lt;br /&gt;Itu tekadnya.&lt;br /&gt;Ammar tetap tabah dan tidak berlepas diri dari keluarganya. &lt;br /&gt;Ia tetap mengirimi mereka uang meski sangat sedikit, meski harus ditukar dengan lapar dan dahaga untuk raganya disini.&lt;br /&gt;Sering ia melewatkan harinya dengan puasa menahan haus dan lapar sambil terus melangkah, berikhtiar mencari suap demi suap nasi untuk keluarganya di Sudan.&lt;br /&gt;Tapi Ammar pun Manusia.&lt;br /&gt;Ditahun kelima ini ia tidak tahan lagi menahan malu dengan teman temannya yang ia kenal, lima tahun sudah ia berpindah pindah kerja dan numpang di teman temannya. Tapi kehidupannya tidak kunjung berubah.&lt;br /&gt;Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke Sudan.&lt;br /&gt;Tekadnya telah bulat untuk kembali menemui keluarganya, meski dengan tanpa uang yang ia bawa untuk mereka yang menunggunya.&lt;br /&gt;Saat itupun sebenarnya ia tidak memiliki uang, meski sebatas uang untuk tiket pulang. &lt;br /&gt;Ia memaksakan diri menceritakan keinginannya untuk pulang itu kepada teman terdekatnya. Dan salah satu teman baik amar memahaminya, ia memberinya sejumlah uang untuk beli satu tiket penerbangan ke Sudan.&lt;br /&gt;Hari itu juga Ammar berpamitan untuk pergi meninggalkan kota ini dengan niat untuk kembali ke keluarganya dan mencari kehidupan di sana saja.&lt;br /&gt;Ia pergi ke sebuah Agen di jalan Olaya- Riyadh, utuk menukar uangnya dengan tiket. Sayang, ternyata semua penerbangan Riyadh-Sudan minggu ini sulit didapat karena imbas konflik di Libya, Negara tetangganya.&lt;br /&gt;Tiket hanya tersedia untuk kelas executive saja.  &lt;br /&gt;Ammar pun beli tiket untuk penerbangan minggu berikutnya. &lt;br /&gt;Ia memesan dari saat itu supaya bisa lebih murah. Tiket sudah ditangan, dan jadwal terbang masih minggu depan. &lt;br /&gt;Ammar sedikit kebingungan dengan nasibnya.&lt;br /&gt;Tadi pagi ia tidak sarapan karena sudah tidak sanggup lagi menahan malu sama temannya, siang inipun belum ada celah untuk makan siang. Tapi baginya ini bukan hal pertama. Ia hampir terbiasa dengan kebiasaan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan dzuhur bergema..&lt;br /&gt;Semua Toko Toko, Supermarket, Bank, dan Kantor Pemerintah serentak menutup pintu dan menguncinya. Security Kota berjaga jaga di luar kantor kantor, menunggu hingga waktu Shalat berjamaah selesai.&lt;br /&gt;Ammar tergesa menuju sebuah masjid di pusat kota Riyadh.&lt;br /&gt;Ia mengikatkan tas kosongnya di pinggang, kemudian mengambil wudhu.. memabasahi wajahnya yang hitam legam, mengusap rambutnya yang keriting dengan air.&lt;br /&gt;Lalu ia masuk mesjid. &lt;br /&gt;Shalat 2 rakaat untuk menghormati masjid. &lt;br /&gt;Ia duduk menunggu mutawwa memulai shalat berjamaah.&lt;br /&gt;Hanya disetiap shalat itulah dia merasakan kesejukan, &lt;br /&gt;Ia merasakan terlepas dari beban Dunia yang menindihnya, hingga hatinya berada dalam ketenangan ditiap menit dalam sujudnya.&lt;br /&gt;Disanalah ia biasanya mengadu kepada kekasihnya.. &lt;br /&gt;Ia mewarnai setiap sujudnya dengan isakan ketulusan, menghambakan dirinya kepada Allah azza wajala.. &lt;br /&gt;Shalat telah selesai.&lt;br /&gt;Ammar masih bingung untuk memulai langkah. &lt;br /&gt;Penerbangan masih seminggu lagi. &lt;br /&gt;Ditangannya hanya ada selembar tiket.. &lt;br /&gt;Sakunya telah kering dari minggu lalu. Semua uang yang ia dapati dari hasil kerjanya satu bulan terakhir dikirim kerumah untuk makan anak anak dan istrinya. &lt;br /&gt;Ia diam. &lt;br /&gt;Dilihatnya beberapa mushaf al Qur'an yang tersimpan rapi di pilar pilar mesjid yang kokoh itu. Ia mengmbil salah satunya, bibirnya mulai bergetar membaca taawudz dan menikmati al Qur'an hingga adzan Ashar tiba menyapanya. &lt;br /&gt;Selepas Maghrib ia masih disana.&lt;br /&gt;Beberapa hari berikutnya, ia memutuskan untuk tinggal disana hingga jadwal penerbangan ke Sudan tiba.&lt;br /&gt;Ammar memang telah terbiasa bangun awal di setiap harinya. &lt;br /&gt;Seperti pagi itu, ia adalah orang pertama yang terbangun di sudut kota itu. &lt;br /&gt;Ammar mengumandangkan suara indahnya memanggil jiwa jiwa untuk shalat, membangunkan seisi kota saat fajar menyingsing menyapa.&lt;br /&gt;Adzannya memang khas.Hingga bukan sebuah kebetulan juga jika Prince di kota itu juga terpanggil untuk shalat Subuh berjamaah disana.&lt;br /&gt;Adzan itu ia kumandangkan disetiap pagi dalam sisa seminggu terakhirnya di kota Riyadh.&lt;br /&gt;Hingga jadwal penerbanganpun tiba.&lt;br /&gt;Ditiket tertulis jadwal penerbangan ke Sudan jam 05:23am, artinya ia harus sudah ada di bandara jam 3 pagi atau 2 jam sebelumnya.&lt;br /&gt;Ammar bangun lebih awal dan pamit kepada pengelola masjid, untuk mencari bis menuju bandara King Abdul Azis Riyadh yang hanya berjarak kurang dari 30 menit dari pusat Kota.&lt;br /&gt;Amar sudah duduk diruang tunggu dibandara.&lt;br /&gt;Penerbangan sepertinya sedikit ditunda, 15 menit sudah berlalu dari jadwal ia terbang. Kecemasan mulai meliputinya.&lt;br /&gt;Hatinya pilu, ia harus pulang kenegerinya tanpa uang sedikitpun,&lt;br /&gt;Padahal lima tahun ini tidak sebentar, tapi ia tidak gentar. Lima tahun itu ia lalui dengan sisa sisa kesabarannya, ia lega karena sudah berusaha semaksimal mungkin. Ia memahami bahwa dunia ini hanya persinggahan.&lt;br /&gt;Ia tidak pernah mencemari kedekatannya dengan pemilik Alam semesta ini dengan keluhan. Ia tetap berjalan tertatih memenuhi kewajiban kewajibannya, sebagai Hamba Allah, sebagai Imam dalam keluarga dan ayah buat anak anaknya.&lt;br /&gt;Diantara lamunan kecemasannya, ia dikejutkan oleh suara yang memanggil manggil namanya. Suara itu datang dari speaker dibandara tersebut, rasa kagetnya belum hilang Ammar dikejutkan lagi oleh sekelompok berbadan tegap yang menghampirinya.&lt;br /&gt;Mereka membawa Ammar ke mobil tanpa basa basi, mereka hanya berkata "Prince memanggilmu".&lt;br /&gt;Ammarpun semakin kaget jika ia ternyata mau dihadapkan dengan Prince.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prince adalah Putra Raja, kerajaan Saudi tidak hanya memiliki satu Prince. Prince dan Princess mereka banyak tersebar hingga ratusan diseluruh jazirah Arab ini. Mereka memilii Palace atau Istana masing masing.&lt;br /&gt;Keheranan dan ketakutan Ammar baru sirna ketika ia sampai di Mesjid tempat ia menginap seminggu terakhir itu, disana pengelola masjid itu menceritakan bahwa Prince merasa kehilangan dengan Adzan fajar yang biasa ia lantunkan.&lt;br /&gt;Setiap kali Ammar adzan Prince selalu bangun dan merasa terpanggil..&lt;br /&gt;Hingga ketika adzan itu tidak terdengar lagi, Prince merasa kehilangan. Saat mengetahui bahwa sang Muadzin itu ternyata pulang kenegerinya Prince langsung memerintahkan pihak bandara untuk menunda penerbangan dan segera menjemput Ammar yang saat itu sudah mau terbang.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ammar sudah berhadapan dengan Prince. &lt;br /&gt;Prince menyambut Ammar dirumahnya, dengan beberapa pertanyaan tentang alasan kenapa ia tergesa pulang ke Sudan?&lt;br /&gt;Amarpun menceritakan bahwa ia sudah lima tahun di Kota Riyadh ini, tapi tidak pernah mendapatkan kesempatan kerja dengan gaji yang cukup untuk menghidupi keluarganya. &lt;br /&gt;Prince mengangguk nganguk, ia bertanya: "Berapakah gajihmu dalam satu bulan?"&lt;br /&gt;Amar kebingungan, karena gaji yang ia terima tidak pernah tetap. Bahkan sering ia tidak punya gaji sama sekali, bahkan berbulan bulan tanpa gaji dinegeri ini. &lt;br /&gt;Prince memakluminya.&lt;br /&gt;Beliau bertanya lagi: "Berapa gaji paling besar dalam sebulan yang pernah kamu terima?"&lt;br /&gt;Dahi Ammar berkerut mengingat kembali catatan hitamnya selama lima tahun kebelakang. Ia lalu menjawabnya dengan malu: "Hanya SR 1.400", jawab Ammar. &lt;br /&gt;Prince langsung memerintahkan sekretarisnya untuk menghitung uang.&lt;br /&gt;1.400 Real itu dikali dengan 5 tahun (60 bulan) dan hasilnya adalah SR 84.000 (Setara Rp. 184. 800.000).&lt;br /&gt;Saat itu juga bendahara Prince menghitung uang dan menyerahkannya kepada Amar.&lt;br /&gt;Tubuh Amar bergetar melihat keajaiban dihadapannya.&lt;br /&gt;Belum selesai bibirnya mengucapkan Al Hamdalah...&lt;br /&gt;Prince baik itu menghampiri dan memeluknya seraya berkata: &lt;br /&gt;"Aku tahu, cerita tentang keluargamu yang menantimu di Sudan..&lt;br /&gt;Pulanglah temui istri dan anakmu dengan uang ini. Lalu kembali lagi setelah 3 bulan. Saya siapkan tiketnya untuk kamu dan keluargamu kembali ke Riyadh. &lt;br /&gt;Jadilah Bilall dimasjidku.. hiduplah bersama kami di Palace ini"&lt;br /&gt;Ammar tidak kuasa lagi menahan air matanya.&lt;br /&gt;Ia tidak terharu dengan jumlah uang itu, uang itu memang sangat besar artinya di negeri Sudan yang miskin.&lt;br /&gt;Ammar menangis karena keyakinannya selama ini benar, Allah sungguh sungguh memperhatikannya, kesabarannya selama lima tahun ini diakhiri dengan cara yang indah.&lt;br /&gt;Ammar tidak usah lagi membayangkan hantaman sinar matahari disiang hari yang membakar kulitnya. Ammar tidak usah lagi memikirkan kiriman tiap bulan untuk anaknya yang tidak ia ketahui akan ada atau tidak.&lt;br /&gt;Semua berubah dalam sekejap!&lt;br /&gt;Lima tahun itu adalah masa yang lama bagi Ammar. &lt;br /&gt;Tapi masa yang teramat singkat untuk kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;Nothing Imposible for Allah, &lt;br /&gt;Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah..&lt;br /&gt;Bumi inipun Milik Allah,..&lt;br /&gt;Alam semesta, Hari ini dan Hari Akhir serta Akhirat berada dalam Kekuasaan Nya.&lt;br /&gt;Inilah buah dari kesabaran dan keikhlasan. &lt;br /&gt;Ini adalah cerita nyata yang tokohnya belum beranjak dari kota ini, saat ini Ammar hidup cukup dengan sebuah rumah di dalam Palace milik Prince.&lt;br /&gt;Sungguh ia dianugerahi oleh Allah di Dunia ini hidup yang baik, ia menjabat sebagai Muadzin di Masjid Prince Saudi Arabia di pusat kota Riyadh.&lt;br /&gt;Tidak sadar mata saya berkaca kaca.. &lt;br /&gt;Iqbal yang berceritapun terlihat mengeluarkan sapu tangan dan mengusapkan kewajahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah buah dari kesabaran. &lt;br /&gt;‎"Jika sabar itu mudah, tentu semua orang bisa melakukannya. &lt;br /&gt;Jika kamu mulai berkata sabar itu ada batasnya, itu cukup berarti pribadimu belum mampu menetapi kesabaran karena sabar itu tak ada batasnya. Batas kesabaran itu terletak didekat pintu Syurga dalam naungan keridhaan Nya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar". (Al Fushilat 35) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahuakbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Allah dengan segala Firman Nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-2441702077475931893?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/2441702077475931893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/11/keajaiban-sabar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/2441702077475931893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/2441702077475931893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/11/keajaiban-sabar.html' title='Keajaiban Sabar'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-6895605379653483751</id><published>2011-11-17T15:33:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T15:40:05.195+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Hati-Hati Berkata pada si Buah Hati</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-a4SrpKIy1iI/TsTIRSUcLsI/AAAAAAAAAj4/b0jGim_OpM0/s1600/words.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 290px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-a4SrpKIy1iI/TsTIRSUcLsI/AAAAAAAAAj4/b0jGim_OpM0/s400/words.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675881629694570178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kata-Kata Negatif Bisa Membunuh Karakternya yang Baik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-6895605379653483751?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/6895605379653483751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/11/hati-hati-berkata-pada-si-buah-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6895605379653483751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6895605379653483751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/11/hati-hati-berkata-pada-si-buah-hati.html' title='Hati-Hati Berkata pada si Buah Hati'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-a4SrpKIy1iI/TsTIRSUcLsI/AAAAAAAAAj4/b0jGim_OpM0/s72-c/words.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-9206938922800283354</id><published>2011-11-04T08:21:00.002+07:00</published><updated>2011-11-04T08:24:49.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya?</title><content type='html'>Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus, dan yang miskin bablas miskin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa orang kaya semakin kaya ?, karena begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial?&lt;br /&gt;Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa orang miskin bablas miskin ?&lt;br /&gt;Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang belajar, beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan dijawab dengan kejujuran masing-masing dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber: Tung Desem Waringin&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-9206938922800283354?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/9206938922800283354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/11/mengapa-orang-kaya-semakin-kaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/9206938922800283354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/9206938922800283354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/11/mengapa-orang-kaya-semakin-kaya.html' title='Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya?'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-3646408852311959705</id><published>2011-11-03T13:06:00.007+07:00</published><updated>2011-11-09T11:00:05.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Indonesia'/><title type='text'>Lari Kencang Menteri Dahlan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2011/10/dahlan-iskan2.jpg"&gt;&lt;img style="float:center; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 644px; height: 352px;" src="http://www.hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2011/10/dahlan-iskan2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kehilangan Fadel Muhammad,Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II hasil reshuffle mendapatkan Dahlan Iskan. Dahlan, seperti Fadel, adalah seorang “doer”. Larinya kencang, matanya jeli,dan yang lebih penting lagi, ia tahu mana yang jadi prioritas yang harus segera diputuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat nasabah yang diangkat menjadi bankir atau bankir yang diangkat menjadi juru runding debitur yang tengah bermasalah,Dahlan Iskan tahu apa yang dirasakan masing-masing BUMN.Doing from the other side of the table! Kini Dahlan harus berunding dengan “bank” yang membinanya, praktis jurus- jurus yang dipegang “bank”ada di tangannya. Dari direksi BUMN yang biasa diberi arahan oleh kementerian yang basisnya adalah birokrasi, kini ia berada di sisi birokrasi. Yang harus ia benahi adalah kantor kementeriannya agar “in line” dan “senafas”dengan BUMN yang dituntut berkinerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nafas Berbeda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Kementerian BUMN didirikan,dan aset-aset BUMN dipisahkan dari Direktorat Pembinaan BUMN – Departemen Keuangan,sebenarnya sudah ada banyak kemajuan. Menteri Tanri Abeng,profesional, yang datang bersama-sama CEO terkemuka Indonesia (Robby Djohan dan Abdul Gani) melakukan gebrakan riil. Laksamana Sukardi,yang juga mantan CEO meneruskan membawa lebih banyak lagi para praktisi ke dalam BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era Sofyan Djalil,selain ditanamkan prinsip-prinsip good governance, ia juga agresif membawa masuk CEO profesional ke dalam BUMN. Namun, seperti memindahkan ikan samudera ke dalam “fresh water”yang biasa dihuni ikan-ikan air tawar, tidak semua ikan-ikan hiu itu survive. Sebagian mabuk sempoyongan. Hiu yang biasa mengarungi samudera luas melawan predator- predator raksasa kini harus hidup bersama-sama ikanikan konsumsi yang larinya tak sekencang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlari kencang, terlalu banyak dinding yang harus diterjang.Melihat agresivitasnya, pemilik kolam yang tak biasa melaut sering dibuat kecut. Alih-alih membuat ikan-ikan konsumsi berlari lebih cepat, ikan-ikan samuderalah yang direm, dijadikan ikan kolam. Beberapa CEO yang lari kencang itu akhirnya tak bisa bertahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung,masih ada orang-orang hebat yang mampu mengembangkan “jurus- jurus” yang lebih adaptif. Hotbonar Sinaga (Jamsostek), Ignasius Jonan (KAI), Agus Martowardojo &amp; Zulkifli Zaini (Bank Mandiri), Richard Jose Lino (Pelindo II),Pasoroan Herman Harianja (Pelindo IV),Gatot M Suwondo ( BNI), Sofyan Basir (BRI),dan tentu saja Dahlan Iskan yang sukses memimpin PLN adalah sebagian contoh CEO yang lari kencang di BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping mereka tentu juga beberapa direksi yang lahir dari dalam BUMN yang sama kencang larinya. Dari mereka itulah kita belajar ada dua masalah yang harus segera diselesaikan. Pertama, bagaimana menyelaraskan “nafas” antara kantor kementerian dan BUMN itu sendiri. Kedua,bagaimana membina agar BUMN yang belum dikelola dengan baik bisa lari lebih kencang lagi. Untuk masalah yang pertama, bolanya memang ada di pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau BUMN mau dibuat maju, kantor kementerian dululah yang harus direformasi menjadi holding BUMN yang dikelola secara lebih profesional dari BUMN yang dibinanya. Kantor kementerian ini nafasnya tidak boleh sama dengan kementerian-kementerian lainnya yang terperangkap oleh,maaf, “kultur kucing”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kucing” adalah metafora yang saya gunakan dalam buku Cracking Zoneuntuk menggambarkan kantor-kantor yang bergerak lambat atau setengah lambat seperti petugas di kantor- kantor kelurahan atau kecamatan. Toiletnya kumuh dan tempat parkirnya semrawut menandakan tak ada pemimpin yang peduli pada pelayanan. Seragam-seragam petugasnya lusuh, ikat pinggang satpam kedodoran pertanda kurang diberi makan. Resepsionis bekerja malas-malasan pertanda tak ada supervisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 5 sore sebagian besar pegawai sudah gelisah ingin pulang, tak ada leadership. Politisi dibiarkan menekan dan banyak dapat bisnis, pertanda ambisi perorangan dan rasa takut. Budaya korporat “kucing” tentu tidak hanya ada di kantor- kantor kementerian secara umum, tetapi juga masih banyak ditemui di BUMN yang kata para profesional terkesan “malas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing itu betah di rumah, biasa diberi makan, dan kalau tidak diberi makan, ia akan mengorek-ngorek dapurnya sendiri. Dia setia, tapi lamban sekali. Sejak para profesional bergabung di Kantor Kementerian BUMN,harus diakui larinya sedikit lebih kencang, tetapi belum cukup.Kantor ini memang belum didesain agar insaninsannya bisa lari kencang karena nafasnya adalah birokrasi dan kepegawaiannya PNS dengan struktur insentif yang tidak bisa membuatnya bergerak lebih dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Crackership&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menyadari “bangunan” rumahnya yang belum didesain untuk lari kencang, Menteri Dahlan Iskan memilih cara kedua, yaitu membenahi BUMN agar tidak “berbudaya kucing” lagi. Namun, saya kira ia butuh amunisi yang lebih besar,yaitu struktur kantor kementerian yang lebih korporatif.Menpan dan Setneg harus bisa membantu agar Kantor Kementerian BUMN tidak memiliki desain bangunan yang sama dengan Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Dalam Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian-kementerian yang lain adalah cost-center, sedangkan Kementerian BUMN adalah income–generator. Di Singapura saja,BUMN bahkan menyumbang 60% dari GDPnya. Jadi,kalau ingin BUMN sehat dan larinya kencang, kementeriannya harus dibuat lebih otonom dengan kultur korporatif,yaitu kultur cheetah yang siap bertarung, insentifnya harus bagus, gajinya harus “above market price”dengan insentif yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kebebasan untuk bergerak lebih leluasa, dan pegawai-pegawainya tak memerlukan evaluasi serta rekrutmen seperti metode yang dipakai di dunia PNS. Menteri Dahlan Iskan menyentak. Ia berlari sangat kencang. Di surat kabar kita melihat ia sedang menyetir mobil sendiri dan di sebelahnya duduk Wamen BUMN Mahmuddin Yasin. Saya dengar mereka berdua langsung bekerja sesaat setelah dilantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mobil pun berkoordinasi, sedangkan menteri-menteri yang lain masih berjarak dengan wamennya yang masih bingung harus berbuat apa. Para CEO BUMN yang saya temui mengaku menterinya lari kencang. Ini pertanda alignment mulai bekerja. Namun, tuntutannya jelas.BUMN harus fokus, jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk rapat dengan kantor kementerian, dan utamakan profesionalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dalam hitungan hari, Kantor Kementerian BUMN sudah memutuskan tindakantindakan strategis. Berapa besar dana PSO untuk membantu BUMN yang perlu suntikan modal sudah keluar, dan kemarin ia memutuskan untuk menyerahkan aset-aset tidak produktif yang jumlahnya sangat besar di BUMN agar dikelola PT PPA. Aset-aset tidak produktif di BUMN memang banyak sekali sehingga return on assets-nya sangat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Common sense kita mengatakan, punya aset dan tanah yang luas kalau tak punya cash flow yang cukup, aset-aset itu justru menjadi beban. Bagi saya,Dahlan Iskan adalah sosok lain yang dirindukan bangsa ini. A doer is much more needed rather than just a lazy thinker.Seperti yang saya katakan pekan lalu, Indonesia bukanlah kereta api otomatis yang cukup dikemudikan masinis yang hanya bekerja dengan telunjuk jarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah sebuah kapal besar yang perlu digerakkan pemimpin efektif. Jadi bergeraklah para CEO BUMN, ubah budaya kucing menjadi cheetah, dan jadilah crackeryang gesit.Bergeraklah Kantor Kementerian PAN,beri lebih banyak ruang agar Kementerian BUMN bisa lebih hebat dari Khazanah (Malaysia) atau Temasek (Singapura). Selamat bekerja Menteri Dahlan Iskan, semoga Tuhan terus memberi kesehatan dan kebijaksanaan untuk reformasi birokrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RHENALD KASALI&lt;br /&gt;Ketua Program MM UI          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/441094/1/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-3646408852311959705?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/3646408852311959705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/11/lari-kencang-menteri-dahlan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3646408852311959705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3646408852311959705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/11/lari-kencang-menteri-dahlan.html' title='Lari Kencang Menteri Dahlan'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-5088005499017514147</id><published>2011-11-03T12:57:00.006+07:00</published><updated>2011-11-03T13:20:52.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kiat Sukses ala Hideyoshi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://homepage.mac.com/moogoonghwa/Imagine_Prototype/_Images/JPG_Documents/hideyoshi_red.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 311px; height: 520px;" src="http://homepage.mac.com/moogoonghwa/Imagine_Prototype/_Images/JPG_Documents/hideyoshi_red.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam sejarah Jepang, Toyotomi Hideyoshi adalah tokoh spektakuler yang tidak tertandingi dalam mencapai "puncak prestasi". Ia lahir dari keluarga petani miskin, dibelit nasib pahit; berwajah jelek, pendek, dan tak berpendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,setumpuk kemalangan hidup itu tak menjadikan Hideyoshi mengutuk nasib yang membelitnya. Kemiskinan yang menjeratnya ia ubah menjadi keberuntungan dengan mengandalkan otak daripada tubuh, akal daripada senjata, strategi (dan logistik) daripada tombak. Alhasil, ia kemudian mampu meraih puncak karier gemilang; ia menjadi wakil kaisar bukan berdasarkan garis keturunan,melainkan dari kecerdikan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Hideyoshi dalam meraih prestasi–dari seorang petani miskin hingga bisa jadi wakil kaisar–itu mengundang kekaguman. Tak sedikit orang Jepang, terutama dari kalangan bawah,yang ingin tahu tentang rahasia di balik kesuksesan Hideyoshi. Dan di antara orang yang ingin tahu itu adalah Jiro dan Gonsuke.Dua petani muda itu tidak ingin kelak menjadi petani lantaran ia dilahirkan dari keluarga petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain,mereka ingin mengikuti jejak Hideyoshi.Keinginan untuk mengubah nasib itulah yang kemudian membawa keduanya menemui Hideyoshi dengan tujuan ingin mencari kebijaksanaan atau menimba ilmu. Kehadiran kedua petani itu diterima Hideyoshi dengan hormat, apalagi mereka datang tidak untuk mencari pekerjaan, melainkan hendak mencari jalan menuju keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hideyoshi kemudian berbagi kisah perjuangan di balik kesuksesannya, dan di sela-sela kisah perjalanan hidup yang dituturkan itu, Hideyoshi membeberkan tentang kunci sederhana yang membawanya bisa sukses mencapai puncak prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menentukan "tujuan hidup" dengan membayangkan jalan yang akan mengantarkan ke tempat yang diinginkan. Dalam bahasa Hideyoshi, "terbayangkan berarti terjangkau". Artinya, membayangkan sesuatu yang benar-benar mungkin; tahu apa langkah pertama yang harus ditempuh. Ibarat seseorang yang ingin menempuh perjalanan, ia harus memiliki tujuan. Bagi Hideyoshi, kegagalan manusia lebih sering disebabkan oleh ketiadaan tujuan yang jelas dibandingkan dengan ketiadaan kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memupuk rasa bersyukur. Menurut Hideyoshi,"rasa bersyukur" itu akan mendatangkan keberuntungan, dan perbuatan baik yang dilakukan seseorang akan mendatangkan kebaikan (balik) kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mengenali bakat (yang terpendam).Keberhasilan itu tidak datang dengan sendirinya. Ia muncul karena pengabdian seseorang dalam mengerahkan bakat (keterampilan) yang dia miliki dan usahanya sendiri. Padahal,seseorang tak bisa mengharapkan ia akan disegani orang lain jika ia tidak mengembangkan dan menguatkan kemampuan yang ada dalam dirinya. Dan itu yang membuat ia meraih keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, usaha akan menentukan hasil. Usaha setengah- setengah akan membuahkan hasil setengah,usaha baik membuahkan hasil baik,tapi usaha yang luar biasa akan membuahkan hasil yang luar biasa. Usaha luar biasa itulah satu cara untuk mendapatkan "keberuntungan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima,kerja sama akan melahirkan keberhasilan. Di mata Hideyoshi, tak ada seseorang di dunia ini yang bisa berhasil meraih puncak prestasi dengan sendirian. Ia membutuhkan bantuan dan uluran tangan orang lain.Seorang pemipin pun dapat meraih jabatan tinggi lantaran bantuan dari mitra dan bawahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/439984/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-5088005499017514147?