"Tak Seorang pun Dapat Memprediksi Seberapa Besar Sukses yang Akan Kita Capai, bahkan Kita Sendiri pun Tak Akan Pernah Tahu, Jika Kita Tak Pernah Memulai..."

16 Juni 2009

‘Akrobat’ Bikers Lumpuh

Minggu sore (14 Juni 2009), ketika melintas di daerah Cikaret Cibinong, mata saya tertambat pada sesuatu yang luar biasa. Saya kira ada seorang bikers (pengendara motor) yang sedang bergaya di atas motornya. Tapi apa yang saya lihat, ternyata dia seorang bikers yang lumpuh dari bawah pinggang sampai kaki. Kedua kakinya kecil, kaki kanan disampirkan di depan dan kaki kirinya dibiarkan terjuntai di belakang.
Saya memang pernah melihat orang yang cacat kaki mengendarai sepeda motor, tetapi biasanya motornya roda tiga. Tapi ini, motornya benar-benar roda 2! Karena penasaran, saya ikuti motornya di belakangnya.
Motornya sih biasa, malah biasa banget, motor bebek keluaran 70-an. Tapi cara mengemudikan orang ini tentunya yang luar biasa. Posisi tubuhnya menunduk, tangan kirinya memegang gas, sementara tangan kanannya mengendalikan rem sekaligus gigi, wow…
Orang ini sepertinya sudah biasa mengendari motornya, ini terlihat dari santainya ia mengendarai motor. Motornya melaju dengan kecepatan sekitar 40 km/jam, bahkan ia bisa menyalip motor-motor lain yang lebih lambat. Sesekali ia bertegur sapa dengan pengendara lain atau orang-orang lain yang ia lewati sepanjang jalan. Itu membuktikan bahwa bikers ini memang sering bolak-balik dan memang tinggal di daerah tersebut.
Di pertigaan yang cukup ramai, ia berbelok, tetapi karena ada kendaraan lain yang akan lewat maka dia harus berhenti sejenak. Trus, bagaimana caranya ia menopang motornya saat berhenti? Tangan kanannya lah yang menopang motornya, dan tentunya posisi tubuhnya makin menunduk. Menurut saya, inilah saat yang paling sulit dalam mengendarai motornya. Belum lagi ketika dia harus mulai lagi menjalankan motornya, dalam posisi menunduk, dia juga harus melihat situasi sekelilingnya, aman atau tidak untuk lewat. Syukurlah bikers itu bisa melewati pertigaan yang ramai itu dengan selamat.
Karena hari sudah sore dan ingin cepat sampai rumah, akhirnya saya melewatinya. Perjalanan sepanjang I km bersama bikers yang lumpuh sungguh berkesan di hati saya. Saya yakin orang itu memiliki mental yang kuat dan semangat yang luar biasa hingga bisa melakukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang normal.

1 komentar:

"Di Tengah-Tengah 'Samudera Kesulitan' Selalu Ada Sebuah Pulau Yang Bernama 'Peluang Emas'..."