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/5088005499017514147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/11/kiat-sukses-ala-hideyoshi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/5088005499017514147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/5088005499017514147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/11/kiat-sukses-ala-hideyoshi.html' title='Kiat Sukses ala Hideyoshi'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-3895888007208512886</id><published>2011-11-02T08:11:00.005+07:00</published><updated>2011-11-02T08:58:29.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Tips Murah Rezeki</title><content type='html'>Abu Yazid Al Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam dan keningnya selalu berkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan murung lelaki itu mengadu,”Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya tak pernah lepas saya beribadah kepada Allah. Orang lain sudah lelap, saya masih bermunajat. Isteri saya belum bangun, saya sudah mengaji. Saya juga bukan pemalas yang enggan mencari rezeki. Tetapi mengapa saya selalu malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru menjawab sederhana, “Perbaiki penampilanmu dan ubahlah roman mukamu. Tahukah engkau? Rasulullah SAW adalah penduduk dunia yang miskin, namun wajahnya tak pernah keruh dan selalu ceria. Sabda baginda(Rasulullah SAW, salah satu tanda penghuni neraka ialah muka masam yang membuat orang curiga kepadanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu tertunduk. Ia pun berjanji akan memperbaiki penampilannya. Mulai hari itu, wajahnya senantiasa berseri. Setiap kesedihan diterima dengan sabar, tanpa mengeluh. Alhamdullilah, sesudah itu ia tak pernah datang lagi untuk berkeluh kesah. Keserasian selalu dijaga. Sikapnya ramah,wajahnya senantiasa mengulum senyum bersahabat. Roman mukanya berseri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika Imam Hasan Al Basri berpendapat, awal keberhasilan suatu pekerjaan adalah roman muka yang ramah dan penuh senyum.Bahkan, Rasulullah SAW menegaskan, senyum adalah sedekah paling murah tetapi paling besar pahalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula seorang suami atau seorang isteri. Alangkah celakanya rumah tangga jika suami isteri selalu berwajah tegang. Begitu juga celakanya persahabatan sekiranya dikalangan mereka saling tidak berteguran. Sebab tak ada persoalan yang diselesaikan dengan mudah melalui kekeruhan dan ketegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati yang tenang, pikiran yang dingin dan wajah cerah, Insya Allah, apa pun persoalannya, niscaya dapat diatasi. Inilah yang dinamakan keluarga sakinah, yang di dalamnya penuh dengan cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berikut ini tips untuk menarik rezeki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan-amalan ini menjadi sebab Allah (SWT) melimpahkan hamba-Nya dengan keluasan rezeki dan rasa kaya dengan pemberian-Nya. Allah (SWT) memberi jalan buat setiap hamba-Nya untuk memperolehi rezeki dalam pelbagai bentuk untuk kebaikan dunia dan akhirat. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Menyempatkan Diri Beribadah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah (SWT) tidak menyia-nyiakan pengabdian diri hamba-Nya, seperti firman-Nya dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembah-Ku maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kefakiranmu.” (Riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Hurairah r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Memperbanyak Istighfar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istighfar adalah rintihan dan pengakuan dosa seorang hamba di depan Allah (SWT), yang menjadi sebab Allah (SWT) jatuh kasih dan kasihan pada hamba-Nya, lalu Dia berkenan melapangkan jiwa dan kehidupan si hamba. Sabda Nabi s.a.w.: “Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah (SWT) akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas r.a..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Meninggalkan Perbuatan Dosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istighfar tidak laku di sisi Allah (SWT) jika masih berbuat dosa. Dosa bukan saja membuat hati resah malah, tetapi juga menutup pintu rezeki. Sabda Nabi s.a.w.: “… dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki karena dosa yang dibuatnya.” (Riwayat at-Tirmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Senantiasa Ingat Allah (SWT)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak ingat Allah (SWT) membuat hati tenang dan kehidupan terasa lapang. Ini rezeki yang hanya Allah (SWT) beri kepada orang beriman. Firman-Nya: “(Yaitu) orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah (SWT). Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah (SWT) hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Berbakti dan Mendoakan Ibu Bapak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah s.a.w. berpesan agar siapa yang ingin panjang umur dan ditambah rezekinya, hendaklah berbakti kepada ibu bapaknya dan menyambung tali kekeluargaan. Baginda s.a.w. juga bersabda: “Siapa berbakti kepada ibu bapaknya maka kebahagiaanlah buatnya dan Allah (SWT) akan memanjangkan umurnya.” (Riwayat Abu Ya’ala, at-Tabrani, al-Asybahani dan al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendoakan ibu bapak juga menjadi sebab mengalirnya rezeki, berdasarkan sabda Nabi s.a.w.: “Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya, niscaya terputuslah rezeki (Allah (SWT)) daripadanya.” (Riwayat al-Hakim dan ad-Dailami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Berbuat Baik dan Menolong Orang yang Lemah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat baik kepada orang yang lemah ini termasuk menggembirakan dan membantu orang tua, orang sakit, anak yatim dan fakir miskin, juga isteri dan anak-anak yang masih kecil. Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan karena orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Menunaikan Hajat Orang Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunaikan hajat orang menjadi sebab Allah (SWT) lapangkan rezeki dalam bentuk tertunainya hajat sendiri, seperti sabda Nabi s.a.w.: “Siapa yang menunaikan hajat saudaranya maka Allah (SWT) akan menunaikan hajatnya…” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Banyak Bershalawat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hadis yang menganjurkan bershalawat jika hajat atau cita-cita tidak tertunai karena selawat itu dapat menghilangkan kesusahan, kesedihan, dan kesukaran serta meluaskan rezeki dan menyebabkan terlaksananya semua hajat. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. BerBuat Kebajikan Sebanyak-Banyaknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata: “Sesungguhnya kebajikan itu memberi cahaya kepada hati, kemurahan rezeki, kekuatan jasad dan disayangi oleh makhluk yang lain. Sedangkan kejahatan menggelapkan rupa, menggelapkan hati, melemahkan tubuh, sempit rezeki, dan makhluk lain mengutuknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Berpagi-Pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rasulullah s.a.w., berpagi-pagi (memulai aktivitas harian sebaik-baiknya setelah selesai solat Subuh berjamaah) adalah amalan yang berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;11. Menjalin Silaturrahim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w. bersabda: “Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya.” (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;12. Melazimi Kekal Berwudhu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Arab desa menemui Rasulullah s.a.w. dan meminta pedoman mengenai beberapa perkara, termasuk ingin dimurahkan rezeki oleh Allah (SWT). Baginda s.a.w. bersabda: “Senantiasalah berada dalam keadaan bersih (dari hadas) niscaya Allah (SWT) akan memurahkan rezeki.” (Diriwayatkan oleh Sayidina Khalid al-Walid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;13. Bersedekah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekah mengundang rahmat Allah (SWT) dan menjadi sebab Allah (SWT) membuka pintu rezeki. Nabi s.a.w. bersabda kepada Zubair bin al-Awwam: “Hai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu ada di Arasy, yang dikirim oleh Allah (SWT) azza wajalla kepada setiap hamba sebagai nafkahnya. Maka siapa yang memperbanyak pemberian kepada orang lain, niscaya Allah (SWT) membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah (SWT) menyedikitkan baginya.” (Riwayat ad-Daruquthni dari Anas r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;14. Membiasakan Shalat Malam (Tahajud)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keterangan bahwa amalan solat tahajjud memudahkan memperoleh rezeki, menjadi sebab seseorang itu dipercaya dan dihormati orang, serta doanya dimakbulkan Allah (SWT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;15. Membiasakan Shalat Dhuha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan solat Dhuha yang dibuat waktu orang sedang sibuk dengan urusan dunia (aktivitas harian), juga mempunyai rahsia tersendiri. Firman Allah (SWT) dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;16. Bersyukur Kepada Allah (SWT)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur artinya mengakui segala pemberian dan nikmat dari Allah (SWT). Lawannya adalah kufur nikmat. Allah (SWT) berfirman: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."(Ibrahim: 7.) Firman-Nya lagi: “… dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Ali Imran: 145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;17. Mengamalkan Zikir dan Bacaan Ayat Quran Tertentu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zikir dari ayat-ayat al-Quran atau asma’ul husna selain menenangkan, menjenihkan, dan melunakkan hati, ia mengandungi fadilah khusus untuk keluasan ilmu, terbukanya pintu hidayah, dimudahkan faham agama, diberi kemanisan iman, dan dilapangkan rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu nama Allah (SWT), al-Fattah (Maha Membukakan) dikatakan dapat menjadi sebab dibukakan pintu rezeki jika diwiridkan selalu; misalnya dibaca “Ya Allah (SWT) ya Fattah” berulang-ulang, diiringi doa: “Ya Allah (SWT), bukalah hati kami untuk mengenali-Mu, bukalah pintu rahmat dan keampunan-Mu, ya Fattah ya `Alim.” Ada juga hadis menyebut, siapa amalkan baca surah al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kepapaan. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;18. Berdoa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa menjadikan seorang hamba dekat dengan Allah (SWT), bergantung dan mengharap pada rahmat dan pemberian dari-Nya. Dalam al-Quran, Allah (SWT) menyuruh kita meminta kepada-Nya, niscaya Dia akan perkenankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;19. Berikhtiar Semampunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa berusaha, dia akan dapat. Ini sunnatullah. Dalam satu hadis sahih dikatakan bahwa Allah (SWT) berikan dunia kepada orang yang dicintai-Nya dan yang tidak dicintai-Nya, tapi agama hanya Allah (SWT) beri kepada orang yang dicintai-Nya saja. (Riwayat Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, dan al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang beriman, tentulah dia perlu mencari sebab-sebab yang bisa membawa kepada  murah rezeki dalam skup yang luas. Misalnya, hendak tenang dibacanya Quran, hendak dapat anak yang baik dididiknya sejak anak dalam rahim, hendak sehat dijaganya makanan dan makan yang baik dan halal, hendak dapat tetangga yang baik dia sendiri berusaha jadi baik, hendak rezeki berkah dijauhinya yang haram, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;20. Bertawakal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tawakal, seseorang itu akan direzekikan rasa kaya oleh Allah (SWT). Firman-Nya: “Barang siapa bertawakal kepada Allah (SWT), niscaya Allah (SWT) mencukupkan keperluannya).” (At-Thalaq: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah (SWT) dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemua yang disebut di atas adalah amalan-amalan yang membawa kepada takwa. Dengan takwa, Allah (SWT) akan beri “jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkan), dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak terlintas di hatinya.” (At-Talaq: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, bagi orang Islam, untuk murah rezeki dalam artikata yang sebenarnya, kuncinya adalah berbuat amalan-amalan takwa. Amalan-amalan ini menjadi sebab jatuhnya kasih sayang Allah (SWT), lalu Allah (SWT) limpahi hamba-Nya dengan keluasan rezeki dan rasa kaya dengan pemberian-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://finance.groups.yahoo.com/group/cerdasfinansial/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-3895888007208512886?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/3895888007208512886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/11/tips-murah-rezeki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3895888007208512886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3895888007208512886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/11/tips-murah-rezeki.html' title='Tips Murah Rezeki'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-6472337317019913633</id><published>2011-10-27T16:58:00.002+07:00</published><updated>2011-10-27T17:00:54.585+07:00</updated><title type='text'>Pidato Steve Jobs, CEO Apple Inc.</title><content type='html'>Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya – yang hanya pegawai rendahan – habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama, semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya – saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali – saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cerita Ketiga Saya: Kematian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar”. Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu – semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal – tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma – yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog”, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish”. (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt; http://kokopre.com/other/steve-jobs-apple/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-6472337317019913633?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/6472337317019913633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/pidato-steve-jobs-ceo-apple-inc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6472337317019913633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6472337317019913633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/pidato-steve-jobs-ceo-apple-inc.html' title='Pidato Steve Jobs, CEO Apple Inc.'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-8725839843046469338</id><published>2011-10-27T08:34:00.002+07:00</published><updated>2011-10-27T16:30:46.289+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Indonesia'/><title type='text'>Fadel Muhammad</title><content type='html'>Tulisan Pak &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rhenald Kasali&lt;/span&gt; di Harian Seputar Indonesia, 27 oktober 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.wartaekonomi.co.id/foto_berita/41Fadel%20Muhammad,%20Reekspor%20Ikan%20Impor%20Ilegal%20(Jajang%20YH).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 413.5px; height: 310px;" src="http://www.wartaekonomi.co.id/foto_berita/41Fadel%20Muhammad,%20Reekspor%20Ikan%20Impor%20Ilegal%20(Jajang%20YH).jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi saya tidak mengenalnya, bahkan bertemu saja baru satu kali. Itu pun di sebuah forum resmi, dalam diskusi tentang ekonomi kelautan yang diselenggarakan Radio Smart FM di Medan beberapa bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejak Indonesia kehilangan Jusuf Kalla sebagai ”pendobrak” dan ”penggerak” ekonomi yang tidak pernah diam dalam ide, saya menemukan sosok ”bergerak” pada Fadel Muhammad. Selain tangannya dingin, kakinya ringan bergerak. Seperti yang sering saya katakan kepada para ekonom muda, ekonomi Indonesia ini bukannya kereta api otomatis yang cuma butuh jari untuk dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi kita adalah sebuah kapal besar yang tak akan bergerak kalau hanya dipikirkan. Ekonomi kita butuh a real entrepreneur yang piawai menggerakkan, melakukan breaktrough dan siap berperang melawan para mafioso. Jadi, pemimpin seperti inilah yang kita butuhkan, bukan harus dikurangi, tetapi perlu diperbanyak. Sayang kalau kita mengabaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berperang Melawan Belenggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadel mengagetkan kita saat dia maju berperang melawan ”beruang-beruang ekonomi” yang memaksa Indonesia melakukan impor komoditas tradisional yang banyak dikonsumsi rakyat. ”Beruangberuang” itu tidak hanya memasukkan barang, melainkan juga menyodorkan data-data yang sudah dipoles yang seakan- akan kita sudah kekurangan segala komoditas dari beras, daging sapi,sampai garam, dan bawang merah. Pokoknya semua kurang dan mengancam inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apalagi kalau bukan harus impor? Kita melihat Fadel maju ke depan membongkar kontainerkontainer berisi ikan kembung yang diselundupkan ke pasar Indonesia. Bukan cuma ikan kembung. Ternyata ikan lele dari Malaysia yang sangat mudah dikembangbiakkan di sini juga membanjiri pasar domestik melalui perbatasan Kalimantan, Pelabuhan Belawan, dan pelabuhan-pelabuhan penting lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ikan kembung dia bergerak menyelamatkan industri garam rakyat yang bertahuntahun digempur para importir bangsa sendiri. Impor-impor seperti itu jelas sangat berbahaya bagi masa depan bangsa ini.Harga impornya boleh sangat murah, dipasarkan dengan dumping atau tidak, tetapi perlahan-lahan mematikan ekonomi rakyat yang tersebar di seluruh pesisir Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertanian terpuruk, kini petambak garam pun dibunuh bangsa sendiri. Fadel-lah yang menuntut agar harga dasar garam rakyat dinaikkan. ”Kalau petambak hanya menerima Rp325 per kilogram, bagaimana mereka bisa hidup?”gugatnya.Dia pun mengusulkan agar dinaikkan menjadi Rp900.Petambak garam tentu senang dan mereka bisa kembali bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kabar itu tak berlangsung lama karena kita mendengar Kementerian Perdagangan hanya mau menaikkan sampai ke Rp700. Itu pun beredar kabar ada saja pejabat—yang berdalih atas nama pasar bebas—tak mau tanda tangan. Petambak bisa jadi senang kepada Fadel, tetapi importir dan pemberi lisensi impor belum tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau petambak garam dimanjakan Presiden, mereka bisa kembali menyekolahkan anak-anaknya dan makannya bisa lebih terasa enak.Mereka akan giat berproduksi dan impor garam akan hilang. Apakah benar inflasi akan terjadi hanya karena harga garam naik? Beberapa orang meragukannya, pasalnya harga dari petani yang rendah tidak menjamin harga kepada konsumen ikut rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan impor murah sekalipun hanya menjadi alasan bagi importir untuk menguasai pasar.Harga akhir yang dibayar konsumen pun tetap saja tinggi. Lantas kalau harga dasar petambak dinaikkan, bagaimana nasib importir? Tentu mereka tidak tinggal diam. Menteri Perdagangan—atas nama perjanjian dagang yang dipayungi WTO—dan kita semua yang pernah belajar teori ekonomi, boleh saja percaya pada kompetisi dan pasar bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi secara moralitas,tak ada bangsa yang secara tulus dan ikhlas membuka pasarnya secara bebas,murni 100%. Hanya bangsa yang bodohlah yang membiarkan pintunya dibuka lebar-lebar dan membiarkan ”beruang-beruang ekonomi” menari-nari memorak- porandakan pasar domestiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pasar timbal-baliknya dibarikade dengan standar dan peraturanperaturan yang tidak bisa ditembus. Anda tentu masih ingat betapa sulitnya produkproduk kelautan kita menembus pasar Amerika dan Eropa. Ketika Indonesia membuka pasar perbankan begitu leluasa bagi bank-bank asing,misalnya, Bank Mandiri kesulitan membuka satu saja cabangnya di Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi membuka cabang dan jaringan ATM. Di Eropa kita juga melihat betapa sengitnya bangsa-bangsa yang percaya pada pasar bebas membuka pasar industri keju lokalnya dari gempuran keju buatan Kraft yang diproduksi secara massal. Di Amerika Serikat masih dalam ingatan kita pula, barikade diberikan kepada China saat CNOOC (China National Offshore Oil Corporation) berencana membeli perusahaan minyak Amerika (UNOCAL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah anggota kongres menekan Presiden Bush (2005) agar pemerintah membatalkan proposal China tersebut. Keju,minyak,udang,kopi,kertas, minyak sawit, atau tekstil sekalipun selalu dihadang masuk kalau industri suatu bangsa terancam. Jadi apa yang terjadi dengan lisensi impor di negeri ini? Sebuah keluguan atau kesengajaan? Bisakah kita memisahkan perdagangan dari pertahanan dan keamanan kalau wujudnya sudah mengancam kehidupan? Siapa peduli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pro-Poor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sangat mengejutkan saat pekan lalu kita membaca Fadel Muhammad tidak lagi menjalankan tugas negara sebagai menteri kelautan dan perikanan. Sebagai warga negara kita mungkin terlalu rewel untuk mempersoalkan pencopotannya sebab semua itu adalah hak Presiden. Tetapi bagi seorang yang menjalankan misi Presiden yang pro poor–pro growth dan pro job, saya kira pantas kalau nada sesal layak kita ungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia justru diganti karena membela kepentingan rakyat, pro-poor. Ibaratnya dia tengah berada di garis depan melawan ”beruang-beruang ekonomi” yang hanya memikirkan keuntungan sesaat dengan ”membeli” lisensi impor yang mematikan hak hidup rakyat jelata. Saya sebut mereka ”beruang ekonomi”karena seperti yang dikatakan Fadel, sesendok garam itu asin,tapi sekapal garam adalah manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya beruanglah yang mampu mengendus rasa manis itu. Tahukah ”beruang-beruang ekonomi”itu bahwa petambakpetambak garam dan nelayan adalah penjaga perbatasan yang melindungi negeri dari segala serangan. Apa jadinya negeri ini bila hidup mereka dilupakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah lebih baik menjaga pertahanan perbatasan dengan memberikan kapal-kapal yang bagus dan pekerjaan yang menarik kepada para nelayan daripada membeli kapal perang yang tak pernah cukup untuk menjaga bibir-bibir pantai yang begitu luas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang mengejutkan publik sebenarnya adalah mengapa bukan ucapan terima kasih dan bintang yang disematkan pada Fadel; melainkan serangkaian ucapan defensif dari kelompok-kelompok tertentu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, melalui tulisan ini, saya justru ingin memberi motivasi yang tulus agar Fadel Muhammad tidak berhenti sampai di sini,melainkan terus berkarya bagi kaum papa, petani-petani garam, dan para nelayan yang ”kalah” bukan dari persaingan bebas, melainkan dari ”beruang-beruang ekonomi”yang menjual negeri melalui lisensi impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin sejati tidak memimpin hanya karena dipanggil tugas.Pemimpin sejati bertugas karena panggilan. Saya senang membaca berita bahwa Fadel telah kembali bekerja dengan Yayasan Garamnya. Selamat bergabung di sektor ketiga. Inilah sektor kemandirian yang bekerja murni untuk memberantas kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sektor non-APBN yang memanggil orang-orang yang mau berjuang tanpa pamrih. Asosiasi Kewirausahaan Sosial yang saya pimpin tentu senang menyambut Fadel.Saya percaya Fadel pasti bisa berbuat lebih besar karena dia punya kekuatan perubahan yang justru tak dimiliki politisi lain. Simpati besar dari rakyat untuk Fadel layak kita sematkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/439235/38/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-8725839843046469338?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/8725839843046469338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/fadel-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/8725839843046469338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/8725839843046469338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/fadel-muhammad.html' title='Fadel Muhammad'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-1350599312345784967</id><published>2011-10-25T13:07:00.000+07:00</published><updated>2011-10-25T13:10:21.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Nikmat yang Terlupakan</title><content type='html'>Ya Allah, sementara masih ada orang-orang yang tidur hanya beratapkan langit…&lt;br /&gt;Aku bisa tidur di dalam rumah yang terlindung dan tidak bocor. &lt;br /&gt;Ya Allah, sementara masih ada orang-orang yang makan sehari sekali, bahkan dengan makanan basi…&lt;br /&gt;Aku bisa makan 3 kali sehari dengan nasi hangat dan lauk mengandung gizi.&lt;br /&gt;Ya Allah, sementara masih ada orang-orang yang berjalan kaki berkilo-kilo meter untuk bekerja, bahkan dengan membawa beban…&lt;br /&gt;Aku bisa ke tempat kerja tanpa kelelahan mengendarai motor yang berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;Ya Allah, sementara ada orang-orang yang terbaring sakit lemah tak berdaya…&lt;br /&gt;Aku diberikan kesehatan untuk melakukan aktivitas tanpa kepayahan.&lt;br /&gt;Ya Allah, sementara ada orang-orang yang cacat tubuhnya…&lt;br /&gt;Aku dikarunia tubuh yang lengkap dan normal.&lt;br /&gt;Ya Allah, ampuni hamba yang sering mengeluh…&lt;br /&gt;Ampuni hamba yang sering merasa kurang…&lt;br /&gt;Ampuni hamba yang jarang bersyukur…&lt;br /&gt;Ampuni hamba yang sering melupakan nikmat-Mu...&lt;br /&gt;Jadikan hati ini, hati ini yang merasa cukup atas pemberian-Mu&lt;br /&gt;Jadikan hati ini hati yang penuh terima kasih kepada rahmat-Mu&lt;br /&gt;Berikanlah hamba hidayah dan kekuatan untuk membalas rasa syukur hamba pada-Mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-1350599312345784967?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/1350599312345784967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/nikmat-yang-terlupakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/1350599312345784967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/1350599312345784967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/nikmat-yang-terlupakan.html' title='Nikmat yang Terlupakan'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-8214723507756136377</id><published>2011-10-20T16:10:00.000+07:00</published><updated>2011-10-21T09:41:05.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Bertahan Meski Sakit Untuk Meraih Kemenangan</title><content type='html'>Mengubah suatu sistem, kultur, atau kebiasaan dalam sebuah organisasi, perusahaan, instansi, atau bahkan negara amat sulit jika dilakukan oleh orang biasa, seperti bawahan, karyawan atau pegawai biasa yang tidak punya jabatan. Namun, akan lain ceritanya kalau itu dilakukan oleh orang yang memimpin organisasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya cerita tentang seseorang yang rela bertahan dalam sistem yang tidak disukainya, tapi dengan motivasinya yang kuat untuk bisa mengubah sistem tersebut, dia pun akhirnya keluar sebagai pemenang. Meskipun dalam organisasi yang tidak begitu besar, hal ini bagi saya sesuatu yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masa mahasiswa, saya mengikuti organisasi Resimen Mahasiswa. Seperti namanya, resimen mahasiswa memang sebuah organisasi semi militer, dididik dengan cara disiplin militer. Junior harus hormat kepada Senior, tidak boleh membantah, terlebih lagi terhadap komandan. Namun, hal ini sering disalahgunakan oleh senior-senior untuk mengerjai atau memanfaatkan juniornya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah pada masa saya masuk menjadi anggota resimen mahasiswa, hal-hal tidak mengenakkan seperti itu (dalam arti dikerjai senior) boleh dibilang tidak ada lagi. Meski disiplin dan berdasarkan garis komando, para senior tetap menghargai juniornya. Keadaan seperti ini merupakan jasa salah seorang komandan kami yang bernama Pak Aji.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Pak Aji masuk sebagai anggota menwa, jika ia atau teman-temannya yang lain berkunjung ke posko Menwa, maka oleh seniornya mereka disuruh-suruh, seperti disuruh cuci piring dan lain-lain, boleh dibilang senior pada saat itu sewenang-wenang pada Junior. Dalam hati kecil Pak Aji, dia tidak menyukai hal itu. Dan dalam pikirannya pula ini tidak sesuai dengan predikatnya sebagai mahasiswa. Menurut Pak Aji meskipun dilatih militer, namun cara berpikir berpikir dan berperilaku juga mesti sesuai dengan intelektualitas mahasiswa. Dalam hatinya dia bertekad, akan mengubah budaya yang semena-mena itu. Meskipun tak suka dengan cara seniornya memperlakukan hal tersebut, Pak Aji tetap bertahan dalam Menwa dan bertekad akan menjadi komandan Menwa di kampus kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata, seiring waktu, impian Pak Aji terwujud, dia menjadi komandan Resimen Mahasiswa di kampus kami. Dia ubah cara-cara bertindak yang mengutamakan otot dan semena-mena menjadi cara yang lebih bijaksana, lebih manusiawi, dan lebih sesuai dengan cara berpikir mahasiswa yang mengutamakan intelektualitas dalam bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah salah satu kisah yang berkesan dalam hidup saya, tentang seseorang yang bertahan meski disakiti, tetapi kemudian menjadi pemenang. Semoga bermanfaat… (:&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-8214723507756136377?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/8214723507756136377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/bertahan-meski-sakit-untuk-meraih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/8214723507756136377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/8214723507756136377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/bertahan-meski-sakit-untuk-meraih.html' title='Bertahan Meski Sakit Untuk Meraih Kemenangan'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-1976542337560759480</id><published>2011-10-18T08:02:00.000+07:00</published><updated>2011-10-18T08:06:37.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Kehidupan'/><title type='text'>Jodoh oh Jodoh</title><content type='html'>Jodoh merupakan misteri, hanya Allah, Tuhan kita yang tahu siapa yang nantinya akan menjadi pendamping kita. Karena misteri, maka tak jarang yang namanya jodoh itu membuat terlontar kata-kata dari mulut kita, seperti, “kok bisa ya sama dia?”, atau “Wah, nggak nyangka ya?” atau kata-kata lain yang bernada keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya akan bercerita tentang kisah jodoh yang mungkin cukup unik. Ini cerita tentang sahabat saya yang bernama Tono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tono, menurut saya orang yang cukup gigih dalam pdkt (pendekatan) terhadap cewek. Boleh dibilang, selama kuliah ada saja cewek-cewek manis yang didekatinya, walaupun gak ada yang berakhir dengan serius :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, setelah Tono mendapat pekerjaan yang boleh dibilang cukup mantap, Tono pun mulai mencari cewek untuk dijadikan pendamping hidupnya kelak. Selain itu, godaan cewek-cewek di kota besar seperti Surabaya menurutnya cukup luar biasa. Yah, untuk menyelamatkan separuh agama, dia pun bertekad untuk menjalani hubungan serius sampai menikah. Dia pun berkenalan dengan seorang wanita yang cukup menarik. Dan Tono pun jatuh cinta. Gilanya, meskipun si cewek ini berada di Jonggol, Bogor, sedang si Tono berada di Surabaya, apel malam minggunya tetap di lakoni. Hampir tiap weekend ketika Tono libur, dia pun naik kereta dari Surabaya menuju Jonggol. Mungkin, inilah apel malam minggu terjauh di dunia, hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Tono pun memutuskan untuk melamar cewek itu. Keluarga Tono pun datang ke Jonggol untuk melamar, dan lamaran Tono pun diterima. Bulan pernikahan pun telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata mimpi indah Tono tak bertahan lama. Angan-angan untuk menikahi cewek yang dicintainya pupus. Beberapa lama setelah lamaran, ada hal yang membuat hatinya gelisah, marah, kecewa, yang mendorongnya untuk membatalkan pernikahannya dengan cewek yang telah dilamarnya. Dan Tono, tanpa ragu, dengan ditemani wakil dari keluarganya menarik lamarannya dan membatalkan pernikahan, plus mengambil uang belanja untuk pernikahan yang telah diserahkannya pada keluarga wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa sebenarnya….? Ini semua gara-gara 4 huruf, yaitu U A N G. Ya, ternyata ibu dari si cewek menyinggung-nyinggung uang belanja pernikahan yang diberikan Tono, sang ibu menganggap uang tersebut kecil alias kurang. Selain itu, ternyata selama ini ibu itu sebenarnya sudah punya pilihan untuk anaknya yang lebih tajir alias kaya dari si Tono. Dan cewek itu pun kelihatannya juga tidak bisa membela Tono di depan ibunya. Harga diri si Tono pun terusik, dan akhirnya muncullah keputusan pahit itu.&lt;br /&gt;Namun, Tono tetap bertekad menikah pada bulan yang ditentukan, lalu bagaimana dengan pengantin wanitanya? Tono mencari wanita lain untuk menjadi pengantin wanitanya. Hehehe… dahsyat kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, ada satu cewek yang mungkin bisa menjadi pengantin wanita “pengganti”. Cewek ini menurut Tono tidak secantik calon sebelumnya, tapi dia menurut Tono, cewek yang baik dan menyukainya atau boleh dibilang mencintai Tono, meskipun Tono tidak mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merenung, Tono pun seperti mendapat pencerahan, ya kira-kira begini kesimpulan dari hasil perenungannya, “Lebih baik aku menikah dengan cewek yang mencintaiku apa adanya, daripada aku menikah dengan cewek yang aku cintai, aku kejar-kejar, tapi dia tidak mencintaiku apa adanya,”.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, pada bulan yang ditentukan, Tono pun menikah dengan wanita yang mencintainya apa adanya, bukan ada apanya… (:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akad nikah diselenggarakan di masjid Agung Surabaya. Dan sekarang Tono makin berbahagia karena sudah dianugerahi seorang anak laki-laki yang sehat dan lincah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah salah satu kisah jalan menuju pernikahan yang cukup unik. Semoga bermanfaat… :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-1976542337560759480?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/1976542337560759480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/jodoh-oh-jodoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/1976542337560759480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/1976542337560759480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/jodoh-oh-jodoh.html' title='Jodoh oh Jodoh'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-2268270441641628143</id><published>2011-10-10T08:25:00.000+07:00</published><updated>2011-10-10T08:44:52.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Nabi Muhammad'/><title type='text'>Kelahiran Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>Rasulullah, Nabi Muhammad SAW (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) dilahirkan di tengah keluarga Bani Hasyim di Makkah pada hari Senin pagi, tanggal 12 Rabi’ul Awal, permulaan tahun dari peristiwa gajah atau bertepatan dengan tahun 571 M. Ayahnya bernama Abdullah, ibunya bernama Aminah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Sa’d meriwayatkan, bahwa ibu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Aminah, berkata, “Setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku, menyinari istana-istana di Syam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad juga meriwayatkan dari Al-Arbadh bin Sariyah, yang isinya serupa dengan perkataan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan ada beberapa bukti pendukung kerasulan, bertepatan dengan saat kelahiran beliau, yaitu runtuhnya 10 balkon istana Kisra (Persi), dan padamnya api yang biasa disembah orang-orang Majusi serta runtuhnya beberapa gereja di sekitar Buhairah setelah gereja-gereja itu ambles ke tanah. Yang demikian itu diriwayatkan oleh Al-Baihaqy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Aminah melahirkan, dia mengirim utusan ke tempat Abdul Muthalib (kakek Nabi) untuk menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran cucunya. Kemudian, Abdul Muthalib dengan perasaan suka-cita membawa cucunya ke dalam Ka’bah, seraya berdoa kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Abdul Mutholib memberikan nama Muhammad kepada cucunya, sebuah nama yang belum pernah ada di kalangan Arab. Nabi Muhammad SAW dikhitan pada hari ketujuh, seperti yang biasa dilakukan orang-orang Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita pertama yang menyusui beliau setelah ibundanya adalah Tsuwaibah, hamba sahaya Abu Lahab, yang kebetulan sedang menyusui anaknya yang bernama Masruh, yang sebelum itu wanita ini juga menyusui Hamzah bin Abdul Muthalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi yang berjalan di kalangan bangsa Arab yang relatif sudah maju, mereka mencari wanita-wanita yang bisa menyusui anak-anaknya, sebagai langkah untuk menjauhkan anak itu dari penyakit yang biasa menjalar di daerah yang sudah maju, agar tubuh bayi menjadi kuat, otot-ototnya kekar, dan agar keluarga yang menyusui bisa melatih bahasa Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi Muhammad SAW disusui Tsuwaibah, Abdul Muththalib meminta kepada seorang wanita dari Bani Sa’d bin Bakr agar menyusui cucunya. Wanita itu bernama Halimah bin Abu Dzu’aib atau dikenal dengan Halimah As-Sa’diyah, istri dari Al-Harits bin Abdull Uzza, yang berjuluk Abu Kabsyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara Nabi Muhammad SAW satu susuan di sana adalah Abdullah bin Al-Harits, Anisah binti Al-Harits, dan Hudzafah atau Judzamah binti Al-Harits. Halimah juga pernah menyusui Hamzah bin Abdul Muthalib. Jadi, Hamzah adalah saudara sesusuan Rasulullah SAW dari dua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah merasakan barokah yang dibawa Nabi Muhammad SAW sehingga mengundang decak kekaguman. Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Ishaq, bahwa Halimah pernah berkisah, suatu kali dia pergi dari negerinya bersama suami dan anaknya yang masih kecil dan disusuinya, bersama beberapa wanita dari Bani Sa’d. Tujuan mereka adalah mencari anak yang bisa disusui. Dia berkata, “Itu terjadi pada masa paceklik. Tak banyak kekayaan kami yang tersisa. Aku pergi sambil naik keledai betina putih milik kami dan seekor onta yang sudah tua dan tidak bisa diambil air susunya lagi. Sepanjang malam kami tidak pernah tidur karena harus meninabobokan bayi kami yang terus menerus menangis karena kelaparan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami serombongan tiba di Makkah dan kami langsung mencari bayi yang bisa kami susui. Setiap wanita dari rombongan kami yang ditawari Nabi Muhammad SAW pasti menolaknya karena beliau adalah anak yatim. Tidak mengherankan, sebab kami memang mengharapkan  imbalan yang cukup memadai dari bapak bayi yang hendak kami susui. Kami semua berkata, “Dia adalah anak yatim. Tidak ada pilihan bagi ibu dan kakek beliau karena kami memang tidak menyukai keadaan seperti itu. Setiap wanita dari rombongan kami sudah mendapatkan bayi yang disusuinya, kecuali aku sendiri. Tatkala kami sudah siap-siap untuk kembali, aku berkata pada suamiku, “Demi Allah, aku tidak ingin kembali bersama teman-temanku wanita tanpa membawa seorang bayi yang kususui. Demi Allah, aku benar-benar akan mendatangi anak yatim itu dan membawanya.”&lt;br /&gt;“Memang ada baiknya jika engkau melakukan hal itu. Semoga saja Allah mendatangkan barakah bagi kita pada diri anak itu,” kata suamiku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Halimah melanjutkan penuturannya, “Maka aku pun menemui bayi itu dan aku siap membawanya. Tatkala menggendongnya seakan-akan aku tidak merasa repot karena membawa beban yang lain. Aku segera kembali menghampiri hewan tungganganku, dan tatkala putting susuku kusodorkan kepadanya, bayi itu bisa menyedot sesukanya dan meminumnya hingga kenyang. Anak kandungku sendiri bisa juga menyedot air susunya sepuasnya hingga kenyang. Setelah itu keduanya tertidur pulas. Padahal sebelum itu kami tidak pernah tidur sepicing pun karena mengurus bayi kami.  Suamiku menghampiri ontanya yang sudah tua. Ternyata air susunya menjadi penuh. Maka kami memerahnya. Suamiku bisa minum air susu onta kami, begitu pula aku, hingga kami benar-benar kenyang. Malam itu adalah  malam yang terasa paling indah bagi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah Halimah, tahukah engkau wahai Halimah, engkau telah mengambil satu jiwa yang penuh barakah,” kata suamiku pada esok harinya.&lt;br /&gt;“Demi Allah, aku pun berharap yang demikian itu,” kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah melanjutkan penuturannya, “Kemudian, kami pun siap-siap pergi dan menunggang keledaiku. Semua bawaan kami juga naikkan bersamaku di atas punggungnya. Demi Allah, setelah kami menempuh perjalanan sekian jauh, tentulah keledai-keledai mereka tidak akan mampu membawa beban seperti yang aku bebankan di atas punggung keledaiku sehingga teman-temanku berkata, “Wahai putri Abu Dzu’aib, celaka engkau! Tunggulah kami! Bukankah itu keledaimu yang pernah engkau bawa bersama kita dulu?”&lt;br /&gt;“Demi Allah, begitulah. Ini adalah keledaiku yang dulu,” kataku.&lt;br /&gt;“Demi Allah, keledaimu itu kini bertambah perkasa,” kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun tiba di tempat tinggal kami di daerah Bani Sa’d, aku tidak pernah melihat sepetak tanah pun milik kami yang lebih subur saat itu. Domba-domba kami menyongsong kedatangan kami dalam keadaan kenyang dan air susunya juga penuh berisi sehingga kami bisa memerahnya dan meminumnya. Sementara orang lain yang memerah air susu hewannya sama sekali tidak mengeluarkan susu walau setetes pun dan kelenjar susunya juga kempes sehingga mereka berkata dengan garang kepada penggembalanya, “Celakalah kalian! Lepaskanlah hewan gembalaan kalian seperti yang dilakukan gembalanya putri Abu Dzu’aib.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, domba-domba mereka pulang ke rumah tetap dalam keadaan lapar dan tak setetes pun mengeluarkan air susu. Sementara domba-dombaku pulang dalam keadaan kenyang dan kelenjar susunya penuh berisi. Kami senantiasa mendapatkan tambahan barakah dan kebaikan dari Allah selama dua tahun menyusui anak susuan kami. Lalu kami menyapihnya. Dia tumbuh dengan baik, tidak seperti bayai-bayi yang lain. Bahkan, sebelum dua tahun pun dia sudah tumbuh pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kami membawanya kepada ibunya, meskipun kami masih berharap agar anak itu tetap berada di tengah-tengah kami karena kami bisa merasakan barakahnya. Maka kami menyampaikan niat ini kepada ibunya. Aku berkata kepadanya, “Andaikan saja engkau sudi membiarkan anak ini tetap bersama kami hingga menjadi besar. Sebab aku khawatir dia terserang penyakit yang biasa menjalar di Makkah.” Kami terus merayu ibunya agar dia berkenan mengembalikan anak itu tinggal bersama kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, Rasulullah SAW kemudian tinggal di tengah Bani Sa’d, hingga berumur empat atau lima tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-2268270441641628143?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/2268270441641628143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/kelahiran-nabi-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/2268270441641628143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/2268270441641628143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/kelahiran-nabi-muhammad-saw.html' title='Kelahiran Nabi Muhammad SAW'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-6102286073510837966</id><published>2011-10-06T14:19:00.000+07:00</published><updated>2011-10-06T14:30:43.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yang Lucu-Lucu'/><title type='text'>Tulisan Lucu di Truk</title><content type='html'>Ini tulisan-tulisan di belakang truk yang bikin ketawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://triatmono.files.wordpress.com/2011/04/safety-hihihi.jpg?w=448&amp;h=387"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 448px; height: 387px;" src="http://triatmono.files.wordpress.com/2011/04/safety-hihihi.jpg?w=448&amp;h=387" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1302592620321000675.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1302592620321000675.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6wWAvMOB4eQ/TL-hL4wKCdI/AAAAAAAAC28/yYEAYr773Fs/s400/10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 391px; height: 223px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6wWAvMOB4eQ/TL-hL4wKCdI/AAAAAAAAC28/yYEAYr773Fs/s400/10.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://refaridwan.files.wordpress.com/2011/03/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://refaridwan.files.wordpress.com/2011/03/2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-6102286073510837966?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/6102286073510837966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/tulisan-lucu-di-truk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6102286073510837966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6102286073510837966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/tulisan-lucu-di-truk.html' title='Tulisan Lucu di Truk'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6wWAvMOB4eQ/TL-hL4wKCdI/AAAAAAAAC28/yYEAYr773Fs/s72-c/10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-7687558785565632322</id><published>2011-10-05T08:48:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T09:02:22.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kisah Kerang Mutiara &amp; Kerang Rebus</title><content type='html'>Kisah nyata dari seorang Jamil Azzaini:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://us.123rf.com/400wm/400/400/tonobalaguer/tonobalaguer1106/tonobalaguer110600520/9941617-caribbean-pearl-inside-clam-shell-over-white-sand-beach-in-a-tropical-turquoise-sea.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 250px;" src="http://us.123rf.com/400wm/400/400/tonobalaguer/tonobalaguer1106/tonobalaguer110600520/9941617-caribbean-pearl-inside-clam-shell-over-white-sand-beach-in-a-tropical-turquoise-sea.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh tujuh tahun yang lalu, keluarga kami tinggal di tengah hutan di Lampung. Kampung terdekat dengan gubuk kami berjarak kurang lebih 2 km. Gubuk itu terbuat dari bambu (gedhek). Agar aman dari serangan binatang buas gubuk kami dibuat panggung. Pohon singkong mengelilingi gubuk yang hanya mempunyai satu tempat tidur itu. Di depan gubuk nan semilir ada sungai kecil dengan aliran air yang sangat jernih. Setiap hari saya bermain air dan mandi bersama adik dan kakak di aliran sungai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan lauk pauk, saya sering memancing ikan di rawa kecil dekat tempat tinggal kami. Suatu saat, ketika saya sedang memancing ikan di rawa, Ayah saya datang dan kemudian duduk di samping saya. "Mil, bapak punya cerita tentang kerang mutiara dan kerang rebus, sambil mancing kamu dengarkan ya," kata bapak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil terus saya memancing, Ia bertutur, "Ketika kerang belia mencari makan dibukalah penutup badannya, ketika itu pasir masuk ke dalam tubuh kerang belia itu. Sang kerang menangis, "Bunda sakit bunda...sakit...ada pasir masuk ke dalam tubuhku." Sang Ibu menjawab, "Sabarlah anakku, jangan kau rasakan sakit itu, bila perlu berikan kebaikan kepada sang pasir yang telah menyakitimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerang beliapun menangis, namun air matanya ia gunakan untuk membungkus pasir yang masuk ke dalam tubuhnya. Hal ini terus menerus ia lakukan. Rasa sakit itupun secara ber-angsur berkurang bahkan kemudian hilang. Ajaibnya, pasir yang membuat sakit tubuh kerang itu justru telah berubah menjadi butiran yang sangat cantik. Ya, pasir yang masuk ke dalam kerang belia itu telah berubah menjadi mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kerang itu dipanen dan kemudian dijual, maka kerang yang berisi sebutir pasir itu harganya mahal. Sementara kerang yang tak pernah merasakan sakitnya pasir dalam tubuhnya, ia menjadi kerang rebus yang dijual murah bahkan di obral di pinggir-pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menarik napas panjang, ayah saya melanjutkan, "Kalau kamu tidak pernah mendapat cobaan dan merasakan rasa sakit, maka kamu akan menjadi kerang rebus atau orang murahan. Tapi kalau kamu mampu menghadapi cobaan, bahkan mampu memberikan manfaat kepada orang lain ketika kamu sedang mendapat cobaan, maka kamu akan menjadi mutiara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku..., kerang rebus dijual obral di pinggir jalan sementara mutiara dijual mahal, diletakkan di tempat terhormat dan dikenakan oleh orang-orang yang terhormat. Hidup adalah pilihan wahai anakku... kamu bisa memilih hendak menjadi kerang mutiara atau kerang rebus, semua terserah kamu." Ayah saya kemudian bertanya, "Kamu memilih menjadi apa, mil?" Maka, segera saya jawab, "Saya ingin menjadi kerang mutiara pak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak, cerita itu sangat mempengaruhi perjalanan hidup saya. Ketika saya sekolah di sekolah lanjutan pertama, saya harus mencari biaya sendiri untuk membayar SPP. Selepas subuh, saya harus pergi ke kebun karet untuk mengambil latex dari perkebunan karet di PTP X. Pekerjaan itu bisa saya tuntaskan sebelum jam tujuh pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dibayar empat ribu perak selama sebulan. Karena pekerjaan itu, aroma tak sedap pasti menempel di tangan saya. Walau dicuci dengan sabun, aroma itu tetap tak hilang. Sesampainya di sekolah, sering tangan itu diludahin teman karena bau yang tak sedap itu. Bahkan, salah satu air ludah teman SMP saya itu pernah mengenai wajah saya. Sayapun menangis. Dalam suasana seperti itu, saya teringat cerita kerang mutiara dan kerang rebus dari ayah saya. Cerita itu telah membuat saya kuat menghadapi penghinaan teman SMP saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya lelah mengayuh sepeda sepanjang 23 km menuju sekolah SMAN Way Halim di Bandar Lampung, sayapun teringat cerita ayah saya. Begitu pula ketika saya diterima kuliah di IPB. Saya dan ayah saya datang ke salah seorang yang kaya di kampung kami. "Alhamdulillah pak, Jamil diterima di IPB. Saya tidak punya uang untuk memberangkatkan dia. Tolong saya dipinjami uang tiga ratus ribu rupiah saja." Ayah saya membuka pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menghisap rokok, tuan rumah itu menjawab, "Wah hebat bisa diterima di IPB, tapi kalau nggak punya uang ya nggak usah panjang angan-angan. Sudah tahu miskin, nggak punya uang lha koq mau kuliah. Baru mau berangkat saja sudah pinjam. Bagaimana nanti biaya bulanannya? Apakah bertahun-tahun mau pinjam uang terus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat ayah saya tertunduk. Saya tak tahu apa yang ada di benak ayah saya ketika itu. Tak terasa butiran air mengalir di pipi. Saya biarkan air mata itu mengalir, sebab saya merasa itu adalah air mata kerang belia yang sedang membungkus pasir yang masuk ke dalam tubuhnya. Saya memang telah memilih untuk menjadi kerang mutiara. Bagaimana dengan Anda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Pak Jamil Azzaini (Inspirator Sukses Mulia)/http://www.jamilazzaini.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-7687558785565632322?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/7687558785565632322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/kisah-kerang-mutiara-kerang-rebus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/7687558785565632322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/7687558785565632322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/kisah-kerang-mutiara-kerang-rebus.html' title='Kisah Kerang Mutiara &amp; Kerang Rebus'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-1000522749140280699</id><published>2011-10-05T08:42:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T08:43:41.524+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Berbeda Bukan Berarti</title><content type='html'>Jika kita tidak berbeda, mungkin kita tidak akan pernah dipertemukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sama-sama putih, aku mungkin akan merindukan hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sama-sama keras, mungkin kita akan patah saat berbenturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sama-sama diam, alangkah sepinya hidup ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak berbeda, mungkin aku akan bosan setengah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang berbeda, tapi bukan berarti tak bisa sejalan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah dan demi surga-Nya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-1000522749140280699?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/1000522749140280699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/berbeda-bukan-berarti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/1000522749140280699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/1000522749140280699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/berbeda-bukan-berarti.html' title='Berbeda Bukan Berarti'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-3088523344161256063</id><published>2011-10-05T08:38:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T08:39:39.023+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tuk Sobatku yang Cantik</title><content type='html'>Sobatku yg Cantik... &lt;br /&gt;Hati Ini Ingin Berbisik... &lt;br /&gt;Tentang Janjiku Dulu... &lt;br /&gt;Tuk Menyayangimu Slalu... &lt;br /&gt;Namun Rasa Itu Tlah Berubah... &lt;br /&gt;Seiring Hati yg Terasah... &lt;br /&gt;Kini Aku Tetap Menyayangimu... &lt;br /&gt;Tapi Bukan Lagi Rasa Yang Itu... &lt;br /&gt;Ku Menyayangmu Karna Dirimu Muslimah... &lt;br /&gt;Saudara Seiman yg Satu Akidah... &lt;br /&gt;Semoga Dirimu Bahagia... &lt;br /&gt;Di Akhirat Mendapat Surga...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-3088523344161256063?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/3088523344161256063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/tuk-sobatku-yang-cantik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3088523344161256063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3088523344161256063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/tuk-sobatku-yang-cantik.html' title='Tuk Sobatku yang Cantik'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-7222405095608304546</id><published>2011-10-05T08:35:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T08:38:32.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tatap Mata Sang Perawan</title><content type='html'>Tatap Mata Sang Perawan  &lt;br /&gt;Halus Menikam Jantung   &lt;br /&gt;Semburatkan Aura Merah  &lt;br /&gt;Gerah...  &lt;br /&gt;Hitamnya Asmara Membius Kalbu  &lt;br /&gt;Membuncahkan Buasnya Nafsu &lt;br /&gt;Racunnya Menyesakkan dadaku  &lt;br /&gt;Pilu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-7222405095608304546?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/7222405095608304546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/tatap-mata-sang-perawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/7222405095608304546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/7222405095608304546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/tatap-mata-sang-perawan.html' title='Tatap Mata Sang Perawan'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-6449042815560199516</id><published>2011-10-05T08:27:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T08:31:04.191+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Pujangga Malam</title><content type='html'>Aku Ini Pujangga Malam  &lt;br /&gt;Mewujud Kala Surya Tenggelam &lt;br /&gt;Saat Jiwa-Jiwa Tlah Lelah  &lt;br /&gt;Saat Raga Mulai Rebah &lt;br /&gt;Syairku Bunyi di Malam Sunyi &lt;br /&gt;Menjerit Keras Membelah Sepi &lt;br /&gt;Temanku Bulan Sabit Hingga Purnama  &lt;br /&gt;Temanku Bintang Kecil Hingga Kejora  &lt;br /&gt;Kupinjam Cahayanya Tuk Nikmati Gelap  &lt;br /&gt;Kupinjam Kesetiaannya Tuk Menemani Hingga Lelap  &lt;br /&gt;Aku Pujangga Malam Ini  &lt;br /&gt;Menghilang Bersama Tetes Embun Pagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-6449042815560199516?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/6449042815560199516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/pujangga-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6449042815560199516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6449042815560199516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/pujangga-malam.html' title='Pujangga Malam'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-6177803706996109476</id><published>2011-10-05T08:25:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T08:27:22.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Aku Jatuh Cinta</title><content type='html'>Aku Jatuh Cinta... &lt;br /&gt;Sumpah! Aku Ingin Memilikimu... &lt;br /&gt;Karena Hati Ini Telah Jatuh... Pada Hati... &lt;br /&gt;Pada Hati yg Jujur... &lt;br /&gt;Pada Hati yg Sederhana... &lt;br /&gt;Pada Hati yg Penuh Kasih... &lt;br /&gt;Pada Hati yg Setia... &lt;br /&gt;Pada Hati yg Ikhlas... &lt;br /&gt;Pada Hati yg Sabar... &lt;br /&gt;Pada Hati yg Tegar... &lt;br /&gt;Pada Hati yg Selalu Bersyukur... &lt;br /&gt;Pada Hati yg Cinta Keadilan... &lt;br /&gt;Pada Hati yg Menjunjung Tinggi Kebenaran... &lt;br /&gt;Pada Hati yg Bercahaya... &lt;br /&gt;Yang bergetar Ketika Nama Rabb-nya Disebut... &lt;br /&gt;Aku Menyebutmu 'Hati-Hati yg Baik'... &lt;br /&gt;Dan Sungguh, Aku Ingin Mendekapmu... Hingga Akhir Hidupku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-6177803706996109476?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/6177803706996109476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/aku-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6177803706996109476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6177803706996109476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/10/aku-jatuh-cinta.html' title='Aku Jatuh Cinta'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-1892032253354554306</id><published>2011-05-18T09:10:00.000+07:00</published><updated>2011-10-03T15:59:45.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>MUHAMMAD AMIN AL HUSAINI DAN KEMERDEKAAN RI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://eramuslim.com/fckfiles/image/husaini.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 5px 5px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 241px;" src="http://eramuslim.com/fckfiles/image/husaini.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku sesama muslim, mungkin ada di antara kita yang sering bertanya, mengapa kita mesti ikut memikirkan Palestina dan membantunya? Alasan pertama karena mayoritas warga Palestina adalah muslim, jika mereka dilukai maka selayaknyalah kita sebagai sesama muslim berempati merasakan penderitaan saudara seiman kita di Palestina. Alasan yang kedua adalah seperti yang dikemukakan oleh tulisan berikut yang saya copy dari situs KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : H. Ferry Nur S.Si, Sekjen KISPA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Muhammad Amin Al Husaini seorang ulama yang kharismatik, mujahid, mufti Palestina yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap kaum muslimin serta negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia, walaupun pada saat itu beliau sedang berjuang melawan imperialis Inggris dan Zionis yang ingin menguasai kota Al Quds, Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau memiliki nama lengkap Muhammad Amin bin Muhammad Thahir bin Musthafa Al Husaini gelar Mufti Falestin Al Akbar (Mufti Besar Palestina), lahir di Al Quds pada tahun 1893. Diangkat menjadi mufti Palestina pada tahun 1922 menggantikan saudaranya Muhammad Kamil Al Husaini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ulama yang berilmu dan beramal, memiliki wawasan yang luas, kepedulian yang tinggi, Syekh Muhammad Amin Al Husaini mengetahui dan merasakan penderitaan kaum muslimin di Asia dan Afrika, termasuk Indonesia akibat penjajahan yang dilakukan kaum kolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan terhadap kaum muslimin dan negeri-negeri muslim untuk merdeka dari belenggu penjajahan senantiasa dilakukan oleh Syekh Muhammad Amin Al Husaini, termasuk dukungan bagi kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tidak ada suatu negara dan pemimpin dunia yang berani memberi dukungan secara tegas dan terbuka terhadap  kemerdekaan bangsa  Indonesia, maka dengan keberaniannya, Syekh Muhammad Amin Al Husaini mufti Palestina  menyampaikan selamat atas kemardekaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kispa.org/UserFiles/mufti-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:center; margin:0 0 5px 5px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 510px; height: 380px;" src="http://www.kispa.org/UserFiles/mufti-2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, didalam bukunya yang berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Penerbit Bulan Bintang Jakarta, 1980, hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Syekh Muhammad Amin Al Husaini secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebagai contoh, pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al Husaini (melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Muhammad Amin Al Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa bersejarah tersebut  tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini. Sehingga tidak mengherankan ada suara yang sumir, minor, bahkan sinis ketika ada anak negeri ini membantu perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka, membebaskan tanah airnya dan masjid Al Aqsha dari belenggu penjajah Zionis Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kispa.org/UserFiles/mufti-3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 516px; height: 463px;" src="http://www.kispa.org/UserFiles/mufti-3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa kita mikirin negeri Palestina? Negeri sendiri saja banyak masalah!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ungkapan orang yang egois, orang yang berpikiran parsial, orang yang wawasannya hanya dibatasi teritorial yang sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat tersebut diatas merupakan gambaran orang yang tidak pandai bersyukur, orang yang tidak pandai berterima kasih, ibarat pepatah mengatakan, ”seperti kacang lupa dengan kulitnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah pentingnya mengenal dan mengetahui sejarah, sehingga tidak mudah dibodohi orang, ada kata-kata hikmah, “orang yang tahu sejarah akan punya ‘izzah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang paling banyak bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling banyak berterima kasih kepada manusia”. (HR. Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak dianggap bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia”.(HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita berfikir dan merenung, kenapa Indonesia, negeri yang subur dan memiliki sumberdaya alam  yang melimpah, sumber daya manusia yang potensial tidak dapat memberikan kesejahteraan kepada rakyat? Mungkin salah satu sebabnya adalah karena kita tidak pandai bersyukur, tidak pandai berterima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah peringatan Allah dalam Al Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".(QS: Ibrahim/14:7).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjuang tanpa kenal lelah, Syekh Muhammad Amin Al Husaini wafat pada tanggal 4 Juli 1974, di makamkan di pekuburan Syuhada’, Al Maraj, Beirut, Libanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin dan tokoh pergerakan Islam menangisi kepergian ulama pejuang, pendukung kemerdekaan Indonesia, mufti pembela tanah waqaf Palestina, penjaga kemuliaan masjid Al Aqsha.&lt;br /&gt;Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahannya, menerima amal jihadnya dalam membela tempat suci kaum muslimin, kota Al Quds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.kispa.org/index.php/view/berita/datetimes/2008-08-19+11:48:43&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-1892032253354554306?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/1892032253354554306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/05/muhammad-amin-al-husaini-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/1892032253354554306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/1892032253354554306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/05/muhammad-amin-al-husaini-dan.html' title='MUHAMMAD AMIN AL HUSAINI DAN KEMERDEKAAN RI'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-4040949097557363961</id><published>2011-03-23T14:50:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:58:10.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>Siswi 5 SD Jadi CEO Perusahaan Bernilai Rp 4 M</title><content type='html'>Ini dia anak kecil yang bisa menjadi inspirator bisnis bagi orang dewasa. Anak kecil aja bisa :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH sukses dibuat bocah perempuan kelas lima SD di Amerika Serikat. Pada pagi hari, Hannah Altman menjalankan tugasnya sebagai pelajar. Pada malam hari, dia didapuk menjadi CEO untuk perusahaan keluarga bernilai USD500 ribu (Rp4 miliar lebih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hannah bertugas mengawasi situs online-nya, Hannah's Cool World. Situs ini menjual berbagai alat untuk anak seperti penutup pensil, penghapus, risleting dekoratif, dan berbagai mainan dan hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hannah’s memiliki 12 ribu pelanggan di dunia, dan telah mengirimkan produk ke Italia, Israel, Norwegia, Spanyol, Australia dan Selandia Baru. Saat diluncurkan pada 2009, situs ini menjual 250 ribu penutup pensil seperti dikutip dari Huffingtonpost, Selasa (22/3/2011). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogcdn.com/smallbusiness.aol.com/media/2011/03/10-year-old-430jc317111.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 430px; height: 300px;" src="http://www.blogcdn.com/smallbusiness.aol.com/media/2011/03/10-year-old-430jc317111.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hannah's Cool World adalah bagian dari IBeOn, perusahaan yang dimiliki orangtua Hannah, Rick dan Lauren Altman. Nama situs orangtua Hannah adalah CoolZips, yang menjual ritsleting dekoratif buatan tangan untuk tas, jaket, ransel, boneka binatang dan sejenisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sukses Hannah dimulai pada 2009. Saat itu, Hannah dan orangtuanya sedang pergi ke restoran. Hannah melihat mesin penjual otomatis penutup pensil. Dia terpaku dan mendesak ayahnya agar membeli penutup pensil dalam jumlah besar. Namun Rick menolak permintaan itu karena menilainya hanya buang-buang uang. Namun karena Hannah terus mendesak, Rick pun rela membeli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan Hannah pun dimulai. Dia ingin memiliki sebuah situs, untuk menjual penutup pensil. Tidak ingin meredam semangat kewirausahaan anak, Rick dan Lauren setuju. Mereka membuat situs bernama Hannah's Cool World dan membeli beberapa iklan Google sehingga pembeli bisa menemukannya ketika mengetik “penutup pensil”. Ternyata, ada pembeli yang tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain waktu, ketika keluarga ini melewati mesin penjual otomatis, sang ayah, Rick menanyakan kepada Hannah, “Coba lihat barang apa yang menarik minatmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjualan penutup pensil dan mainan serta barang lucu dari Hannah's Cool World yang meningkat, menginspirasi Rick menjadikannya bisnis full time. Pada Mei 2010, Rick berhenti dari pekerjaannya untuk bekerja dengan Lauren dan Hannah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Hannah harus bekerja keras, dia tidak kehilangan masa kanak-kanak. Warga West Bloomfield, Michigan ini menghabiskan waktu untuk bisnis keluarga selama lima jam dalam seminggu, atau satu jam dalam sehari setelah sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas utama Hannah adalah mengecek secara online untuk mempelajari barang baru, produk yang sedang in yang berpeluang untuk dijual di situsnya. Terkadang, dia membantu untuk memenuhi pesanan atau menyelesaikan keluhan pembeli. Meski memiliki dua profesi, Hannah mengaku tidak merasa istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak membahas soal itu (pekerjaannya sebagai CEO) di sekolah. Ketika aku bermain dengan teman-teman, mereka melihat mainan yang berbeda di mana saja, apa yang menurut kami keren,” kata Hannah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah mendapat mendapat gaji hingga enam digit, Hannah tetap diperlakukan sederhana oleh orang tuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami akan memberikan uang untuk beberapa hal seperti membeli gitar. Tapi kami berusaha menyimpannya di bank. Bila Anda berusia 10 tahun dan memiliki perusahaan sendiri, dan Anda mampu menghasilkan uang, maka Anda akan menginginkan semuanya,” pungkas Lauren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://kampus.okezone.com/read/2011/03/22/373/437576/siswi-5-sd-jadi-ceo-perusahaan-bernilai-rp4-m&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-4040949097557363961?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/4040949097557363961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/siswi-5-sd-jadi-ceo-perusahaan-bernilai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/4040949097557363961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/4040949097557363961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/siswi-5-sd-jadi-ceo-perusahaan-bernilai.html' title='Siswi 5 SD Jadi CEO Perusahaan Bernilai Rp 4 M'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-3659269583380011247</id><published>2011-03-22T14:54:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:12:55.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Pelopor'/><title type='text'>Kisah Sukses Pendiri Toko Buku Gunung Agung</title><content type='html'>Cerita ini bisa menjadi pelajaran bagi kita bahwa anak bandel mungkin tidak selamanya bandel. Bisa jadi Allah SWT mengubah hatinya suatu saat dan memberikan hidayah di akhir hidupnya. Berikut ini merupakan kisah dari Haji Masagung, pelopor toko buku sekaligus pejuang buku di Indonesia. &lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRHRsgOZsLqgs9IpaSjh8JAo2kJOWJxnpRLenDZPNShR9RUv8Qk0A"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 268px; height: 176px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRHRsgOZsLqgs9IpaSjh8JAo2kJOWJxnpRLenDZPNShR9RUv8Qk0A" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tjio Wie Tay kecil sungguh bandel. Enam puluh lima tahun silam, lelaki kelahiran 8 September 1927 ini suka“mencuri” buku-buku kakaknya untuk dijual ke Pasar Senen, Jakarta Pusat. Bukan karena naluri kriminal. Anak keempat dari lima bersaudara itu melakukannya selain karena himpitan ekonomi, ia juga kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang orang tua.  Maklum, setelah ayahnya, Tjio Koan An, meninggal dunia saat usia Wie Tay baru empat tahun, ibunya, Tjoa Poppi Nio, harus membanting tulang berdagang buah untuk menghidupi keluarga.        &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Saking nakalnya, Wie Tay tak bisa menamatkan sekolah. Padahal, sang ibu sudah mengirimnya ke Bogor. Paling tidak, Wie Tay sudah keluar masuk dua sekolah berbeda. Di kota hujan itu, Wie Tay tinggal bersama keluarga kakeknya yang merupakan pedagang ternama di kawasan Pasar Baru, Bogor. Makin besar, kenakalan Wie Tay makin menjadi. Sang paman pun akhirnya mengusir dia dari Bogor dan harus kembali ke Jakarta. Saat kembali ke ibukota, Wie Tay menemukan kenyataan bahwa keadaan ekonomi ibunya  belum juga membaik. Tak ada jalan lain baginya kecuali harus mencari uang sendiri.  Awalnya, ia kembali ke kebiasaan lama, mencuri buku pelajaran milik kakak demi mendapatkan 50 sen.                              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah stok buku pelajaran yang bisa dicuri habis, Wie Tay mencoba menjadi “manusia karet” di panggung-panggung pertunjukkan rakyat. Dalam buku Bapak Saya Pejuang Buku yang ditulis Ketut Masagung, putra bungsu Wie Tay, Ketut menuturkan  bahwa ayahnya kemudian banting setir menjadi pedagang rokok keliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan modal 50 sen, yang didapat dari  menjual buku curian, Wie Tay merintis usaha berdagang rokok keliling di kawasan Pasar Senen dan Glodok. “Saat itu, Wie Tay mulai rajin menabung. Karena sudah pernah merasakan susahnya mencari uang,” kenang Ketut Masagung. Sebelumnya, Wie Tay remaja nekat menemui Lie Tay San, saudagar rokok besar kala itu. Dari hasil keuntungan yang ditabungnya, dia berhasil membeli meja untuk menggelar dagangan di kawasan Glodok. Oleh karena belum mempunyai kios  sendiri, saat harus menutup “jam operasional toko”, Wie Tay menitipkan meja itu di sebuah toko onderdil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sifat pemberani jualah Wie Tay bisa berkenalan dengan seorang tentara Jepang, yang saat itu mulai meringsek masuk ke wilayah Banten. “Wie Tay sebenarnya mengincar sepeda milik si tentara,” kisah Ketut. Belakangan, si tentara menghibahkan sepeda tersebut kepada Wie Tay. Alhasil, pemuda cerdik itu memiliki alat transportasi pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bikin Kongsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pedagang rokok keliling menyadarkan Wie Tay bahwa di dunia bisnis masih ada tempat bagi pedagang kecil seperti dirinya, yang bisa hidup berdampingan di samping saudagar macam Lie Tay San. Soal pasokan pun, ia tak lagi bergantung pada  saudagar itu. Sebab, Wie Tay menemukan  pemasok rokok yang menawarkan harga cukup bersaing di Pasar Pagi. Di komunitas pedagang Senen, Wie Tay  berkenalan dengan The Kie Hoat, yang bekerja di perusahaan rokok Perola, salah satu merek rokok laris kala itu. Persahabatan dengan Kie Hoat membuat Wie Tay makin akrab dengan saudagar Tay San. Suatu ketika, Kie Hoat mendapatkan tawaran bisnis dari koleganya, yakni menggarap pemasaran rokok Perola. Ketika saudagar Tay San masih ragu, Wie  Tay yang amat belia dalam bisnis justru  mengambil peluang emas itu. Wie Tay yakin mampu menjual cepat produk keluarga kakeknya yang merupakan pedagang perusahaan itu dan memperoleh laba besar. Prediksi Wie Tay benar. Tapi, sayangnya, Kie Hoat justru dipecat dari Perola karena dinilai melanggar aturan perusahaan, karena menjual rokok ke pihak luar yang bukan distributor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib buruk yang diterima Kie Hoat tidak mengakhiri persahabatan tiga pemuda tadi. Pada 1945, mereka mendirikan usaha bersama bernama Tay San Kongsie. Bidang usaha perusahaan tersebut tak hanya rokok, tapi juga bir cap Burung Kenari dan buku-buku impor dari Belanda. Tak dinyana, dagangan buku impor justru lebih laku. Saat  itu, mereka berjualan dengan menggelar  lapak di lapangan Kramat Bunder, tak jauh dari rumah Tay San. Selanjutnya, mereka membuka toko berukuran 3 x 3 meter persegi dan kemudian diperluas menjadi 6 x 9 meter persegi. “Oleh karena penjualan dari buku amat besar, tiga serangkai itu memutuskan  untuk berhenti berdagang rokok dan bir, demi fokus menjajakan buku dan alat tulis kantor (ATK),” tulis Ketut dalam bukunya. Untuk mendapatkan buku-buku impor itu, Wie Tay rajin mendatangi rumah orang-orang Belanda yang hendak meninggalkan Indonesia. Biasanya, sekali mengetuk pintu, Wie Tay berhasil memborong puluhan buku berbahasa Belanda dengan harga miring.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian, mereka menegaskan status badan hukum perusahaan mereka menjadi Firma Tay San Kongsie.  Saham mayoritas (40%), tentu saja dimiliki Tay San, porsi saham sisanya menjadi milik Kie Hoat (27%) dan Wie Tay (33%). Meski secara usia termasuk paling muda, Wie Tay dipercaya memimpin firma itu.                       &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, Wie Tay  berkeinginan untuk membesarkan usaha. Apalagi, setelah dirinya menikahi Hian Nio,   gadis pujaannya, pada 13 Mei 1951. “Wie Tay mengusulkan kepada kedua rekan untuk menambah modal usaha. Tapi, Tay San    keberatan,” kata Ketut. Di kemudian hari, Tay San tetap mengelola toko buku di lapangan Kramat Bunder, yang kini menjelma menjadi Toko Buku Kramat Bundar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kebesaran Sang Gunung Besar &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9ceMhdWy5eA/TV9xE2R8dUI/AAAAAAAAAgU/_4DfFvSbfMw/s200/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-9ceMhdWy5eA/TV9xE2R8dUI/AAAAAAAAAgU/_4DfFvSbfMw/s200/images.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan modal Rp500, Wie Tay dan Kie Hoat mendirikan perusahaan dengan bentuk badan  hukum NV. Setelah lama mencari nama  untuk tokonya, Wie Tay mencoba menerjemahkan nama Tay San ke dalam Bahasa Indonesia. Ia mendapati nama Gunung Besar atau Gunung Gede. Tapi, Wie  Tay mengubahnya sedikit menjadi Gunung Agung. Bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-26, pada 8 September 1953, Wie Tay meresmikan NV Gunung Agung, sebuah toko di jalan Kwitang No.  13, kawasan Kwitang dikenal sebagai ‘tempat jin buang’ anak alias sepi banget. Baru setelah berdiri toko Gunung Agung, kawasan Kwitang menjadi hidup. Di  hari peresmian NV Gunung Agung, Wie Tay dan Kie Hoat menggelar pameran buku. Saat itu, mereka berhasil memamerkan 10.000 buku. Setahun sesudahnya, di hari jadi ke-2, Wie Tay menggelar kembali pameran buku. Tapi, kini berskala nasional dengan tajuk Pekan Buku Indonesia 1954. Di acara tersebut, pria yang sempat menjual buku ini berhasil berkenalan dengan dua tokoh yang amat dikaguminya, Bung Karno dan Bung Hatta.&lt;br /&gt;                                                                                     Masa keemasan Gunung Agung datang dengan cepat. Pesanan dari luar Jakarta terus berdatangan. Tak cuma buku, tapi juga  permintaan akan kertas stensil, pita mesin tik, dan tinta. Melihat kondisi tersebut, Wie Tay  berpikir untuk membina usaha dengan kalangan yang dekat dengan buku, seperti wartawan atau pengarang. Ia lalu membentuk semacam komunitas pecinta sastra. Anggotanya tak cuma wartawan senior, tapi ada juga saudagar yang bergabung. Dasar otak pebisnis, Wei Tay menerbitkan buku-buku hasil karya para anggota komunitasnya. Dan, berkat kedekatannya dengan Bung Karno, toko buku Gunung Agung dipercaya membantu pemerintah menyelenggarakan pameran buku di berbagai kota di Indonesia, tiap tahunnya. Bahkan, pada 1956, atas permintaan pemerintah, toko buku besutan Wei Tay menggelar pameran buku di Malaka dan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari jadinya yang ke-10, toko buku Gunung Agung berpindah ke sebuah gedung megah berlantai tiga di jalan Kwitang No. 6 Jakarta Pusat. Tak tanggung-tanggung, yang meresmikan gedung itu adalah Bung Karno. Sedangkan toko Gunung Agung yang lama kini menjelma menjadi Gedung Idayu dan Toko Walisongo, yang masih tercatat milik Wie Tay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiprah Wie Tay dalam mengawal misi nasionalisme terus berlangsung. Selain menerbitkan dan memasarkan buku-buku karya  dan biografi Bung Karno, macam Di Bawah Bendera Revolusi, Gunung Agung mengisi kebutuhan buku bagi masyarakat Irian Barat saat Trikora. Di propinsi paling barat di wilayah Indonesia, Wie Tay bertemu Herlina, pengarang buku Pending Mas yang kemudian memberi nama Masagung kepada juragan buku itu. Penggantian nama itu lalu disahkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, setelah  Wie Tay pulang dari Irian Barat. "Penerbitan buku-buku Bung Karno inilah yang membawa Gunung Agung Menanjak,” aku Ketut. Pada 1989, keluarga Masagung menyerahkan pengelolaan Gunung Agung kepada profesional, dan mencatatkan diri ke Bursa Efek Jakarta (kini Bursa Efek Indonesia), dua tahun setelahnya. Kini, cucu Masagung, Ryan, mulai dipercaya untuk membantu pengelolaan Gunung Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang usia ke-50, pada 1975, Masagung memutuskan untuk masuk Islam. Alasannya, sebagai pedagang, Masagung merasa hanya memikirkan uang, kedudukan, dan  kehidupan yang nyaman. “Saya takut tenggelam dalam dunia yang berlimpah dan bisa membawa ke dunia maksiat,” tutur Masagung, seperti dikutip buku Saya Memilih Islam karya Abdul Baqir Zein. Setelah pulang dari ibadah haji, lima tahun setelah menjadi mualaf, Masagung mendirikan Yayasan Masagung. Pada Senin, 24 September 1990, seusai salat Subuh, Haji Masagung berpulang ke sang khalik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.majalahduit.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=1136:den&amp;catid=52:cat-buku&amp;Itemid=68"&gt;http://www.majalahduit.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=1136:den&amp;catid=52:cat-buku&amp;Itemid=68&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-3659269583380011247?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/3659269583380011247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/kisah-sukses-pendiri-toko-buku-gunung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3659269583380011247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3659269583380011247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/kisah-sukses-pendiri-toko-buku-gunung.html' title='Kisah Sukses Pendiri Toko Buku Gunung Agung'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-9ceMhdWy5eA/TV9xE2R8dUI/AAAAAAAAAgU/_4DfFvSbfMw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-7559481573109255055</id><published>2011-03-22T14:23:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:13:44.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Ki Manteb Soedarsono, Hidayah Lewat Sang Buah Hati</title><content type='html'>Saya selalu terkesan kepada orang-orang yang mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Berikut ini salah satu kisah masuk islamnya Dalang kondang Ki Manteb Soedarsono. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://farm3.static.flickr.com/2301/1579584748_ca2d8cb27a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:left;cursor:pointer; cursor:hand;width: 480px; height: 330px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2301/1579584748_ca2d8cb27a.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sang Anak Tak Henti-hentinya Mengajak Dia untuk Mengerjakan Shalat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak adalah anugerah Allah yang tak terhingga. Ia bagaikan permata dalam sebuah keluarga. Menghadirkan kesenangan dan kebahagiaan di kala susah. Dan menjadi penghibur di saat sedih. Karena itu, tak lengkap bila kebahagiaan yang dirasakan tanpa kehadiran seorang anak dalam keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang anak, sudah semestinya untuk menaati segala yang diperintahkan kedua orang tuanya, selama perintah itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Lalu, bagaimana bila anak tak mau menuruti kehendak orang tuanya, sementara orang tuanya masih belum menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim? Berdosakah ia (anak itu)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, pertanyaan itu layak diajukan pada dalang kondang, Ki Manteb Sudarsono (60). Bagaimana tidak, bila seharusnya seorang anak berkewajiban untuk taat dan menuruti perintah orang tuanya, ternyata sang anak justru melakukan perlawanan hingga melancarkan aksi mogok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata, aksi mogok anaknya itu, membuat hati Ki Manteb 'Oye' Sudarsono luluh. Dan ia pun 'harus' menuruti kemauan sang anak. Ia takluk. Padahal, dalam keseharian, sang dalang yang pernah dijuluki sebagai dalang setan ini, terbiasa tegar dan teguh saat memainkan anak wayang adegan perang tanding dalam dunia pakeliran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalang kondang yang piawai dalam bidang olah sabethingga dijuluki dalang setan ini tidak kuasa menghadapi gerilya si buah hati, hingga akhirnya memeluk Islam. Perjuangan panjang ditempuh si bungsu, Danang buah perkawinan dengan Srisuwarni (almarhumah). Ketika itu, si bocah baru duduk di kelas tiga sekolah dasar (SD). Namun, bocah berperawakan mungil itu mampu meluluhkan hati sang bapak yang berhati keras dan temperamental dalam bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ki Manteb, saat itu ia tengah duduk termenung di teras rumah di Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Cuaca gerah lantaran sengatan terik matahari persis di atas ubun-ubun. Ia melihat si anak, Danang, dan bocah sebayanya, tengah berjalan kaki di pematang sawah hendak menjalankan shalat Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Wow iya, bocah semono mlaku telung kilometer turut galengan panas-panas neng desa tonggo mung arep shalat Jemuah, (Oh iya, anak segitu jalan kaki tiga kilometer di pematang sawah, panas-panas, ke desa tetangga hanya untuk melaksanakan shalat Jumat),'' batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, keimanan Ki Manteb, masih campur aduk. Islam tidak, Hindu tidak, dan Kristen juga tidak. Melihat anaknya sedang menuju masjid, terenyuh juga hatinya yang keras bagai batu itu. Ia terketuk. Dalam hatinya, ia berkata, Seandainya di dekat rumahnya ada masjid, pasti anaknya tidak lari panas-panas di pematang sawah sambil menggamit kain sarung kalau hanya untuk melaksanakan shalat Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pelaksanaan shalat Jumat, Ki Manteb menghampiri si anak. Ia menyarankan, agar anaknya naik mobil diantar sopir menuju masjid, biar tidak kepanasan. Tak dinyana, sarannya itu ditampik sang anak. Anaknya bersikap acuh. dan mengatakan sesuatu yang sangat menusuk hatinya. ''Mending jalan. Biar jauh jaraknya ke masjid, pasti pahalanya banyak. Saya mau naik mobil, asal bapak juga ikut shalat,'' tegas Danang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan anaknya itu, benar-benar membuatnya harus berpikir keras. Namun, tak sempat ia memberikan jawaban, sang anak sudah pergi. Tinggal dia sendiri sambil termenung. Ia membayangkan sikap anaknya yang  atos (keras) seperti sikapnya selama ini. Ia merasa berat melaksanakan shalat. Jangankan shalat Jumat, shalat lima waktu lainnya pun sering ia tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sikap anaknya yang keras dan mengatakan hanya akan mau naik mobil kalau dia juga shalat, terus membayanginya. Ia lalu berencana untuk membangun masjid di dekat rumahnya. Tak berapa lama kemudian, rencananya itu ia wujudkan dengan membangun masjid. Apalagi, ketika itu kariernya sebagai dalang, juga makin naik pamor. Dan dalam tempo delapan bulan, berdirilah sebuah masjid. Persis di depan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika masjid sudah berdiri, bukannya tambah senang, sebaliknya ia merasa hatinya tambah gundah. Sebab, ia tidak pernah datang ke masjid. Apalagi melakukan shalat di dalamnya. Hampir setiap hari, Ki Manteb jadi bahan ejekan dan olok-olokan rekan seprofesinya. Saban pentas wayang kulit sebulan sekali,  Selasa Legen memperingati hari kelahirannya di rumahnya, ia mesti kena sindir. Setiap dalang yang pentas mengkritik. ''Lha iya, sudah bangun masjid megahnya seperti ini,  kok belum shalat juga,'' sindir para dalang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan sikap Danang. Si kecil ini tak bosan-bosan mengajaknya untuk mendirikan shalat. Bahkan, si bocah yang baru kelas tiga SD itu, meminta bantuan Ki Anom Suroto salah seorang dalang senior agar membujuk bapaknya untuk shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Pakde, mbok bapak diajak shalat. Wong sudah membangun masjid, kok belum shalat juga,'' rayu Danang pada Ki Anom. Dan, dalang kondang asal Solo itu pun terenyuh dengan permintaan Danang. Ia membujuk Ki Manteb untuk mendirikan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keras Bagai Batu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai bujukan dan rayuan, baik dari anaknya maupun rekan sesama dalang, tak menggoyahkan hati Ki Manteb untuk mengerjakan shalat. Ia malah makin kukuh pada keyakinannya. Islam tanpa harus shalat. Hatinya mengeras bagai batu karang. Tak runtuh oleh deburan ombak yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, upaya Danang tak berhenti sampai di situ. Sikap keras ayahnya, ia lawan dengan keras pula. Mogok. Danang emoh pulang dan tinggal di rumah. Ia lebih memilih masjid sebagai sarana untuk mengubah sikap ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-harinya dihabiskan di masjid. Berangkat sekolah dari masjid. Pulang sekolah juga ke masjid. Tidak mau pulang ke rumah. Tidur juga di masjid. Kalau tidak dikirim  ransum (makanan--red) dari rumah, juga tidak mau makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibundanya, Srisuwarni, yang mengalah. Setiap hari, sang bunda mengirim bekal makan ke masjid untuk anak tercinta. Melihat hal ini, emosi dalang pengagum sosok Buto Cakil dan 'Ketek' Anoman ini, makin tak keruan. Ia dongkol campur jengkel. Ki Manteb menganggap anak  ragil (bungsu), sudah tidak bisa diatur. Batinnya muntab. ''Dasar anak kurang ajar, berani mengatur orang tua,'' batin Ki Manteb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari, bulan demi bulan, hingga bertahun-tahun, perang urat syaraf antara anak dan bapak ini, tak berhenti juga. Belum ada gencatan senjata atau kata damai di antara keduanya. Perang terus berlanjut, hingga tiga tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu pula, Ki Manteb dan anaknya neng-nengan (diam, tak bertegur sapa) dengan anaknya, Danang. Tidak ada komunikasi ini sejak Danang duduk di kelas tiga hingga kelas enam SD. ''Anak itu saya biarkan selama tiga tahun, dari 1992 sampai 1995,'' ungkap Ki Manteb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hidayah Allah SWT, akhirnya mampu membuka hati Ki Manteb yang keras bagai batu itu menjadi lembut. Ketika itu, Desember 1992, istrinya, Srisuwarni, dan kedua anaknya (Danang dan Gatot) hendak melaksanakan umrah. Mereka bertiga, hendak pamit ke Tanah Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, mulai muncul kesadaran Ki Manteb. ''Saya ini bekerja cari duit, ya untuk anak istri.  Masak, anak istri di Makkah, saya ongkang-ongkang sendirian di rumah,'' ujarnya. '' Keglelengan (kesombongan) saya saat karier menanjak, duit banyak, saat itu runtuh perlahan-lahan. Ini semua karena terpengaruh anak-istri. Maka, saya memutuskan, saya harus ikut umrah juga,'' lanjutnya. Ia mengaku kalah dengan sikap anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sebelum berangkat umrah, Ki Manteb mengikrarkan diri mengucap dua kalimat syahadat di masjid yang dibangunnya. Kalangan seniman, pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama diundang. Termasuk Bupati Karanganyar saat itu, Sudarmaji. Pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, KH Muhammad Amir SH, yang menuntunnya mengucapkan dua kalimat syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semua Agama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Ki Manteb mengaku, tak begitu yakin dengan semua agama yang ada. Baginya, agama apa pun, sama saja. Karena itu pula, ia pernah mengikuti semua agama dan aliran kepercayaan. Pernah menjadi penganut agama Hindu, Budha, Kristen, Katolik, maupun beragam aliran kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa (YME). Berpindah-pindah agama hal yang biasa. Dan, selalu berakhir dengan ketidakyakinan dan ketenteraman. Menurut Ki Manteb, kala itu, semua agama itu baik. Semua itu tergantung pada manusia yang menjadi penganutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah memahami dan mendalami serta merasakan betapa kuatnya keyakinan sang anak terhadap agama Islam, ia pun merasa lebih tenteram saat menjadi seorang Muslim. ''Hati ini teduh, damai, dan pasrah pada Tuhan,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pada 1996, bersama keluarganya, Ki Manteb menunaikan ibadah haji. Sebelum berangkat, ia sempat mengisi pentas wayang kulit di Hari Ulang Tahun (HUT) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) atas permintaan Pak Harto dan Ibu Tien. Ketika itu, Pak Harto mendoakannya agar menjadi haji yang mabrur. Dan saat tengah menunaikan ibadah haji, ia menerima kabar bahwa Ibu Tien Soeharto meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai melaksanakan rukun Islam yang kelima, ia pun menyandang predikat haji. Nama itu, ternyata menambah beban baginya. Sebab, sepulang dari haji itu, berbagai olok-olokan kembali dialaminya dari sesama dalang. Ada yang menyebutnya sebagai kaji abangan, kaji kejawen, kaji merah, kaji campur bawur, kaji etok-etokan, dan sebagainya. Namun, semua itu ia abaikan. Ia yakin, yang mengolok-olok itu belum tentu lebih baih baik dari yang diolok-olok. ''Malah  sudo (berkurang) dosanya,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pasrah dan Tawakkal Pada Allah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak menjadi Muslim, Ki Manteb Sudarsono merasakan sebuah keajaiban dalam dirinya. Ia merasa semakin pasrah dan tawakkal kepada Allah. Dahulunya, kata Ki Manteb, hidupnya serba  kemrungsung (tergesa-gesa). ''Kalau lagi sepi  job (kerja), saya bingung, gelisah. Nanti makan dari mana, ya. Namun, sekarang lebih  semeleh (berserah diri). Ada  job atau tidak, biasa saja. Semua rezeki, Allah yang mengatur,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, benar saja. Semua dijalani mengalir seperti air. Falsafah Jawa,  Urip iku sakdermo nglakoni (Hidup itu hanya sekadar menjalankan), terasa tepat untuknya. Kalau lagi sepi  job, justru ia manfaatkan untuk beribadah. Dan kalau lagi ramai tanggapan (permintaan), ia senantiasa ingat Allah. ''Sekarang lebih gampang bersyukur. Selalu bersikap pasrah dan berserah diri kepada yang kuasa. Hidup ini dinikmati serba tenteram dan damai selalu,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Manteb menyatakan, seorang dalang memiliki peran yang sangat penting. Terutama dalam upaya sosialisasi, penerangan, dan mengajak masyarakat pada kebaikan. Karena itu, dibutuhkan wawasan dan pengetahuan keagamaan untuk mengajak orang. ''Dalang mesti mampu menyampaikan pesan  amar ma'ruf nahi munkar dalam dunia pekeliran,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;br /&gt;&lt;a href="http://republika.co.id:8080/berita/97402/Ki_Manteb_Soedarsono_Hidayah_Lewat_Sang_Buah_Hati"&gt;http://republika.co.id:8080/berita/97402/Ki_Manteb_Soedarsono_Hidayah_Lewat_Sang_Buah_Hati&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-7559481573109255055?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/7559481573109255055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/ki-manteb-soedarsono-hidayah-lewat-sang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/7559481573109255055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/7559481573109255055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/ki-manteb-soedarsono-hidayah-lewat-sang.html' title='Ki Manteb Soedarsono, Hidayah Lewat Sang Buah Hati'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm3.static.flickr.com/2301/1579584748_ca2d8cb27a_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-3090554399235101106</id><published>2011-03-10T14:05:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:25:28.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Indonesia'/><title type='text'>Memulai Gerakan “BELI INDONESIA”</title><content type='html'>Artikel ini atau lebih tepatnya catatan orasi ini saya copy dari situs iibf-indonesia. Isinya menarik, analisa yang tajam dari Pak Heppy Trenggono - ketua IIBF tentang penguasa pasar di Indonesia dan pentingnya membeli produk-produk negeri kita sendiri. Selamat menikmati :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/189627_192383790796493_122250854476454_553365_931832_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 215px;" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/189627_192383790796493_122250854476454_553365_931832_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dulu tanah air kita dijajah oleh negara asing, dan hari ini kehidupan kita dikuasasi oleh produk orang asing. Hampir semua barang kebutuhan hidup kita dibuat oleh orang asing. 92% produk teknologi yang kita pakai buatan asing, 80% pasar farmasi dikuasai asing, 80% pasar tekstil dikuasai produk asing. Dengan penduduk 237 juta jiwa Indonesia merupakan pasar besar yang sangat menggiurkan. Tetapi juga sangat menakutkan bila negara ini bangkit menjadi negara produsen.  Presiden IIBF, H.Heppy Trenggono menyampaikan dalam orasinya di depan 513 pengusaha dari 42 kota di Indonesia. Orasi itu adalah bagian dari peluncuran gerakan “BELI INDONESIA” yang digagas oleh sejumlah pengusaha yang ada di IIBF.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Indonesia hari ini tercatat sebagai negara yang paling konsumtif nomor 2 di dunia (AC Nieilsen). Itulah salah factor pendukung Indonesia menjadi surga bagi produk asing yang ditandai membanjirnya produk luar dengan menggeser produk lokal dan membunuh pabrik-pabrik yang membuatnya. “Tahun 2005 ada 429 pabrik tekstil kolaps, tiga tahun kemudian 200 diantaranya gulung tikar. Di tahun 2010, Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan China sebesar Rp.53 Triliyun”, kata Heppy  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lihat berapa pendapatan perusahaan-perusahaan asing di Indonesia. “Sebuah perusahaan yang menguasasi pasar air dalam kemasan meraup penjualan sebesar Rp. 10 triliyun/ tahun. Sebuah produsen minuman ringan yang menguasai 40 pasar minuman ringan dalam negeri dengan penjualan 10 trilyun/ tahun. Produsen yang consumer good berupa pasta gigi, shampoo, sabun dan-lain-lain menguasai 40 % pasar meraup penjualan Rp. 20 Triliyun/ tahun,” kata Heppy berapi-api.  Heppy menambahkan, ada satu Produsen susu formula yang mengendalikan 80 persen petani susu di Indonesia, mengusai 50 %pasar susu dengan berbagai merek meraih penjualan sebesar Rp. 200 Triliyun/ tahun. (Bandingkan dengan anggaran satu tahun untuk Angkatan bersenjata kita yang hanya Rp. 30 Triliyun/tahun 2008). Sementara produk-produk baru bermerk lokal sangat sulit untuk masuk supermarket dengan cara membuat listing fee dan pemotongan harga yang sangat tinggi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akibatnya, hari ini tercatat omset toko-toko kecil turun dari Rp. 800 ribu / hari menjadi Rp.400 ribu/ hari. Setiap tahun 1,6 juta pedagang tradisional bangkrut. Dan semakin hari semakin kecil kesempatan masyarakat untuk menjadi pedagang/ pengusaha karena semua sektor hulu dan hilir sudah dikuasai oleh pemain asing. Ini artinya Indonesia akan menghadapi bencana ekonomi yang lebih dahsyat dari bencana alam yang selama terus mendera negara ini. Sebelum ada AFCTA (Asean China Free Trade Area) industri tekstil dalam negeri sudah banyak yang kolaps hanya dengan barang-barang seludupan dari luar. Dan hari ini pemerintah telah membebaskan lebih dari 54.000 pos yang masuk ke Indonesia tanpa bea. Ibarat perang, Indonesia menghadapi musuh yang bersenjata lengkap tetapi kita bertelanjang dada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengapa produk asing sangat bebas menguasai kehidupan kita sementara produk dan pemain lokal tidak tumbuh bahkan terus mati? Karena kita tidak memiliki sesuatu yang jelas untuk kita bela. Seharusnya kita membela Kejayaan Bangsa sendiri daripada membela kejayaan bangsa lain. Tidak jelasnya pembelaan ini juga yang membuat kita memutuskan untuk menghentikan produksi pesawat IPTN. “Apa yang kita bangun kita hancurkan dengan tangan sendiri. Kita sebut bahwa negara kita ini tidak cocok untuk industry high-tech seperti pesawat karena kita negara agraris.  Hari ini, agraris juga tidak dibangun sementara high-tech kita matikan,” jelas Heppy. Seharusnya saat ini kita sudah menjadi negara pembuat pesawat hebat, namun kenyataannya kita sangat bangga disebut sebagai pembeli pesawat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka sekarang, lanjut Heppy, kita harus membangun dan membela negeri sendiri. Caranya dimulai dengan membeli produk buatan sendiri. Inilah pertahanan terakhir menghadapi gempuran produk asing untuk menghindari terjadinya bencana ekonomi Indonesia ke depan.  Membeli produk sendiri berarti kita membela bangsa dan saudara sendiri. Jika produknya dibeli maka akan bertumbuh industri-industri. “Jika industri tumbuh maka tidak perlu lagi anak-anak negeri ini pergi ke luar negeri menjadi TKI karena mereka mudah mendapatkan penghidupan di negeri sendiri,”  kata Heppy.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di bagian akhir orasinya Heppy mengajak semua pihak untuk ikut mengkampanyekan gerakan ini. Sebagian dari peserta yang hadir dalam acara ini adalah para pengurus dan pembina dari komunitas bisnis seperti TDA yang hadir dengan beberapa pengurus dan ketua Dewan Pembinanya, H. Alay. Hadir juga Presiden MIFTA, Deddy Rahman, Walikota Pekalongan M.Basyir Ahmad yang datang bersama istrinya, dan lain-lain. Untuk gerakan Beli Indonesia ini, kata Heppy, IIBF telah menetapkan tiga sikap perjuangan, Pertama, Membeli Indonesia. Membeli produk bukan karena lebih baik, bukan karena lebih murah tapi karena buatan Indonesia. Kedua, Membela Indonesia. Sikap jelas dalam pembelaan. Membela martabat bangsa, membela kejayaan bangsa. Ketiga, Menghidupkan Persaudaraan. Aku ada untuk kamu, kamu ada untuk aku, kita ada untuk tolong menolong   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Usai orasi itu, acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen Beli Indonesia oleh semua peserta yang hadir pada sebuah spanduk yang berlogo dan bertuliskan “BELI INDONESIA”. Doa penutup dipimpin oleh Ustadz Helmy Jatnika. Usai peluncuran ini sejumlah perwakilan pengusaha dari seluruh Indonesia mengadakan rapat pembentukan panitia Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (Kongres KEI) yang digelar di Solo, Jawa Tengah pada pertengahan Juni 2011.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.iibf-indonesia.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=267:hot-news-9&amp;catid=47:hot-news&amp;Itemid=79"&gt;http://www.iibf-indonesia.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=267:hot-news-9&amp;catid=47:hot-news&amp;Itemid=79&lt;/a&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-3090554399235101106?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/3090554399235101106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/memulai-gerakan-beli-indonesia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3090554399235101106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3090554399235101106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/memulai-gerakan-beli-indonesia.html' title='Memulai Gerakan “BELI INDONESIA”'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-5405328536132516478</id><published>2011-03-04T16:44:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:26:31.255+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Sebisa Mungkin, Bebaskanlah Diri Dari Hutang</title><content type='html'>Hutang adalah beban dan hanya memberikan kesenangan sementara karena selebihnya adalah penderitaan. Anda bisa setuju atau tidak, tapi itulah kenyataan yang saya dan tidak sedikit orang lain alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus menjauhi hutang? Sebagai seorang muslim, itu sesuai dalam sebuah do’a yang dibaca di akhir shalat (sebelum salam), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan dari dua hal ini, yaitu berbuat dosa dan banyak utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa di akhir shalat (sebelum salam):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allahumma Inni A’udzu Bika Min Fitnatil Masihid Dajjal, Wa A’udzu Bika Min Fitnatil Mahya Wal Mamaat, Allahumma Inni A’udzu Bika Minal Ma’tsami Wal Magrom &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari adzab kubur, aku berlindung kepada-Mu dari bahaya dajjal, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan hidup dan mati. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari berbuat dosa dan banyak hutang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim dalam Al Fawa’id (hal. 57, Darul Aqidah) mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak hutang karena banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak utang akan mendatangkan kerugian di dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang diajarkan oleh suri tauladan kita. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berdoa meminta perlindungan dari kedua hal ini dengan tujuan agar tidak rugi dunia akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi, pinjaman dengan memakai bunga (riba). Meski telah diharamkan dalam islam, pinjaman bunga berbunga ini tetap saja dipraktikkan dimana-mana, baik itu di bank-bank, koperasi, sampai per orangan hingga tanpa sadar kita pun terseret dalam gaya hidup tersebut. Saat ini pun saya sebenarnya telah menjadi korban dari praktik riba tersebut dan saya bertekad untuk sebisa mungkin mempercepat pembayaran hutang. Karena apa? Semakin lama jangka waktu pembayaran maka semakin besar bunga yang kita bayarkan, bank semakin untung, tapi kita makin buntung  dan penderitaan pun semakin lama. Dan saya beserta istri pun berjanji untuk sebisa mungkin tidak berhutang di masa depan, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini saya tampilkan cara-cara membebaskan diri dari jeratan hutang yang saya cari dengan bantuan om google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Stop Hutang dan Buang-Buang Uang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah hutang menggunung dan kita sadar bahwa harus membayar maka yang pertama dilakukan adalah memblokir kartu kredit di bank dan memusnahkan semua kartu kredit dan kartu atau sarana meminjam uang/kredit lainnya. Musnahkan dengan cara menggunting, membakar, atau melumatkan kartu tersebut hingga hancur lebur.&lt;br /&gt;Perlu juga mengubah pola gaya hidup dari yang konsumtif menjadi irit dan pelit karena keadaan. Segera berkaca dan pelajari cara orang yang berpenghasilan bertahan hidup (perlu juga liat acara “Jika Aku Menjadi” di TV ^_^). Segera tiru dan jelaskan serta ajarkan perubahan gaya hidup kepada anggota keluarga yang lain demi penyelamatan ekonomi keluarga yang sedang terpuruk hancur berkeping-keping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Buat Daftar Hutang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mulai menulis rincian hutang. Catat hutang yang berasal dari perorangan. jika menggunakan kartu kredit , susun mulai dari suku bunga tertinggi hingga terendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Tentukan Persentase Pembayaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Persentase standar pembayaran hutang minimal 10 persen dari pendapatan Anda. Jika hutang Anda membengkak, Anda harus tegas untuk menaikkan persentase pembayaran hutang.&lt;br /&gt;Apalagi dengan kartu kredit, percuma saja Anda membayar dengan pembayaran minimal. Cara ini tidak akan membayar hutang pokok, melainkan bunga. Jadi Anda harus membayar di atas pembayaran minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Mulai Membayar &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selesaikan hutang satu per satu. Fokus pada hutang dengan tingkat bunga paling tinggi dari seluruh hutang Anda. Jika Anda hanya punya satu kartu kredit dan berhutang pada seseorang yang non bunga, katakan pada orang itu untuk menunda pembayaran atau menyicil dengan jumlah lebih kecil. Setelah hutang berbunga tinggi lunas, berpindah ke hutang yang tersisa, hingga lunas.&lt;br /&gt;Gadai atau jual segera barang-barang yang dimiliki, baik yang berharga maupun yang tidak berharga. Jual semua barang-barang hasil pembelian dari kartu kredit. Jika kurang, jual juga barang lain yang bisa dijual atau digadaikan. Lakukan secepatnya agar hutang bank tidak terus bertambah akibat sistem bunga-berbunga yang mencekik urat leher. Jika masih kurang juga, jual saja mobil, tanah, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Untuk mendapat harga yang lumayan dan cepat terjual, Anda bisa coba forum jual beli di situs web kaskus, jual ke teman/saudara atau digadai di pegadaian dekat rumah Anda. Di samping itu cari juga bisnis sampingan atau pekerjaan serabutan yang menghasilkan uang yang banyak, tapi halalan toyiban. Setelah uang di dapat ,segera lunaskan utang yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Buat Pos Pengeluaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari terjerat hutang lagi, buat persentase pos pengeluaran. Mungkin Bisa dipakai rumus berikut: 50 persen biaya hidup sehari-hari, 10 persen untuk rekreasi, 10 persen untuk investasi, 10 persen untuk tabungan, 10 persen untuk sedekah, dan 10 persen untuk biaya tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Kembali Ke Jalan Yang Benar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman pahit Anda memiliki hutang dan mungkin pernah dikejar atau diintimidasi pihak penagih hutang (debt collector), Anda bisa mulai berubah ke arah yang lebih bijaksana. Segera tinggalkan kartu kredit dan beralih ke kartu debit serta sistem pembayaran kontan alias cash.&lt;br /&gt;Hiduplah sederhana jangan berlebih-lebihan karena itu tidak baik. Sesuaikan gaya hidup dengan penghasilan keluarga, serta jangan pernah melupakan investasi dan tabungan untuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O iya, jangan lupa sering-sering baca doa agar dibebaskan dari hutang seperti di &lt;a href="http://dwias.blogspot.com/2011/03/rahasia-doa-mengatasi-hutang.html"&gt;artikel Rahasia Doa Mengatasi Hutang&lt;/a&gt; ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saya dan semua yang membaca artikel ini cepat terbebas dari hutang dan menjadi orang kaya sejati, yang selalu punya mental memberi bukan mental penerima. Amin Ya Robbal Alamin…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Referensi: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;http://organisasi.org&lt;br /&gt;http://www.fool.com&lt;br /&gt;Pengusaha muslim.com&lt;br /&gt;Astaga.com&lt;br /&gt;bennylo.blogdetik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-5405328536132516478?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/5405328536132516478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/sebisa-mungkin-bebaskanlah-diri-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/5405328536132516478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/5405328536132516478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/sebisa-mungkin-bebaskanlah-diri-dari.html' title='Sebisa Mungkin, Bebaskanlah Diri Dari Hutang'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-904716914820734728</id><published>2011-03-03T08:24:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:28:15.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>6 Kesalahan Besar yang Menjadi Pembunuh Bisnis</title><content type='html'>Ini saya dapat dari ceramah bisnis Pak Heppy Trenggono, ketua IIBF (Islamic Business Forum) Indonesia dan owner perusahaan kelapa sawit Balimuda. Berikut ini 6 kesalahan besar yang menjadi pembunuh bisnis (business killer). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Terlalu Terobsesi pada Produk/Ide &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terlalu terfokus pada produk sehingga mengabaikan pasar. Menurut Pak Heppy, produk/ide bagus hanya 1% dari faktor sukses. Yang paling penting adalah “Bagaimana Anda Melakukan Bisnis”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Speed (Kecepatan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Speed is not your friends, especially for beginners (Kecepatan bukanlah teman, terutama untuk pebisnis pemula). Terburu-buru menjadi besar tanpa disertai ilmu bisnis yang memadai dapat menyebabkan kehancuran bisnis yang menyakitkan. Perkecil resiko meskipun untuk hasil besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Technical Success&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sangat menyukai atau sangat jago akan suatu hal jangan buka bisnis berhubungan dengan hal tersebut karena Anda akan menyita waktu mengurusi hal-hal teknis saja sehingga pengelolaan bisnis terabaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Optimisme yang Berlebihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Optimisme yang berlebihan merupakan perwujudan sifat terburu nafsu karena melihat tawaran bisnis yang menggiurkan. Biasanya bisnis yg ditawarkan to good to be true, keuntungannya super fantastis. Di situlah harus hati-hati, biasanya ada kesulitan yang tidak kita lihat. Karena business is intelectual sport, bukan nafsu. Jangan mainkan bisnis dengan emosional. Ketika kita mempertimbangkan bisnis, gunakan kalkulator, bukan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Lack of Second Idea (Kurangnya Ide Kedua/Inovasi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lupa untuk melakukan inovasi. Padahal, kunci bisnis ada 2, marketing dan inovasi. Pasar selalu berubah, dunia berubah, kompetisi berubah. Sukses jaman dulu tidak menjamin sukses di masa depan. Jadi, mesti selalu berkomunikasi pada pasar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Run Out Cash flow (Tidak Ada Cash Flow)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;OCF (Operating Cash Flow): cashflow dari hasil operasi merupakan cashflow yg paling penting. Sementara ICF (Investing Cash Flow) merupakan cash untuk membeli asset. Yang kita butuhkan adalah Free Cash (OCF – ICF), free cash inilah yang merupakan uang yang benar-benar bisa dinikmati. Sales naik, profit naik, tapi OCF minus, berbahaya. OCF yang selalu negatif merupakan tanda-tanda perusahaan menuju kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-904716914820734728?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/904716914820734728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/6-kesalahan-besar-yang-menjadi-pembunuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/904716914820734728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/904716914820734728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/6-kesalahan-besar-yang-menjadi-pembunuh.html' title='6 Kesalahan Besar yang Menjadi Pembunuh Bisnis'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-6253978302736697118</id><published>2011-03-02T16:03:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:29:41.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Rahasia Do'a Mengatasi Hutang</title><content type='html'>Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-NN4kXIfBriA/TW4MHf6CTOI/AAAAAAAAAK4/FEDSEh1acqg/s1600/ayat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 181px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-NN4kXIfBriA/TW4MHf6CTOI/AAAAAAAAAK4/FEDSEh1acqg/s320/ayat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579410311322160354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allahumma innii a'udzubika minal hamma wal hazan, wa a'udzubika minal 'azzi wal kasal, wa a'udzubika minal jubni wal bukhl, wa a'udzubika min gholabatiddayni wa qohrirrojaal&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ampuh yang diajarkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kepada Abu Umamah radhiyallahu ’anhu merupakan doa untuk mengatasi problem hutang berkepanjangan. Di dalam doa tersebut terdapat beberapa permohonan agar Allah ta’aala lindungi seseorang dari beberapa masalah dalam hidupnya. Dan segenap masalah tersebut ternyata sangat berkorelasi dengan keadaan seseorang yang sedang dililit hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ”Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih.” Orang yang sedang berhutang biasanya mudah menjadi bingung dan tenggelam dalam kesedihan. Sebab keadaan dirinya yang berhutang itu sangat potensial menjadikannya hidup dalam ketidakpastian alias bingung dan menjadikannya tidak gembira alias berseduih hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ”Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas.” Biasanya orang yang berhutang akan cenderung menjadi lemah. Dan biasanya orang yang malas dan tidak kreatif dalam menjalani perjuangan hidup cenderung mudah berfikir untuk menacari pinjaman alias berutangketika sedikit saja menghadapi rintangan dalam hidup. Sedangkan orang yang rajin cenderung tidak berfikir untuk berhutang selagi ia masih punya ide solusi selain berhutang dalam hidupnya. Orang rajin bahkan akan menolak bilamana memperoleh tawaran pinjaman uang karena ia anggap itu sebagai suatu beban yang merepotkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ”Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir.” Biasanya orang yang terlilit hutang menjadi orang yang diliputi rasa takut. Ia cenderung menjadi pengecut. Jauh dari sifat pemberani. Mentalnya jatuh dan tidak mudah memiliki kemantapan batin. Dan orang yang berhutang mudah menjadi kikir jauh dari sifat demawan. Bila kotak amal atau sedekah melintas di depannya ia akan membiarkannya berlalu Hal ini karena ia menggunakan logika ”Bagaimana aku bisa bersedekah, sedangkan hutangku saja belum lunas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, ”Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Doa bagian akhir mengandung inti permohonan seorang yang terlilit hutang. Ia serahkan harapannya sepenuhnya kepada Allah ta’aala Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji agar menuntaskan problem hutang yang berkepanjangan membebani hidupnya. Di samping itu ia memohon agar dirinya dilindungi Allah ta’aala dari kesewenang-wenangan manusia. Kesewenangan dimaksud terutama yang bersumber dari fihak yang berpiutang. Sebab tidak jarang ditemukan bahwa fihak yang berpiutang lantas bertindak zalim kepada yang berhutang. Ia merasa telah menanam jasa dengan meminjamkan uang kepada yang berhutang. Lalu ia merasa berhak untuk berbuat sekehendaknya kepada yang berhutang apalagi jika yang berhutang menunjukkan gejala tidak sanggup melunasi hutangnya dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya dunia modern dewasa ini banyak diwarnai oleh berbagai tindak kezaliman. Sebab dalam era dunia modern manusia sangat mudah berhutang. Dalam kebanyakan transaksi manusia dianjurkan untuk terlibat dalam hutang alias transaksi yang tidak tunai. Sedikit sedikit kredit. Apalagi skema pelunasan hutangnya melibatkan praktek riba yang termasuk dosa besar. Islam adalah ajaran yang menganjurkan manusia untuk membiasakan diri bertransaksi secara tunai. Ini bukan berarti Islam mengharamkan berhutang. Hanya saja Islam memandang bahwa berhutang merupakan suatu pilihan yang bukan ideal dan utama. Itulah sebabnya ayat terpanjang di dalam Al-Qur’an ialah ayat mengenai berhutang, yaitu surah Al-Baqarah ayat 282.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu didatangi anaknya yang hendak meminjam uang. Lalu ia berkata kepadanya ”Nak, aku tidak punya uang.” Lantas anaknya mengusulkan agar ayahnya pinjamkan dari Baitul Maal (Simpanan Kekayaan Negara). Maka Umar-pun menulis memo kepada pemegang kunci Biatul Maal yang isinya: ”Wahai bendahara, tolong keluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk aku pinjamkan ke anakku. Nanti biar aku cicil dengan potong gajiku tiga bulan ke depan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka memo tersebut dibawa oleh anaknya dan diserahkan kepada bendahara. Tidak berapa lama iapun kembali menemui ayahnya dengan wajah murung. ”Ayah, aku tidak menerima apa-apa dari bendahara kecuali secarik kertas ini untuk disampaikan kepadamu.” Maka Umar menyuruh anaknya membacakan isi memo balasan itu. Isinya ”Wahai Amirul Mu’minin Umar bin Khattab, bagiku sangatlah mudah untuk mengeluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk engkau pinjam. Namun aku minta syarat terlebih dahulu darimu. Aku minta agar engkau memberi jaminan kepadaku bahwa tiga bulan ke depan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab masih hidup di dunia untuk melunasi hutang tersebut.” Maka Umar langsung beristighfar dan menyuruh anaknya pulang...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/rahasia-do-a-mengatasi-hutang.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-6253978302736697118?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/6253978302736697118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/rahasia-doa-mengatasi-hutang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6253978302736697118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6253978302736697118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/03/rahasia-doa-mengatasi-hutang.html' title='Rahasia Do&apos;a Mengatasi Hutang'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-NN4kXIfBriA/TW4MHf6CTOI/AAAAAAAAAK4/FEDSEh1acqg/s72-c/ayat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-6385901486977184918</id><published>2011-02-10T16:07:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:30:48.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Inspirator'/><title type='text'>Profil H. Alay (Ali), Sang Inspirator Organisasi Tangan Di Atas (TDA)</title><content type='html'>Semoga profil H. Alay bisa menjadi teladan bagi kita, terutama bagi para pebisnis muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama: H. Nuzli Arismal, dikenal dengan H. Ali atau H. Alay&lt;br /&gt;Usia: 50-an&lt;br /&gt;Status: Menikah,9 orang anak&lt;br /&gt;Pendidikan terakhir: SMP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis: Distributor produk garment di Blok F Tanah Abang, di antaranya Lois, Lea, Cardinal, H&amp;R, Watchout, Country Fiesta,Tira, Dadung, iebe, dll. Pemilik dan pengelola properti di Tanah Abang, Mangga Dua, ITC Cempaka Mas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi: Ketua Umum Syarikat Masyarakat Industri &amp; Pasar Indonesia(SMI &amp; PI), Ketua Umum Koperasi Pasar Syariah dan BMT Fajar Siddiq Tanah Abang, Preskom Hoklay Corporation, Pembina Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berikut ini cerita lengkap tentang Haji Alay: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutur kata laki-laki yang suka mengenakan baju koko dan peci ini kalem dan datar. Caranya mengomentari sesuatu pun tak terlihat menggebu-gebu. Namun, kata-kata yang keluar dari lisannya sungguh berbobot dan selalu membuat kesan yang mendalam bagi lawan bicaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dikata tak banyak dari obrolannya yang terbuang sia-sia. Hampir semuanya mengandung makna dan pelajaran. Bahkan, ia juga tak terlalu pelit untuk sekadar menyampaikan tausiyah kepada rekan atau orang lain yang dijumpainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi karena itu, banyak orang menaruh hormat kepadanya. Bahkan tidak sedikit pula yang datang kepadanya untuk sekadar curhat dan mengutarakan keluh kesahnya. “Saya bersyukur kalau bisa bermanfaat bagi orang,” katanya, penuh syukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Alay, demikian nama pria yang santun ini. Di mata Pak Haji – panggilan akrabnya – berbuat baik dan membantu orang yang sedang mengalami kesulitan, sesuatu yang tak bisa ditawar lagi. Ia mengamalkannya sebagai bagian dari perintah Allah SWT dan rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas lalu, pola pikir suami Hj Azmiaty ini cukup sederhana. Namun sangat terasa manfaatnya. Yaitu, memulai sesuatu dari yang kecil. Itulah mengapa, ayah sembilan anak ini tak jarang merangkul para pedagang kaki lima (PKL) atau para tukang rokok jalanan. Selain menuntun berbisnis, Pak Haji juga mengajari mereka akidah dan akhlak Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup sampai di situ, kakek tujuh cucu ini juga mendorong mereka agar mampu menjadi pedagang yang mandiri dan tangguh. Di pusat tekstil Tanah Abang – tempat sehari-hari Alay beraktivitas – misalnya, tidak sedikit para pedagang, terutama yang baru merintis usaha, dibantu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mempersilakan para pedagang menempati kios-kios yang tersedia di kompleks pertokoan Tanah Abang tanpa dipungut ongkos sewa sepeser pun. Dan baru membayar sewa jika usaha mereka telah berjalan dan mendapatkan keuntungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gebrakan laki-laki yang gemar membantu orang ini ternyata berbuah ranum. Pusat pertokoan Blok F, Tanah Abang yang tahun-tahun sebelumnya sepi karena tidak laku, tak berapa lama kemudian menjadi ramai. Blok ini pun kini telah menjadi magnet yang sangat kuat menarik para konsumen untuk datang ke sana, tak hanya di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi tapi juga daerah lain di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain sisi, melalui bimbingannya, tak sedikit para pedagang kaki lima yang berhasil merengkuh kesuksesan usaha. Dari pedagang kaki lima menjadi pedagang besar yang mampu membeli dan menyewa kios sendiri. Bahkan, ada beberapa di antara mereka yang sukses menjadi pengusaha yang memiliki puluhan kios di Tanah Abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Alay juga berhasil meramaikan sejumlah mal di Sukabumi, Cipadu, Cilegon, Makasar dan Ciputat. Salah satu mal di daerah Ciputat misalnya, beberapa tahun sebelumnya, mal ini sepi pengunjung. Hal itu berubah ketika ia diminta untuk mengelolanya. Dengan konsep yang sama, kini mal yang bernama Choliva itu ramai dikunjungi konsumen. Itu terjadi kurang dari satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, ustadz berusia 56 tahun itu sering dipanggil ceramah di sejumlah masjid dan kampus. Ia juga sedang mengelola pusat grosir pakaian di Jalan Banceuy, Bandung. Pertokoan yang diharapkan menjadi pusat garmen terlengkap seperti pertokoan Tanah Abang di daerah Bandung ini diberi nama Atece, Abdurrahman bin Auf Trade Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal rahasia suksesnya, Ketua Umum Serikat Masyarakat Industri dan Pasar Indonsia ini tak pernah menutup-nutupinya. Ia akan berbagi kepada siapa saja yang bertanya dan ingin mengetahuinya. Satu di antara rahasia tersebut adalah membina para pedagang hingga memiliki akhlak dagang yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seperti Rasulullah Muhammad saw, dalam berdagang tak pernah berbohong dan menentukan harga yang dapat terjangkau oleh konsumen. Karena itu, siapa pun yang menjalin hubungan dagang dengan beliau, tidak pernah menyesal. Sebab, prinsipnya adalah membahagiakan orang lain,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata pepatah pucuk di cinta ulam tiba. Keberhasilannya meramaikan sejumlah pusat perbelanjaan membuat jantung sejumlah para pemilik mal besar berdetak kagum. Karena itu, penggagas organisasi Tangan Di Atas (TDA) ini pun kebanjiran banyak tawaran dari para pengusaha, pemilik mal untuk meramaikan trade center mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti kebanyakan orang, meski tawaran dari para pengusaha mal cukup banyak, namun hal itu tak lantas membuat Haji Alay merasa besar kepala. Sikap, penampilan dan prilakunya pun sama sekali tidak berubah. Sederhana, tawadhu dan tidak pernah membuat jarak dengan para pedagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketajaman intuisi dagang pengurus majelis ekonomi Muhammadiyah ini tak bisa dilepaskan dari perjalanan hidupnya selama ini. Lahir 30 Mei 1953 di Bukit Tinggi, Sumatera Barat dari pasangan Rajudin Ismail-Lamsiar. Ayahnya Rajudin adalah seorang tokoh agama setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masih di sekolah dasar (SD), Alay sudah suka berdagang. Selepas pulang sekolah, siang harinya, usai shalat zuhur ia menuju pasar dekat rumah menjual buah-buahan, cabe dan jagung hasil kebun. Usai Ramadhan menyambut Idul Fitri, ia meniup balon sendiri kemudian menjualnya di pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa dagang terus terpupuk sampai ia menginjak sekolah Pusat Latihan Kejuruan Industri, setingkat sekolah menengah atas (SMA) saat ini. Siang hari usai sekolah, ia berdagang kacang goreng di sekolah dan pasar dekat rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski masih belia, ia sering mengikuti ayahnya berceramah dari satu kampung ke kampung lainnya. Ayahnya juga sering mengajak Alay kecil ke kantor koperasi desa. Sejak kelas satu SD, ayahnya mengajari Alay berpidato. Dari sinilah bakat kepemimpinannya mulai tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tak mengherankan jika kelas satu SMP, ia sudah terlibat dalam berbagai pergerakan pelajar. Saat itu, ia terlibat aktif sebagai aktivis Serikat Pelajar Muslimin, organisasi pelajar di bawah payung Partai Serikat Islam Indonesia (PSII).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski suka berdagang, namun minatnya menimba ilmu agama juga cukup kuat. Selain dari ayahnya, ia juga belajar Islam dari kiai-kiai terkenal saat itu. Hijrah ke Palembang sambil terus berdagang, ia mendatangi ulama Palembang untuk berguru ilmu Islam, seperti ke Rasyid Thalib, Adam Ibrahim, Ghafar Ismail dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1977, pria yang murah senyum ini hijrah ke Jakarta. Profesi dagang terus berlanjut. Merangkak dari bawah, ia berdagang di daerah Tebet dan Rawamangun. Bak layang-layang tertiup angin, bisnisnya semakin kencang berkembang. Dari hasil keuntungannya, pada tahun 1983 ia telah memiliki empat buah kios.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan berlipat sudah di depan mata. Namun, Allah SWT ternyata berkehendak lain. Tiba-tiba, di tahun itu juga terjadi krisis, para pungli ditangkap aparat. Akhirnya, pasar di Tebet dan Rawamangun sepi. Usahanya stagnan karena semua dagangannya ludes untuk membayar utang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alay menyikapi hal ini dengan sabar, tak putus asa, sambil terus berjuang membangun kembali usahanya. Doa dan usahanya ternyata membawa hasil. Pada tahun 1984, setelah menjual kapling di daerah Pondok Kelapa, ia kembali merintis bisnis di daerah Tanah Abang. Pelan tapi pasti, bisnisnya kembali bersinar. Kiosnya pun terus bertambah. Kini, Alay dipercaya para pemilik mal besar mengelola trade center milik mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau suatu saat mengalami jalan buntu, jangan patah semangat. Jika sabar dan terus berusaha, Allah akan memberikan jalan yang lebih baik. Karena itu, jangan pernah putus asa akan rahmat Allah SWT,” pesan Haji Alay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kesibukannya cukup banyak. Selain mengelola sejumlah trade center dan sebagai dai, ia juga berbagi ilmu dengan sejumlah organisasi, seperti Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia, Tangan Di Atas (TDA), dan Majelis Ekonomi Muhammadiyah. Ia juga diamanahi sebagai Ketua Umum Serikat masyarakat Industri dan Pasar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi sukses ternyata tak terlalu sulit. Belajar dari Haji Alay, pegang saja satu prinsip yang diajarkan Rasulullah saw, bagaimana membahagiakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://pujohari.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-6385901486977184918?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/6385901486977184918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/02/profil-h-alay-ali-sang-inspirator.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6385901486977184918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6385901486977184918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2011/02/profil-h-alay-ali-sang-inspirator.html' title='Profil H. Alay (Ali), Sang Inspirator Organisasi Tangan Di Atas (TDA)'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-7284723515714327097</id><published>2010-12-14T15:37:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T09:07:41.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Menjadi Pribadi yang Selalu Positif</title><content type='html'>Di suatu siang, seorang teman mengeluhkan tentang keadaannya saat ini. Dia katakan dirinya saat ini tidak seperti yang dulu, dan tidak bisa kembali cemerlang seperti dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saya mengenalnya sebagai pribadi yang ceria, pintar berkomunikasi dengan relasi, dan tentunya dari sisi pribadi baik-baik saja. Bisa dikatakan, dia orang yang cukup baik dari sisi kecerdasan emosional. Karirnya pun meningkat, tapi sayangnya peningkatan karir tersebut ternyata membuat mentalnya malah terpuruk. Belakangan dia tampak lebih sensitif dan tidak lagi sepiawai dulu dalam menghadapi relasi-relasinya di kantor. Kesan yang selama ini terhadapnya sebagai pribadi yang positif seperti berubah menjadi pribadi yang negatif. Dari sisi mental, ini memprihatinkan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari obrolan, terbukalah rahasia mengapa sikapnya menjadi berubah seperti itu. Tak lain dan tak bukan adalah karena tekanan dan tugas yang dia rasakan berlebih dari atasannya. Permintaan pada atasannya untuk mengurangi tugasnya tidak dikabulkan. Setiap ada tugas yang tidak selesai, atasannya pun mencap dia tidak bisa alias tidak becus menyelesaikan pekerjaan. Kata-kata "Tidak Bisa Menyelesaikan Pekerjaan" ini ternyata selalu terngiang di ingatannya. Dan, yang lebih menyakitkan, atasannya tidak segan-segan memarahinya di depan orang banyak jika dia salah. Wajarkah kalau dia &lt;span style="font-style:italic;"&gt;down&lt;/span&gt;? sebagai manusia, ya wajar-wajar aja sih... tapi jangan down lama-lama dong, rugi :)    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan, atasannya telah memberikan cap "Tidak Bisa/Tidak Becus" di dirinya dan sayangnya ia secara tidak sadar menerimanya. Inilah hal yang membuatnya lemah. Kata-kata "tidak bisa" dari sang atasan itu telah masuk ke alam bawah sadarnya sehingga mengubah perilakunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pintar-pintarlah kita memilah mana kata-kata orang lain yg bisa disimpan dihati dan mana yg tidak. Kata-kata negatif atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;killer statement&lt;/span&gt; tentunya tidak usahlah kita masukkan dalam hati. Tentu, kata-kata cacian dan kata-kata sinis bisa menjadi masukan untuk perbaikan diri kita, tetapi juga harus selalu diimbangi dengan pikiran positif bahwa kita mampu, kita juga bisa sukses seperti orang lain, bahkan mengungguli orang-orang yang mencemooh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat tentang kisah seekor katak yang memenangkan perlombaan mendaki sebuah tebing.Begini ceritanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah di suatu tebing yang tinggi dan curam, sekumpulan katak berlomba untuk mencapai ke atas tebing. Penonton ramai menonton pertandingan tersebut. Lomba pun dimulai. Dengan semangat membara memenangkan lomba tersebut, katak-katak tersebut melompat-lompat berusaha mendaki tebing yang curam dan terjal. Penonton di bawah berteriak-teriak meneriakkan kata-kata yang melemahkan mental para katak yg sedang bertanding. "Hei... mana mungkin kalian mendaki tebing itu, tidak mungkin, tebing itu terlalu terjal dan curam... sebentar lagi kalian juga akan jatuh, Hahaha...," ucap penonton dibawah, penonton yang lainnya ikut mendukung. Satu per satu katak itu pun jatuh, mereka menyerah, mental mereka jatuh karena mendengarkan sorak sorai negatif dari penonton. Hanya 1 katak saja yang terus melompat, terus mendaki dengan tenang, terus naik ke atas, dan akhirnya mencapai puncak tebing tersebut. Penonton pun terheran-heran dan geleng-geleng kepala, mereka kagum. Tahukah Anda rahasia kemenangan katak itu? Katak itu ternyata tuli, ya, semangat dan mentalnya tetap membara karena sama sekali tidak terpengaruh dengan sorak sorai negatif dari penonton.&lt;br /&gt;Selalu berpikir positif merupakan senjata utama mempertahankan mental kita agar selalu fit. Senjata yang diberikan Sang Pencipta kepada manusia dan tentunya gratis :) Semoga kita menjadi orang-orang yang menebarkan energi positif di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses Positif!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-7284723515714327097?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/7284723515714327097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2010/12/menjadi-pribadi-yang-selalu-positif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/7284723515714327097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/7284723515714327097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2010/12/menjadi-pribadi-yang-selalu-positif.html' title='Menjadi Pribadi yang Selalu Positif'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-2006243506439471027</id><published>2009-06-16T08:39:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:09:05.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>‘Akrobat’ Bikers Lumpuh</title><content type='html'>Minggu sore (14 Juni 2009), ketika melintas di daerah Cikaret Cibinong, mata saya tertambat pada sesuatu yang luar biasa. Saya kira ada seorang bikers (pengendara motor) yang sedang bergaya di atas motornya. Tapi apa yang saya lihat, ternyata dia seorang bikers yang lumpuh dari bawah pinggang  sampai kaki. Kedua kakinya kecil, kaki kanan disampirkan di depan dan kaki kirinya dibiarkan terjuntai di belakang. &lt;br /&gt;Saya memang pernah melihat orang yang cacat kaki mengendarai sepeda motor, tetapi biasanya motornya roda tiga. Tapi ini, motornya benar-benar roda 2! Karena penasaran, saya ikuti motornya di belakangnya. &lt;br /&gt;Motornya sih biasa, malah biasa banget, motor bebek keluaran 70-an. Tapi cara mengemudikan orang ini tentunya yang luar biasa. Posisi tubuhnya menunduk, tangan kirinya memegang gas, sementara tangan kanannya mengendalikan rem sekaligus gigi, wow… &lt;br /&gt;Orang ini sepertinya sudah biasa mengendari motornya, ini terlihat dari santainya ia mengendarai motor. Motornya melaju dengan kecepatan sekitar 40 km/jam, bahkan ia bisa menyalip motor-motor lain yang lebih lambat. Sesekali ia bertegur sapa dengan pengendara lain atau orang-orang lain yang ia lewati sepanjang jalan. Itu membuktikan bahwa bikers ini memang sering bolak-balik dan memang tinggal di daerah tersebut.&lt;br /&gt;Di pertigaan yang cukup ramai, ia berbelok, tetapi karena ada kendaraan lain yang akan lewat maka dia harus berhenti sejenak. Trus, bagaimana caranya ia menopang motornya saat berhenti? Tangan kanannya lah yang menopang motornya, dan tentunya posisi tubuhnya makin menunduk. Menurut saya, inilah saat yang paling sulit dalam mengendarai motornya. Belum lagi ketika dia harus mulai lagi menjalankan motornya, dalam posisi menunduk, dia juga harus melihat situasi sekelilingnya, aman atau tidak untuk lewat. Syukurlah bikers itu bisa melewati pertigaan yang ramai itu dengan selamat.&lt;br /&gt;Karena hari sudah sore dan ingin cepat sampai rumah, akhirnya saya melewatinya. Perjalanan sepanjang I km bersama bikers yang lumpuh sungguh berkesan di hati saya. Saya yakin orang itu memiliki mental yang kuat dan semangat yang luar biasa hingga bisa melakukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang normal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-2006243506439471027?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/2006243506439471027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2009/06/akrobat-bikers-lumpuh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/2006243506439471027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/2006243506439471027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2009/06/akrobat-bikers-lumpuh.html' title='‘Akrobat’ Bikers Lumpuh'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-7993879869003444223</id><published>2008-12-05T10:32:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:08:19.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Rahasia Si Untung</title><content type='html'>Saya mendapatkan tulisan ringan tapi bagus ini dari e-mail yang dikirimkan seorang teman. Penulisnya Sterna Lubis. Insya Allah, Anda akan beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.&lt;br /&gt;Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.&lt;br /&gt;Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?&lt;br /&gt;Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.&lt;br /&gt;Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Sikap terhadap peluang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?&lt;br /&gt;Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.&lt;br /&gt;Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.&lt;br /&gt;Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.&lt;br /&gt;Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:&lt;br /&gt;- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.&lt;br /&gt;- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Selalu berharap kebaikan akan datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.&lt;br /&gt;Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekolah Keberuntungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.&lt;br /&gt;Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.&lt;br /&gt;Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk teman semua.&lt;br /&gt;Siap mulai menjadi si Untung?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-7993879869003444223?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/7993879869003444223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/12/rahasia-si-untung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/7993879869003444223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/7993879869003444223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/12/rahasia-si-untung.html' title='Rahasia Si Untung'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-8449711894151435636</id><published>2008-05-30T13:35:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:06:14.096+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>Residual Income: Kerja Sekali, Dapat Uangnya Berkali-Kali</title><content type='html'>Rekan-rekan yang sukses dan berbahagia, artikel ini merupakan sesi kedua dari sharing ilmu yang saya dapat dari buku “The Ultimate Money Machine” karya Robert G. Allen. Sebelumnya saya memposting “&lt;a href="http://dwias.blogspot.com/2008/05/tujuh-rahasia-uang.html"&gt;Tujuh Rahasia Uang&lt;/a&gt;”. Kali ini saya akan memperkenalkan sebuah aliran pendapatan yang luar biasa, namanya “Residual Income”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Robert G. Allen, rahasia kesejahteraan bukan pada seseorang yang punya uang lebih banyak, melainkan yang punya lebih banyak kebebasan waktu. Jika aliran pendapatan kita bersifat residual maka kita akan punya lebih banyak waktu untuk dimanfaatkan bagi aktivitas lain yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa sih sebenarnya 'Residual Income’ itu? Residual income adalah sumber pendapatan yang terus menerus mengalirkan uang pada kita, baik kita sedang ada atau tidak, kita sedang tidur ataupun melek. Tak peduli apa yang sedang kita lakukan, residual income akan terus menghasilkan uang untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekeras apa pun kerja seorang karyawan dalam satu bulan, dia hanya mendapatkan satu kali bayaran/gaji untuk bulan yang bersangkutan. Jika ingin dapat uang lagi bulan depan maka dia harus bekerja lagi, membanting tulang lagi. Jika tidak bekerja, tidak ada pendapatan, bahkan mungkin dipecat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji yang diterima oleh seorang karyawan bukanlah residual income, melainkan bersifat linear. Jelas berbeda dengan pendapatan yang residual. Untuk mendapatkan residual income, kita memang harus bekerja keras lebih dulu, setelah itu, hasil kerja keras kita memberikan aliran pendapatan dalam tempo yang lebih lama dan lebih sering. Kita dibayar berkali-kali, bahkan mungkin ratusan kali untuk satu pekerjaan yang kita lakukan. Duh, senangnya… :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh residual income yang mungkin familiar di telinga kita adalah royalti dari penulis buku, pencipta lagu, ataupun seorang penemu yang hasil temuannya dipasarkan oleh perusahaan bisnis. Kita bisa lihat Robert G. Allen (penulis buku “The Ultimate Money Machine” ini) memiliki pendapatan milyaran rupiah hanya dari royalti bukunya yang berjudul “Nothing Down: How to Buy Real Estate with Little or No Money Down”. Dia telah merasakan manisnya residual income hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya tidak hanya dari royalti kita bisa mendapatkan aliran uang yang bersifat residual. Ada 4 cara menuju kebebasan finansial yang dapat menghasilkan residual income, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Bisnis: Network Marketing, Infopreneur, dan Lisensi&lt;br /&gt;o Internet&lt;br /&gt;o Real Estate (Properti)&lt;br /&gt;o Investasi: Saham, obligasi, deposito, emas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-8449711894151435636?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/8449711894151435636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/05/residual-income-kerja-sekali-dapat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/8449711894151435636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/8449711894151435636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/05/residual-income-kerja-sekali-dapat.html' title='Residual Income: Kerja Sekali, Dapat Uangnya Berkali-Kali'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-6998717859330333797</id><published>2008-05-26T15:47:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:05:18.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='otomotif'/><title type='text'>Tips Menghemat Bensin Motor untuk Para Bikers</title><content type='html'>Bukan main memang dampak kenaikan harga BBM, harga barang-barang lain otomatis jadi ikutan mahal. Yang naiknya dikit (Rp 500) cuma minyak tanah, itupun masyarakat harus antri panjang untuk ngisi jerigen, pfuhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi otak kita nggak boleh pusing, harus cari jalan keluar untuk bisa terus survive. Selain secara spiritual (lihat artikel sebelum ini, "&lt;a href="http://dwias.blogspot.com/2008/05/sebab-sebab-turunnya-rizki.html"&gt;Sebab-Sebab Turunnya Ri&lt;/a&gt;zki"), Ada 2 jalan keluar lain secara duniawi, yang pertama meningkatkan pendapatan kita, cara lainnya dengan berhemat. Mungkin cara yang pertama sulit bagi kebanyakan orang. Cara yang kedua mungkin lebih mudah dilakukan asalkan disertai dengan niat dan kedisiplinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berhubung sehari-hari saya berhubungan dengan si roda dua alias motor, saya ingin berbagi tips menghemat bensin berdasarkan pengalaman saya menjadi bikers selama 4 1/2 tahun ini. Coba praktekkan tips berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Panaskan motor cukup 1 menit, jangan lama-lama. Jangan kuatir nggak panas, motor-motor sekarang udah didesain lebih canggih, manasin 1 menit udah tokcer koq. Malah kalo lama-lama knalpot jadi merah dan jadi cepet kropos karena kepanasan. Sistem pendingin pada mesin motor akan bekerja saat motor dijalankan. saat motor diam, pendingin tidak bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan ngebut-ngebut. Semakin tinggi kecepatan maka bensin yang tersedot juga semakin banyak, akibatnya bensin jadi boros. Cobalah jalankan dengan kecepatan sedang, selain hati akan lebih tenang, kantong juga lebih aman, hehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan menggeber-geber gas. Mainkan gas dengan tarikan halus dan stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan sering ngerem. Ini juga berkaitan dengan kestabilan gas. Gimana biar gak banyak ngerem? Pertama, asah terus keterampilan menghindari lubang dan benda-benda lain yang menghalangi jalan, ini butuh pengalaman dan fokus. Kedua, hindari jalan macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu aja yang dapat saya sampaikan, moga-moga bermanfaat. Kalau rekan2 lebih tahu tentang motor, tolong koreksi atau tambahin tips-nya ya. Thanks...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-6998717859330333797?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/6998717859330333797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/05/tips-menghemat-bensin-motor-untuk-para.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6998717859330333797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6998717859330333797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/05/tips-menghemat-bensin-motor-untuk-para.html' title='Tips Menghemat Bensin Motor untuk Para Bikers'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-8324535008046547281</id><published>2008-05-23T08:27:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:03:19.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Sebab-Sebab Turunnya Rizki</title><content type='html'>Saya menemukan artikel bermanfaat ini dari situs Al Sofwah (&lt;a href="http://www.alsofwah.or.id/"&gt;http://www.alsofwah.or.id/&lt;/a&gt;). Saya posting di sini karena menurut saya isinya sangat bagus. Inilah jawaban bagi orang-orang muslim yang ingin rizkinya dijamin oleh yang Maha Kaya, yang Maha Memiliki Segala Sesuatu, Allah SWT, meski BBM naik setinggi apa pun. Didukung oleh dalil-dalil Al Quran dan Hadits. Semoga bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup. Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka. Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Takwa Kepada Allah&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya, “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3) Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga. Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.” Allah swt juga berfirman, artinya, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Istighfar dan Taubat&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam , “Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12) Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan." Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah." Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red) Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Tawakkal Kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman, artinya, “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3) Nabi saw telah bersabda, artinya, "Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani) Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata. Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Silaturrahim &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut: -Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya, " Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari) -Sabda Nabi saw, artinya, "Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, " Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani) Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Infaq fi Sabilillah&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman, artinya, “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. 34:39) Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak." Juga firman Allah yang lain,artinya, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268) Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Menyambung Haji dengan Umrah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas'ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, "Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani) Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;Berbuat Baik kepada Orang Lemah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya, "Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari) Dhu'afa' (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Serius di dalam Beribadah&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya, "Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu." Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu' hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Sumber: Kutaib “Al Asbab al Jalibah lir Rizqi”, al-qism al-ilmi Darul Wathan. )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-8324535008046547281?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/8324535008046547281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/05/sebab-sebab-turunnya-rizki.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/8324535008046547281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/8324535008046547281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/05/sebab-sebab-turunnya-rizki.html' title='Sebab-Sebab Turunnya Rizki'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-5966829388468143065</id><published>2008-05-14T13:40:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:02:36.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>Tujuh Rahasia Uang</title><content type='html'>”Ultimate Money Machine, Menciptakan Mesin Uang yang Terus Mengalir”. Itu salah satu judul buku yang saat ini sedang saya baca. Merupakan karya dari Robert G. Allen. Judulnya sangat eye catching dan isinya cukup memandu sehingga saya rela mengeluarkan isi dompet untuk buku setebal 368 halaman ini. Saya akan membagi ilmu yang saya dapat dari buku tersebut di blog ini. Penyampaiannya saya sesuaikan menurut pandangan dan pengalaman saya. Semoga dapat berguna dan dapat kita praktekkan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sesi pembuka, saya akan menceritakan Rahasia Uang yang merupakan rahasianya orang banyak duit atau orang kaya. Inilah jawaban mengapa orang kaya bertambah kaya. Jika kita menerapkan tujuh rahasia uang ini, insya Allah kekayaan akan terus menghampiri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini tujuh Rahasia Uang yang akan membuat kita sukses secara finansial (Diurut berdasarkan proses).&lt;br /&gt;1. Hargai&lt;br /&gt;Hargai dan syukuri setiap rupiah yang kita dapat dari hasil kerja keras kita. Dengan menghargai dan mensyukuri maka kita akan memiliki sikap berhati-hati dalam membelanjakan uang.&lt;br /&gt;2. Kendalikan&lt;br /&gt;Kendalikan pengeluaran uang kita. Perhatikan apakah ada pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu, apalagi kalau pengeluaran sampai lebih besar dari pendapatan, itu bocor namanya J.&lt;br /&gt;3. Tabung&lt;br /&gt;Sisihkan sebagian uang dari pendapatan lalu ditabung. Hal ini dilakukan pertama kali di awal bulan sebelum pendapatan dipakai untuk kebutuhan bulanan. Ini membuat kita surplus di akhir bulan.&lt;br /&gt;4. Hasilkan&lt;br /&gt;Setelah tabungan terkumpul, gunakan untuk modal usaha (bisnis) sehingga uang tersebut akan berkembang dan tentunya sumber penghasilan kita bertambah. Dengan memiliki lebih dari satu sumber pendapatan maka secara finansial kita akan lebih aman.&lt;br /&gt;5. Tanamkan&lt;br /&gt;Investasikan sebagian keuntungan yang kita peroleh dari beberapa bisnis yang kita jalankan. Dengan berinvestasi, uang akan semakin berkembang tanpa perlu mengeluarkan pikiran maupun tenaga.&lt;br /&gt;6. Bentengi&lt;br /&gt;Jika kita telah memiliki ’gunung kekayaan’, bentengilah. Bentengi asset finansial kita karena ada banyak hal di luar sana yang bisa menggerogoti kekayaan kita dengan segala cara. Kita perlu bantuan para pakar untuk  menjaganya. Para pakar ini meliputi seorang akuntan yang kompeten, pengacara yang jujur, dan ahli strategi pajak. Biaya untuk membayar mereka mahal, tetapi tidak ada apa-apanya jika dibandingkan hilangnya ’gunung kekayaan’.&lt;br /&gt;7. Berbagilah&lt;br /&gt;Setelah Anda memiliki gunung kekayaan, berbagai keinginan dapat anda wujudkan. Tapi ingat, kebahagiaan bukan hanya materi dan duniawi semata. Jiwa kita secara alamiah akan tenang dan senang jika dapat membantu orang lain. Jadi, bagilah kekayaan Anda dengan orang lain yang membutuhkan. Yakinlah, dengan berbagi, bersedekah, dunia akan tersenyum pada kita, dan jangan kaget kalau kita malah semakin kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya sih, kita berbagi dengan orang lain tanpa harus menunggu memiliki ’gunung kekayaan’ agar hati selalu tenang dan mendapatkan rejeki yang tidak terduga-duga. Karena orang-orang yang selalu berzakat dan bersedekah akan dijamin rizkinya oleh Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-5966829388468143065?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/5966829388468143065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/05/tujuh-rahasia-uang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/5966829388468143065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/5966829388468143065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/05/tujuh-rahasia-uang.html' title='Tujuh Rahasia Uang'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-6289778814329515757</id><published>2008-05-07T12:52:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:01:04.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>Mimpi Itu Mulai Terwujud</title><content type='html'>Alhamdulillah... mimpi untuk punya tempat usaha (kios) di depan rumah mulai terwujud. Bangunan telah berdiri, tinggal dikasih rolling door, dicat, beli etalase, dan tentu beli barang-barang yang akan dijual (hehe... masih banyak juga ya yang perlu dilengkapi). Tapi tenang aja... ada kemauan pasti ada jalan. Seperti harapan saya yang lalu ingin mendirikan kios (baca postingan &lt;a href="http://dwias.blogspot.com/2008_03_01_archive.html"&gt;Rumah Baru, Harapan Baru&lt;/a&gt;), eh ternyata ada aja pinjaman lunak tanpa bunga... dari siapa? Pokoknya ada deh... yang penting ada niat dan usaha (:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya nih, kios pertama saya ini bakal diisi sama alat-alat tulis kantor plus produk lain yang masih sedang saya &amp;amp; istri pertimbangkan. Alamat tempat pembelian grosir alat tulis sudah saya pegang, cuma memang lokasinya ada di Jakarta semua. Kalau ada grosiran di Bogor, enak juga, nggak jauh-jauh. Hmm... semoga mimpi ini lebih cepat terwujud....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-6289778814329515757?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/6289778814329515757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/05/mimpi-itu-mulai-terwujud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6289778814329515757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/6289778814329515757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/05/mimpi-itu-mulai-terwujud.html' title='Mimpi Itu Mulai Terwujud'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-7480840286046226105</id><published>2008-04-17T14:18:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:00:10.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Kehidupan'/><title type='text'>Jangan Anggap Remeh Orang Lain. Bahaya!!!</title><content type='html'>Kemarin malam, hujan mengguyur kota Bogor, diselingi petir yang suaranya membuat sport jantung alias bikin kaget. Malam itu perut saya dan istri terasa lapar, sementara di rumah nggak ada makanan mateng. Mau masak, mati lampu pula. Untuk keluar cari makan juga malas. Maunya sih, makan yang anget2. Eh, kebetulan ada suara "ting, ting, ting...". Nah, yang kaya gini nih biasanya tukang jualan makanan. Buru-buru deh saya buka pintu dan menajamkan mata di kegelapan malam untuk melihat sosok yang lewat di depan rumah (hehe.. bahasanya kayak di cerita apa ya??). Tapi apa daya, mata ini tak juga mampu menangkap jenis makanan apa yang lewat, yang kelihatan cuma gerobaknya doang yang gelap. Akhirnya saya berteriak, "Bang, jualan apa?!" Si abang pun menjawab, "Bakso..!" Oh, bakso, cocok kalo gitu. "Dua ya Bang..." kata saya memesan. Segera saja gerobaknya menyala, eh, maksudnya ada cahaya muncul di gerobak. Pantes, si abang baru nyalain lampu. Wah, irit juga si abang, nyalain lampu kalo ada yang mesen :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si abang sibuk nyiapin 2 mangkok bakso untuk kami. Tak lama kemudian, ada seorang laki-laki yang nyamperin si abang dan ngomong sesuatu, keliatannya dia nyuruh abangnya untuk ke komplek belakang. Ah, akhirnya bakso pesenan kami datang juga. "Pak, saya ke sana dulu ya, ada yang pesen, nanti ke sini lagi," teriak abangnya . Saya pun mengiyakan. Saya dan istri pun melahap baksonya, hmm.... Lagi enak-enaknya makan, eh istri saya tiba-tiba ngomong, "Mas ada pakunya, " dia menunjukkan paku tripleks yang sempat digigitnya. Ya ampun, di dalem kuah bakso ada paku? pikir saya. Kok bisa ya? Saya segera mengambil paku tersebut dan melemparkannya ke depan rumah. Alhamdulillah, untung tu paku nggak sampe ketelen dan istriku masih sehat-sehat aja. Sambil melanjutkan makan kami masih mengira-ngira asal paku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya bakso pun habis kami santap, enak juga sih rasanya. Si abang bakso tau-tau udah nongol di depan pintu. Saya pun mengambil mangkok bakso dan menyerahkan ke si abang. Belum sempat ngasih tau tentang paku misterius itu, si abang udah buka mulut duluan, dia tampak kesal sekali. "Nggak menghargai orang, mana hujan, petirnya gede banget lagi, udah disamperin eh nggak jadi beli. Beli seribu aja kek juga nggak papa. Kalo nggak inget punya anak kecil, saya tonjok tu orang." Si abang nyerocos kesel. "Saya tu lama di jalan, 12 tahun saya di jalanan, masuk penjara juga sering, tapi saya nggak pernah ngeremehin orang." Nah loh, abang bakso yang gondrong ini rupanya mantan narapidana. "Alasannya apa bang dia nggak jadi beli?" tanya saya. "Nggak tau tuh, tadi dia keluar dari rumah bawa senter sambil bilang nggak jadi," jawab si abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah si abang bakso selesai "curhat" saya pun berkata, "Bang, lain kali ati-ati ya, tadi di bakso istri saya ada paku, pakunya kegigit, untung gak ketelen. Tapi alhamdulillah, istri saya sehat-sehat aja koq." Abangnya sekarang jadi melongo, heran dan kaget. "Mungkin dari atas gerobak kali bang pakunya copot," kata saya memperkirakan. "Tapi kalo yang di atas gerobak itu paku payung," kata si abang. Kami sama-sama bingung :p&lt;br /&gt;"Beberapa hari ini saya sial terus, kemarin ban saya kempes dan hari ini rodanya rusak, sekarang ada paku lagi," si abang melanjutkan. Saya coba memberikan nasehat sekenanya, intinya sih nyuruh dia sabar. Saya mempersilakan si abang untuk masuk rumah menenangkan diri, tapi si abang menolak dan mohon diri setelah sebelumnya memohon maaf pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... dari kejadian di atas, saya dapat mengambil pelajaran, bahwa kita harus hati-hati dalam bersikap dan jangan pernah menganggap remeh orang lain. Bayangkan saja jika si abang bakso tersebut nggak inget ada anak di rumah, pasti dia bakal berantem dan pertumpahan darah bisa terjadi. Dan yang kedua, komunikasi mesti clear atau jelas. Andaikan si pemesan bakso yang nggak jadi itu mengemukakan alasan kenapa dia tidak jadi membeli bakso, misalkan karena setelah liat isi dompet ternyata uangnya tipis, kemungkinan besar si abang bakso akan mengerti dan tidak marah seperti itu. Jadi, jangan pernah anggap remeh orang lain, bahaya!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-7480840286046226105?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/7480840286046226105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/04/jangan-anggap-remeh-orang-lain-bahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/7480840286046226105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/7480840286046226105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/04/jangan-anggap-remeh-orang-lain-bahaya.html' title='Jangan Anggap Remeh Orang Lain. Bahaya!!!'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-5610191979802664647</id><published>2008-04-14T09:45:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T09:10:33.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>Amphibi-amphibi Muda</title><content type='html'>Di komunitas Tangan Di Atas (TDA), kami memberi gelar 'amphibi' bagi karyawan yang berbisnis. Amphibi merupakan tahap metamorfosa bagi seorang karyawan yang nantinya akan jadi pengusaha (full TDA). Nah, saat ini saya ingin menceritakan perjumpaan dengan para amphibi-amphibi muda. Mereka bukan member komunitas TDA, tapi semangatnya patut dicontoh.&lt;br /&gt;Hari Jumat (11 April 2008) saya melakukan perjalanan ke Banjarnegara, Jawa Tengah, untuk menghadiri pernikahan teman sekantor. Saya dan teman-teman sekantor berangkat bersama menggunakan bus khusus yang telah kami sewa. Pernikahan teman kami tersebut cukup spesial, mengingat mempelai pria dan wanitanya merupakan rekan kerja satu kantor.&lt;br /&gt;Bersama kami, ikut rombongan fotografer yang disewa untuk merekam momen pernikahan rekan kami. Mereka terdiri dari tiga orang, usianya masih muda sekitar awal 30-an. Merekalah yang saya sebut sebagai amphibi-amphibi muda. Mereka tergabung dalam sebuah usaha fotografi bernama galaxy studio. Usaha ini dijalankan secara online dan offline. Anda bisa melihat website-nya di &lt;a href="http://www.gfotografi.com/"&gt;http://www.gfotografi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Amphibi pertama bernama Brantas, yang merupakan founder dari galaxy studio. Dia ini bekerja di kedutaan asing. Kalau bicara masalah gaji mungkin sudah cukup, tapi dia punya harapan untuk memiliki usaha sendiri dan nantinya memiliki building sendiri untuk studionya. Usaha sampingannya ini dijalankan di hari-hari liburnya. Berawal dari hobi fotografi, ternyata usahanya ini bisa terus berjalan dan relasinya terus bertambah. Bisa dikatakan, ordernya cukup kencang, sampai bulan Juli sudah ada jadwal. Brantas terus menjalin komunikasi dengan konsumen yang telah menggunakan jasanya sehingga orderan terus mengalir.&lt;br /&gt;Amphibi kedua bernama Ilham. Ilham ini juga seorang fotografer sekaligus video shooter. Seperti Brantas, hobi fotografinya membawa dia untuk mengkomersilkan kemampuannya. Menurut Ilham, seorang yang hobi fotografi, dengan terjun ke dunia bisnis fotografi maka skill-nya akan lebih cepat berkembang karena akan menemui banyak hal-hal baru yang membutuhkan teknik-teknik baru. Ilham yang bekerja sebagai teknisi di perusahaan industri kemasan ini juga punya mimpi untuk menjadi business owner. Tidak hanya bisnis fotografi, ilham ternyata juga memiliki usaha voucher HP di rumahnya. Usaha yang dimulai dengan modal awal Rp 500 ribu rupiah ini terus berjalan hingga kini ia memiliki deposit pulsa sebanyak lima jutaan rupiah.&lt;br /&gt;Amphibi ketiga bernama Sopan. Di antara ketiga amphibi muda ini, Sopan yang gajinya sebagai karyawan paling kecil karena di tempat kerjanya dia berprofesi sebagai Office Boy. Meski sebenarnya bukan fotografer profesional, Sopan mau ikutan bisnis fotografi, sedikit-sedikit dia belajar fotografi dari teman-teman fotografernya. Sekarang mungkin Sopan hanya seksi sibuk di tim galaxy studio, tapi bukan tidak mungkin suatu hari nanti dia menjadi fotografer profesional. Dunia selalu berputar, bukan? Terutama bagi orang-orang yang mau berubah.&lt;br /&gt;Ah, jadi tambah panas neh, harus lebih fokus bisnis nih ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-5610191979802664647?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/5610191979802664647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/04/amphibi-amphibi-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/5610191979802664647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/5610191979802664647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/04/amphibi-amphibi-muda.html' title='Amphibi-amphibi Muda'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-2527037972212261828</id><published>2008-04-07T13:37:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T15:56:20.291+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Detik-Detik Rasulullah SAW Menjelang Sakaratul Maut</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning burung-burung gurun pun enggan mengepakkan sayapnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata-bata memberikan petuah:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan Cinta Kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah hanya kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa yang mencintai Sunnahku berarti mencintai aku, dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku,”&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar"&gt;Abu Bakar&lt;/a&gt; menatap mata itu dengan berkaca-kaca. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah_Umar_bin_Khattab"&gt;Umar&lt;/a&gt; dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usman_bin_Affan"&gt;Ustman&lt;/a&gt; menghela nafas panjang dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abu_Thalib"&gt;Ali&lt;/a&gt; menundukan kepalanya dalam-dalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-15"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Assalaamu’alaikum….Bolehkah saya masuk ?” tanyanya.&lt;br /&gt;Tapi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Z%3Cp%3E%3Cp%3E%3Cp%3E%3Cp%3E%3Cp%3E%3Cp%3E%3Cp%3E%3Cp%3Eahra"&gt;Fatimah&lt;/a&gt; tidak mengijinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah.&lt;br /&gt;“Siapakah itu wahai anakku?”&lt;br /&gt;“Tak tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang.&lt;br /&gt;“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah Malaikat Maut,” kata Rasulullah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat Maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jibril"&gt;Jibril&lt;/a&gt; tak ikut menyertai. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit untuk menyambut ruh kekasih Allah dan Penghulu dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.&lt;br /&gt;“Pintu-pintu langit telah dibuka, para malaikat telah menanti Ruhmu, semua pintu Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu semua ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.&lt;br /&gt;“Engkau tidak senang mendengar kabar ini, Ya Rasulullah?” tanya Jibril lagi.&lt;br /&gt;“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”&lt;br /&gt;“Jangan Khawatir, wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:&lt;br /&gt;‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya’” kata Jibril.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Detik-detik semakin dekat, saatnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat_Izrail"&gt;Izrail&lt;/a&gt; melakukan tugas. Perlahan Ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Jibril, betapa sakit Sakaratul Maut ini.” Lirih Rasulullah mengaduh.&lt;br /&gt;Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Jijikkah engkau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu wahai Jibril?” Tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direngut ajal,” kata Jibril.&lt;br /&gt;Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik karena sakit yang tak tertahankan lagi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku”.&lt;br /&gt;Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah diantaramu,”&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“umatku, umatku, umatku”&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;dan….PUPUSLAH KEMBANG HIDUP MANUSIA MULIA ITU………&lt;br /&gt;Kini, mampukah kita mencintai sepertinya ?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;(dikutip dari http://imso.wordpress.com)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-2527037972212261828?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/2527037972212261828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/04/deitk-detik-rasulullah-saw-menjelang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/2527037972212261828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/2527037972212261828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/04/deitk-detik-rasulullah-saw-menjelang.html' title='Detik-Detik Rasulullah SAW Menjelang Sakaratul Maut'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-3512752943338747882</id><published>2008-03-07T15:59:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T15:55:53.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>Rumah Baru, Harapan Baru</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192331011888007266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_I-B1KUX8AmM/SA7di4_USGI/AAAAAAAAADU/ffbRzMBV360/s320/100_0400.jpg" border="0" /&gt;Awal Maret ini keluarga kecil kami menempati rumah baru di kota hujan, Bogor. Tidak besar, tapi alhamdulillah, akhirnya kami bisa menempati rumah kami sendiri. Di sinilah saya dan istri saya akan membangun usaha kecil-kecilan di depan rumah. Rencananya kami akan membuat kios kecil. Untuk jenis usahanya masih pilih-pilih sambil nunggu ada modal untuk bikin kios. Kami sengaja menghindari bentrok usaha sejenis dengan tetangga dekat-dekat rumah yang sudah buka usaha duluan demi hubungan baik (:&lt;br /&gt;Ada beberapa usaha yang sekarang ini menjadi pertimbangan, di antaranya busana muslim, beras, agen habatussauda, dan sepatu kulit. Untuk busana muslim, rasanya nggak ada masalah, banyak teman TDA yang bisa diajak kerjasama. Untuk beras, terus terang saat ini saya mesti cari informasi cara penyimpanan yang baik dan memikirkan biaya transportasinya mengingat saya belum punya mobil. Untuk habatussauda saya masih ragu. Untuk sepatu kulit, ada saudara yang memproduksinya, tapi untuk dijual di perumahan koq rasanya kurang prospek y. Untuk rencana istri memiliki usaha perlengkapan bayi, rasanya kurang cocok jika dalam perumahan, lebih baik di pasar atau mall. O ya, satu lagi, usaha alat tulis dan kantor juga cocok kami pikir.&lt;br /&gt;Sekarang tinggal mencari cara agar pembangunan kios cepat terlaksana. Adakah pinjaman lunak tanpa bunga? Itu yang kami harapkan (:&lt;br /&gt;Tapi enjoy aja lah, yakin koq, ada kemauan pasti ada jalan. Insya Allah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-3512752943338747882?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/3512752943338747882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/03/rumah-baru-harapan-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3512752943338747882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3512752943338747882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/03/rumah-baru-harapan-baru.html' title='Rumah Baru, Harapan Baru'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_I-B1KUX8AmM/SA7di4_USGI/AAAAAAAAADU/ffbRzMBV360/s72-c/100_0400.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-8275371392120560035</id><published>2008-02-14T15:06:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T15:55:03.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>Pak Ahmad, Si Penjual Minyak Wangi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemarin, saat jam pulang tiba, rasanya berat sekali untuk beranjak dari kantor. Bukan juga karena hujan, tapi karena badan yang lemas karena flu menyerang.  Membayangkan  menempuh perjalanan  25 km dengan si roda dua sungguh membuat malas bertambah-tambah. Akhirnya jam 6 kurang saya kuatkan diri untuk pulang bersama motor kesayangan.&lt;br /&gt;Hari beranjak gelap seiring dengan tibanya beduk maghrib. "Ah, pengin sholat maghrib di masjid Al Bahri," kata saya dalam hati. Masjid Al Bahri terletak di pinggiran jalan DI Panjaitan. Kalau dari arah UKI, letaknya sebelah kiri jalan. Masjidnya cukup besar dan cukup bagus. Letaknya yang strategis, membuat orang mau mampir untuk menunaikan sholat maghrib. Sekitar jam 1/2 tujuh saya sampai di masjid Al Bahri. Parkir motor dan langsung masuk mesjid. Di teras masjid saya melewati penjual minyak wangi. "Wah, kebetulan nih, lagi butuh minyak wangi, nanti beli ah," kata saya dalam hati.&lt;br /&gt;Selesai sholat, saya menghampiri penjual minyak wangi dan duduk di depan dagangannya. Penjual minyak wangi itu memakai kemeja putih dan kopiah. Umurnya sekitar 40 tahunan. Layaknya pedagang kecil, tampilannya sederhana. Minyak wangi jualannya dikemas dalam botol-botol kecil (non alkohol) dan tidak begitu banyak, mungkin hitungan puluhan, diletakkan dalam wadah kotak sederhana. Di samping minyak wangi ada barang dagangan lainnya, yaitu satu kantong plastik kopiah-kopiah bundar. Saya bertanya berapa harga minyak wanginya, dia menjawab Rp 10 ribu. Cukup murah saya pikir. Setelah memilih satu minyak wangi, saya jadi iseng ingin bertanya hal yang berkaitan tentang 'kewirausahaan'. "Anak berapa Pak?" tanya saya memulai pembicaraan. Penjual minyak wangi itu menjawab bahwa dia memiliki 6 orang anak. Tiga orang anaknya merupakan anak angkat. Terus terang saya agak heran, masak sih dia bisa menghidupi 6 orang anak dengan berjualan seperti ini? Lalu saya bertanya lagi, ”Istri Bapak kerja?” Dia menjawab tidak. Saya kemudian bertanya lagi, apakah penghasilannya cukup untuk menghidupi keluarga, dan dia menjawab, ”Alhamdulillah, cukup.” Bagi saya itu saja sudah cukup hebat. Namun, ada hal lain yang membuat saya kagum luar biasa pada Pak Ahmad ini setelah mendengarkan penuturan beliau selanjutnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pak Ahmad ini berhasil mengantarkan anak angkatnya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sampai saat ini pun anak kandungnya masih mengenyam pendidikan yang memadai, diantaranya ada yang di pesantren. Hal lain yang membuat saya kembali geleng-geleng kepala adalah ternyata Pak Ahmad berhasil membiayai dirinya sendiri untuk kuliah dan berhasil menamatkan pendidikan S1. Hanya dari jualan minyak wangi dan kopiah? Ya, benar. Dan meskipun saat ini sudah sarjana, beliau tidak malu untuk berjualan seperti itu. Pernah ada tawaran untuk mengajar, tetapi Pak Ahmad tetap memilih dagang sebagai sumber rizkinya. Dari penuturannya pula saya mendapat pelajaran berharga, bahwa rizki sudah dijamin oleh Allah bagi hamba yang selalu mendekatkan diri pada-Nya. Karena ternyata Pak Ahmad ini sering sholat malam dan menjalankan puasa Daud. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Di akhir pertemuan, Pak Ahmad berpesan agar saya tetap istiqomah (teguh/konsisten) di jalan-Nya. Duh, ini yang berat. Lalu saya bilang, ”Doakan ya Pak.” Pak Ahmad mengangguk sambil berkata, ”Tulus dari dalam hati.” Dan saya percaya beliau orang yang tulus, setulus perjuangannya untuk keluarga dan anak-anak angkatnya. Dan semangat saya pun jadi terbakar di udara jakarta yang lagi dingin ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan pulang saya terus terbayang-bayang perbincangan dengan Pak Ahmad, penjual minyak wangi yang memiliki hati yang juga wangi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-8275371392120560035?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/8275371392120560035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/02/kemarin-saat-jam-pulang-tiba-rasanya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/8275371392120560035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/8275371392120560035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/02/kemarin-saat-jam-pulang-tiba-rasanya.html' title='Pak Ahmad, Si Penjual Minyak Wangi'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-3767621503073936967</id><published>2008-02-12T16:11:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T15:54:06.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>Memulai Usaha, Antara Mitos &amp; Fakta</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;I&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;seng-iseng tadi liat file yang udah lama nggak dibuka. Eh, ternyata cocok dengan keadaan hati saat ini yang lagi butuh motivasi untuk usaha dan perubahan mindset. Ini saya dapatkan dari Greenleaf (Sekolah yang bergerak dalam entrepreneurship). Saya taruh di blog, biar gampang dibaca kalo lupa dan biar bisa dibaca temen-temen yang lain (mudah-mudahan aja ada yang baca juga, hehe...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mitos &amp;amp; Fakta memulai usaha:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p  style="margin-left: 10pt; text-indent: -10pt;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Diperlukan gelar dan pendidikan tinggi untuk memulai bisnis. Faktanya: banyak pengusaha kaya yang bukan sarjana bahkan hanya lulusan SMU, SMP bahkan SD dan ternyata orang berpendidikan tinggi lebih takut memulai bisnis dari pada orang yang berpendidikan rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 10pt; text-indent: -10pt;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Diperlukan uang yang banyak untuk memulai bisnis. Faktanya: banyak pengusaha kaya yang memulai bisnisnya dari nol (tidak memiliki uang sama sekali) bahkan dengan modal minus (berhutang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 10pt; text-indent: -10pt;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.Takut rugi. Faktanya: bukan cuma pengusaha yang mengalami kerugian, Tanpa sadar pegawai pun telah mengalami keerugian yang cukup banyak. Rugi waktu, uang, tenaga, dan kesempatan untuk belajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;4. Diperlukan keahlian berbicara untuk memulai bisnis. Faktanya: banyak pengusaha yang sukses meskipun mereka tidak pandai berbicara, tetapi mereka pandai menjual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jadi, gak perlu takut ya. Harus berani, berani, dan berani. Action, action, dan action (:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-3767621503073936967?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/3767621503073936967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/02/memulai-usaha-antara-mitos-fakta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3767621503073936967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/3767621503073936967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/02/memulai-usaha-antara-mitos-fakta.html' title='Memulai Usaha, Antara Mitos &amp; Fakta'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7627214463140756458.post-2836585131243644833</id><published>2008-01-15T08:04:00.001+07:00</published><updated>2011-09-30T15:48:22.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wirausaha'/><title type='text'>Gara-Gara TDA nih!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_I-B1KUX8AmM/R4xQbP00wuI/AAAAAAAAAAY/dNL28h_cVt0/s1600-h/logo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_I-B1KUX8AmM/R4xQbP00wuI/AAAAAAAAAAY/dNL28h_cVt0/s320/logo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155584102467158754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jujur, walaupun saya kerja di bidang penerbitan, tapi saya jarang nulis, yang pasti sih lebih banyak ngedit. Ada sih blog di friendster, tapi itu pun jarang banget diisi. Terus, kenapa sekarang saya buat blog lagi?&lt;br /&gt;Begini ceritanya...&lt;br /&gt;Hari sabtu lalu (12 Jan 08) saya bertemu Pak Iim Rusyamsi, salah seorang founder komunitas TDA (Tangan Di Atas). Saya tertarik sekali mendengar penuturan Pak Iim bahwa visi TDA adalah mengentaskan kemiskinan dengan cara mencetak pengusaha-pengusaha kaya, yang dermawan tentunya. Komunitas TDA sendiri akan membina anggotanya dari awal, mulai dari merubah mindset (pola pikir) sampai melakukan aksi/tindakan.&lt;br /&gt;Nah, karena itulah saya, yang saat ini masih berstatus TDB (Tangan Di Bawah), tertarik untuk bergabung dengan komunitas TDA. Dan karena TDA mengharuskan membernya punya blog, ya mau nggak mau akhirnya saya bikin blog ini. Ya harapan saya blog ini terus hidup mengawali &amp;amp; mengiringi aksi saya hingga saya layak menyandang status TDA. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7627214463140756458-2836585131243644833?l=dwias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwias.blogspot.com/feeds/2836585131243644833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/01/gara-gara-tda-nih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/2836585131243644833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7627214463140756458/posts/default/2836585131243644833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwias.blogspot.com/2008/01/gara-gara-tda-nih.html' title='Gara-Gara TDA nih!'/><author><name>DWI AGSAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08589020547478147551</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://2.bp.blogspot.com/-juuggJSn2c0/TVOuDkWSYjI/AAAAAAAAAKY/u7u9mpDfo0M/s220/Kartun2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_I-B1KUX8AmM/R4xQbP00wuI/AAAAAAAAAAY/dNL28h_cVt0/s72-c/logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
